
Bi Inah membuat Nasi goreng, Omelet, Fish Tofu, sambal kecap, kerupuk dan Timun.
Dy memandang masakan itu dengan pikiran melayang ke Beck.
Hatinya rindu dengan Papanya.
Biasanya Papanya selalu memaksa dy menghabiskan Omeletnya, tapi jangan memakan nasi banyak.
Kadang-kadang Papanya menyuruh si Mbok membuat Nasi goreng dari beras merah, seperti yang Mereka pernah makan di Restoran Hotel Bintang lima di Bali.
" Dy kemarin koq gak kerja ?". Tanya Gama mendekati Dy yang lagi menata makanan.
" Aku sibuk". Jawab Dy pendek.
Aby duduk diam memandang Dy. matanya yang indah memancar menyejukkan hati.
Hari ini Dy ingin menengok Jannet di Hotel.
Disamping itu Dy sudah merasa tugasnya hampir finish.
Sekarang menunggu kabar dari Mr.x saja.
" Sabtu nanti Kamu kemana?". Tanya Gama lagi.
" Aku mau pergi sama suamiku". Sahut Dy seenaknya. Aby yang sudah tahu rencana Dy cuma diam.
" Kamu bohong ". Kata Gama langsung mau memeluk Dy. Tapi dengan satu gerakan memutar, tangan Dy mendorong tubuh Gama kediding dan kaki Dy lurus keatas menjepit badan Gama.
Gama dan Aby kaget.
Aby hampir teriak...
Tapi untung tidak ada orang, cuma Mereka bertiga di ruang makan.
" Sorry... Aku bercanda ". Kata Dy menepuk pipi Gama yang masih bengong.
Dy ngeloyor keluar menuju Dapur.
Nafas Gama memburu, Dia tidak menyangka Dy mempunyai jurus bela diri.
Hanya Aby yang mengerti siapa Dy.
Nyonya Ida masuk ke ruang makan.
Di belakangnya ada Pak Burhan dengan wajah muram.
Mereka semua duduk mengitari meja.
Dy kembali masuk membawa Dessert atau makanan penutup.
" Satpam nya sampai pingsan, Mereka menaiki Mobil Lambhorgini Aventandor ". Kata Pak Burhan.
Aby hampir tersedak mendengar cerita Pak Burhan.
Matanya menatap tajam kepada Dy.
Dy meletakkan Dessert nya tanpa bersuara, sengaja Dy tetap berdiri disitu.
" Sudah lapor Polisi ". Tanya Nyonya Ida.
" Tidak perlu, tidak ada yang hilang, lagian yang bikin ulah Pak Gadon, katanya Dia yang mau memeluk cewek itu ". Sahut Pak Burhan.
" Tapi sudah lihat CCTV Om ". Tanya Aby matanya terus menatap Dy.
" Itulah yang Om tidak mengerti. Tidak ada kelihatan apapun di CCTV, padahal CCTV tidak rusak". Kata Pak Burham.
Dy keluar dari Ruang makan dengan lega.
" Dy tidak makan?". Kata Bi Inah memandang Dy.
__ADS_1
Biasanya Dy ramah dan sering bercanda, tapi semenjak peristiwa tenpo hari itu Dy jarang tersenyum.
Dy lebih banyak melamun atau menerima telepon dengan bahasa asing.
" Trimakasih Bi, Saya sudah Sarapan". Kata Dy duduk di kursi Dapur.
Tidak lama Dy keluar.
Bi Inah dan Bi Narti sering heran melihat tingkah Dy.
Dy ke garasi mulai memanaskan mesin Mobil.
Ponselnya berdering, suara Jannet terdengar ceria.
" Dy Kamu jadi kesini?".
" Jadi, sudah mau jalan. Aku cuma numpang tidur ". Sahut Dy.
Dy cepat menutup Ponselnya ketika Gama dan Aby naik ke Mobil.
Nyonya Ida dan Pak Burhan memakai Mobil berbeda.
Sepanjang perjalanan Gama diam.
Sekarang Gama tidak mau duduk disamping Dy, tadi Gama dibuat malu, untung hanya ada Aby.
Selesai mengantar Gama, Dy tinggal mengantar Aby.
Beberapa kali Dy menguap, matanya sangat ngantuk.
" Aku yang membawa Mobil kalau Kamu ngantuk". Celetuk Aby.
"Pakai sabuk pengamanmu Aku akan ngebut ". Kata Dy terus tancap gass.
Kalau sudah begitu Aby terpaksa menurut.
Tidur di Hotel.
Dy berjalan ke Lobby.
Aby menyelinap ke ruang Scurity dan melihat dari CCTV kemana Dy pergi.
":Maaf Pak, ada apa?". Tanya Manager Scurity kaget melihat JM nya tiba-tiba nyelonong masuk.
" Tidak apa-apa, Saya cuma mengecek CCTV nya. Apa ada yang tidak
berpungsi". Sahut Aby bohong.
" Coba Cek lantai tiga ". Kata Aby memerintahkan Manager Scurity nya.
" Ya Pak ". Jawab Manager Scurity nya.
Mata Aby tidak lepas dari tubuh Dy yang berjalan sampai di depan Kamar Jannet.
" Ternyata semua berfungsi ". Kilah Aby.
" Semua masih bagus Pak ". Kata Manager Scurity nya lega.
" Ya trimakasih Pak ". Kata Aby keluar kemudian masuk keruangannya.
Aby lega ternyata Dy ke kamar Jannet, tidak kemana-mana.
Jannet membuka pintu menyuruh Dy masuk.
Dy langsung merebahkan tubuhnya setelah membuka sepatunya.
Jannet sudah tidak heran lagi akan tingkah Dy.
Dulu di Aussie juga begitu.
__ADS_1
Seringkali Dy datang ke Kamarnya dan langsung tidur.
Katanya karena Dy jarang sempat tidur.
Aby menunggu kedatangan Dy dan Jannet di Restoran, tapi Mereka tidak datang.
Hari ini tidak ada kejutan dari Dy, Aby sangat kecewa, akhirnya Aby pergi ke ruangannya.
Kembali bekerja di belakang Laptop, dengan pikiran melayang-layang.
Dy membuka matanya, tangannya menggapai Ponselnya yang tergeletak di sampingnya. ternyata sudah pukul 15.30 menit. Lumayan lama Dy tidur.
Dy bangun sambil menguap.
Jannet tidak ada di kamar.
Dy langsung ke Kamar mandi.
Di Kamar mandi Hotel segalanya sudah di siapkan, sabun, sikat gigi, odol, sampo dan lotion tinggal memakai saja.
Air Shower membasahi tubuh Dy. Terasa sangat nyaman.
Selesai mandi Dy terpaksa memakai Pakaian yang tadi. Agak risih juga, biasanya setiap habis mandi pasti Dy selalu mengganti Pakaiannya.
Dy duduk di kursi sambil memperhatikan menu yang ada di atas meja.
Mungkin Jannet memesan menu ala Carte. Pikirnya.
Ada dua menu kesukaan Dy yang di pesan Jannet , Chicken Cordon Bleu dan Fettuccine Carbonara.
Dy menghabiskan Fettuccine Carbonara dengan segelas Air mineral dan Sepiring Dessert.
Dy mengambil Ponselnya dan mengontak Jannet.
" Kamu dimana Jan?". Tanya Dy.
" Aku di Bar bersama temanku, sebentar lagi Aku ke Kamar ". Sahut Jannet serak.
" Jam empat Aku akan pulang, Kamu minum saja dulu. Ingat jangan sampai mabuk. Malu-maluin". Kata Dy menutup Ponselnya. Dy tahu dengan siapa Jannet saat ini.
Dy membuka jalinan rambutnya yang acak-acakan, membiarkan rambutnya tergerai lepas. Dy cuma menyisir pakai jari-jarinya.
Ponselnya berdering, Gama menelponnya.
"Hallo Gam, ada apa?". Tanya Dy.
" Aku minta maaf atas kejadian tadi pagi, Aku tidak enak denganmu ". Sahut Gama.
" Tidak apa-apa Gam, jangan Kamu pikirin.
Aku juga minta maaf, pada saat itu Aku spontan bergerak".
" Aku sebentar pulang ikut teman, tidak usah Kamu jemput. Aku sudah bilang sama Aby. Lagi sekali Aku minta maaf". Kata Gama terus menutup Ponselnya.
Dy duduk termenung.
Hatinya galau memikirkan tugas selanjutnya.
Kata Beck setelah ini selesai Dy mau
di kirim ke Luar Negeri.
Kepala Jannet nongol di pintu, kemudian ada Cowok mengikuti.
" Kamu tidak mabuk khan? ". Tanya Dy memperhatikan Jannet. Bau Alkohol menyebar.
" Tidak mabuk, cuma puyeng ". Sahut Jannet langsung ketempat tidur.
Dy berdiri dan memberi kode kepada cowok teman Jannet yang di sewa Dy untuk menemani Jannet.
__ADS_1
" Aku pulang ". Kata Dy pendek, tanpa menunggu jawaban dari Mereka.
*****