
Bab.38.
Beck membasuh mukanya di Wastafel, hari ini Beck merasa lelah lahir bhatin.
Betul-betul shock therapy ketika Beck melihat Dy di tembak.
Kembali Beck duduk bersama Aby dan Admesh, pikirannya berkecamuk.
Tidak habis-habisnya Beck bersyukur atas keselamatan Dy.
Beck menghela nafas panjang berusaha menenangkan diri.
" Bagaimana Gama tadi?". Kata Beck kepada Aby.
" Ada rekamannya Om...". Sahut Aby langsung menyerahkan Kancing sensor kepada Beck.
" Dy sudah dengar?". Tanya Beck.
" Sengaja Aku tukar supaya Dy tidak tahu Aku pura-pura Amnesia. Kalau Dy tahu Aku langsung di usir ". Kata Aby tertawa.
Mereka semua tertawa.
Memang yang menyuruh Aby pura-pura Amnesia adalah Beck. Supaya Dy bisa diajak pulang dari Raja Ampat. Dan Skenario itu berjalan mulus.
Beck juga takut Dy jatuh cinta dengan orang lain, makanya Beck sengaja menyuruh Dy mengajak Aby di Suite Room. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino.
Cinta tumbuh karena terbiasa itu prinsip Beck.
"Inti pembicaraannya dengan Gama apa?".
Tanya Beck lagi.
" Minta file yang di simpan Papa, dan Surat Wasiat nya ". Kata Aby kurang paham.
" Mungkin Pengacara bawa surat wasihatnya". Ucap Admesh.
" Gama bilang tidak ada. Aku malah di "Warning" kalau tidak ngasi Aku di bunuh.
Teganya Gama ngomong begitu, itu yang membuat Aku sangat sedih. Hanya gara-gara harta Gama mau bunuh Aku....".
" Sabar.... Gama bersikap begitu mungkin di tekan Oleh Pak Burhan". Sahut Admesh.
" Om rasa Gama baru di beritahu oleh Mamamu bahwa sebenarnya Gama anak Om Burhan hasil perselingkuhan Mereka, makanya Gama langsung membela Pak Burhan".
Kata Beck membuat Admesh dan Aby kaget.
" Yang benar Om, jangan pitnah Mama Saya ". Ucap Aby memandang Beck.
" Sabar..sabar...Om ceritain sekarang.
Semua omongan Om berdasarkan cerita Papa Kalian. Ada rekaman Vidionya.
Sebenarnya Om juga tahu. Om sama Papa kalian seperti Saudara".
" Ya Om ceritain, Kita juga perlu tahu yang sebenarnya, karena Mama tidak pernah mau cerita". Sahut Admesh.
"Sebelum Papa kalian menikah dengan Ida, Ricardo sudah tahu bahwa Ida berpacaran dengan Burhan.
__ADS_1
Ricardo nikahin Ida karena utang.
Orang tua Ida utang sama Ricardo dan Ida di pakai tumbal supaya utangnya lunas".
Jelas Beck sambil menarik nafas.
Kemudian Beck melanjutkan cerita lagi.
"Tapi Burhan dan Ida tetap pacaran di belakang layar. Mereka berdua sering tertangkap basah. Sempat Ida putus pacaran dengan Burhan gara-gara Burhan punya anak dengan perempuan lain. Vivi adalah anak Burhan dengan wanita lain. Ricardo tinggal di jakarta dengan Tami sedangkan Ida di Bali, jelaslah Ida sering selingkuh. Makanya Ricardo diam-diam Test DNA, ternyata Gama anak Burhan.
Akhirnya Ricardo menbuat surat wasiat, Ardi di kasi hotel yang di Jakarta, Admesh Hotel dan Villa di Ubud, Aby Hotel di Nusa Dua dan Gama rencananya mau di kasi Villa di Canggu, tapi tidak jadi karena Gama anak Pak Burhan.
Karena kasihan Om ambil Gama dan menyuruh kerja di Uvassa, tadinya Om mau jodohin dengan Dy, tapi Om berpikir dua kali.
Ricardo sempat mau cerai, tapi tiba-tiba Om mendengar kabar Ricardo meninggal...".
" Terus Aku anak siapa donk?". Tanya Aby bingung.
"Anak Papalah...". Sahut Admesh.
" Anak Ricardo dengan Tami ". Jawab Beck membuat Aby kaget.
" Kenapa bisa begitu Om...". Tanya Aby kurang percaya.
" Waktu itu Ida lama tidak punya anak, akhir nya Aby di minta untuk memancing.
supaya Ida bisa punya anak, tapi tetap tidak bisa. Malah sama Burhan bisa.
Mungkin Ida terlanjur sayang sama Aby, jadi keterusan di pakai anak...". Kata Beck tertawa.
" Ya..kalau itu Aku juga tahu, karena Aku udah gede. Mama nangis-bangis, Papa sama Tante Ida tetap maksa bawa Kamu ke Bali". Kata Admesh menatap Aby.
Ternyata begitu ceritanya Aby baru tahu.
Isi koper.
Mereka berhenti bercerita karena Dy sudah datang dan langsung duduk di pangkuan Papanya, dagu Beck di pegang oleh Dy supaya wajah Beck sejajar dengan mukanya.
"Paa..setelah urusan Aby selesai, Aku ikut Papa ke Jakarta ya".
" Aby masih dalam bahaya, Kamu disini dulu sampai semuanya selesai baru berpikir rencana selanjutnya".
" Makanya Papa bantuin Aku supaya cepat selesai ".
" Terus kalau sudah selesai rencananya Kamu sama Aby mau ke Jakarta gitu".
" Gak lah....". Sahut Dy pelan.
Dy turun dari pangkuan Beck. Matanya langsung melirik Aby.
" Kamu khan istrinya Aby ".
" Up..Papa jangan keras-keras ". Sahut Dy. Tangannya langsung menutup mulut Beck.
Mereka bertiga tertawa geli melihat tingkah Dy. Mulut Dy langsung manyun.
" Kapan-kapan Kita kerumah Tante Tami, supaya Kamu tahu Ubud ". Kata Beck mengelus rambut Dy.
__ADS_1
" Tapi Kita berdua, jangan diajak Aby". Bisik Dy di kuping Beck.
Mereka tertawa lagi, karena bisikan Dy kedengaran.
" Kenapa?". Tanya Beck pelan.
" Cengeng.....". Sahut Dy keras. Matanya langsung tertuju pada Aby.
Aby langsung diam. Cepat-cepat Dy mendekati Aby.
" Sorry..Sorry....". Kata Dy memeluk Aby. Takut Aby ngambek.
"Gapapa...memang tiap hari di ejek ". Sahut Aby pura-pura sedih. Dy jadi sedih tambah erat memeluk Aby.
"Aku janji akan baik sama Kamu, Kamu kuat Koq '. Dy ingat Aby menjadi target pembunuhan.
" Paa...Aby di urus dulu. Sudah beberapa kali Dia di incar".
" Sudah ada yang menangani, semua akan diserahkan kepada Polisi. Dan Polisi juga akan menangkap dalang dari semua ini. Data-data sudah lengkap. Sekarang Kita tunggu Polisi bergerak ".
" Jadi Papa sudah tahu semua '. Tanya Dy heran. Beck mengangguk.
" Dilan yang mengurus ". Sahut Beck berdiri.
" Dilan tidak jadi keluar Negeri ?".
"Sudah diganti yang lain, mari Kita ke dalam ". Ajak Beck menuju ke Kamar.
Sampai di Kamar Beck langsung mengambil Koper Aby dan mengeluarkan isinya. Kemudian Beck memencet tombol yang ada dipinggir koper, letaknya sangat tersembunyi. Dan Lapisan Koper terbuka, sangat tersembunyi.
Ada beberapa file, Flashdisk dan sebuah surat wasiat. Dalam surat wasiat itu ternyata Gama dan Nyonya Ida dapat Rumah. Selebihnya Anak dari istri pertama. Dan ada juga Obligasi.
Berarti Burhan meminjam dana dari Ricardo dengan jangka waktu 10tahun, tapi sebelum 10tahun Ricardo duluan di bunuh...SEMPURNA.
Ini sebagai bukti juga.
" Om koq tahu ada Surat di dalam?". Tanya Aby heran.
" Om yang punya Koper ini, Papamu waktu itu bingung mau menaruh dimana surat-surat penting. Akhirnya Om kasi koper Agen ". Sahut Beck tertawa.
" Kenapa Papa tidak menyimpan di Bank atau Pengacara ?,". Tanya Admesh.
" Karena Riskan... masalahnya Nyonya ida bisa mengambilnya, tapi kalau disini cuma Papa yang tahu".
" Pintar sekali Papa, mungkin dia sudah Feelling akan di bunuh ".
" Bisa jadi begitu". Sahut Beck. Kembali memeriksa Flashdisk nya dan file yang lain.
Ternyata banyak masalah yang harus di kaji ulang. Dy merasa terpukul kalau Aby mau di bunuh Gama. Dy tidak menyangka sifat Gama berubah setelah tahu Bapaknya. Dy ingat waktu Nyonya Ida berantam di Mobil dengan Gama.
Nyonya Ida mengatakan Gama akan menyesal setelah tahu yang sebenarnya.
"Paa..Pak Burhan khan di tahan, tidak mungkin Dia mengirim pembunuh untuk Aby. Apakah Gama yang ada di belakang ini?". Tanya Dy ingin tahu.
Beck terpekur, masalah ini perlu dikaji ulang lagi. Sepertinya ada Sosok lain.
********
__ADS_1