AGENT 06

AGENT 06
Teguran dari Beck.


__ADS_3

Bab.7.


Sampai di rumah Dy langsung menuju kamar mandi.


Hari ini Dy mau berendam di Bathtub agak lama.


Untung tadi Dy cepat menghilang, kalau tidak Polisi akan menjadikannya sebagai saksi.


Kuku kakinya terasa perih, kena dongkrak Motor.


Biasanya Dia memakai sepatu PDL yang ujungnya ada besinya.


Selesai mandi Dy melanjutkan tugasnya, memeriksa beberapa rekaman dari berkas-berkas yang terdapat di Filling Cabinet Nyonya Ida.


Ada tiga buah Asset sudah balik nama atas nama Bapak Burhan Sumantri.


Harta yang tidak bergerak berupa Villa di Canggu dengan Luas 1 Ha.


Dan harta bergerak berupa dua buah mobil Expander warna putih dan hitam.


Harta itu di taksir senilai 500 miliar.


Dy menarik nafas panjang.


Target pertama Pak Burhan. Bhatin Dy.


GSM Dy menyala, ada pesan dari Beck.


-Kamu ceroboh. Jangan di ulangi. Lihat Instagram-


Kemudian pesan terhapus.


Cepat-cepat Dy mengambil ponselnya, Dy membuka Instagram.


Duhh....ternyata kejadian tadi sudah Viral. Tapi untung wajahnya tidak jelas kelihatan.


Tadi Dy bereaksi secara spontan .


Dia harus hati-hati karena masih ada kelompok sakit hati yang Dy kalahkan bersama XP.12.


Sekarang ini Dy berusaha istirahat total, besok paginya Dy harus bekerja lagi.


Pagi- pagi Dy berada di rumah Nyonya Ida.


Sebelum mengantar Nyonya Ida, Dy membantu Bi Inah di Dapur.


" Saya tidak berani ngiris bawang, lebih baik yang lain saja Bi ". Kata Dy ketika Bi Inah menyuruhnya mengiris bawang.


" Kalau begitu kupas wortel, kentang dan potong-potong sayur hijau". Bi Inah lalu menyerahkan bahan-bahan itu kepada Dy.


" Bi ajarin donk caranya ". Sahut Dy bingung. Dy belum pernah melakukan hal-hal itu.


" Mana bisa Dy ngerjain itu, karena Dy kesini punya tujuan ". Tiba-tiba Gama sudah di belakangnya.


Degg... dada Dy bergetar.


Apa Gama sudah tahu misiku. Pikir Dy.


" Dy kesini ingin menaklukan Aku". Sambung Gama mendekati Dy.


Oh..ternyata Gama bercanda.


" Tuan Gama mau sarapan sekarang?".


Tanya Bi Inah.


" Tidak Bi ". Sahut Gama ikut duduk disamping Dy.


" Tuan tidak kerja, sudah Pukul delapan lho". Kata Dy mengusir secara halus.

__ADS_1


" Aku mau minta tolong sama Kamu, bisa tidak Kamu anterin Aku kerja".


" Tidak bisa, masalahnya Saya anter Nyonya pukul sembilan Tuan ".


Sahut Dy menolak secara halus.


" Kalau begitu Kita barengan.


Mama duluan baru Aku, nanti Aku bilang Mama ". Kata Gama tidak menyerah.


" Terserah Tuan ". Sahut Dy pasrah.


Gama lalu keluar dari dapur menuju Ruang makan.


Disana sudah ada Nyonya Ida dan Tuan Aby.


Dy membantu Bibi melayani Mereka, terpaksa Dy membuka masker nya dan mulai melayani keluarga itu.


Aby yang biasanya cuek mulai melirik Dy. Melihat kuku-kuku jari Dy yang bersih dan rapi, memandangi kulit Dy yang agak kecoklatan. Atau sembunyi-sembunyi menatap wajah Dy yang berhidung mancung, berbibir sexy.


Aby merasa jantungnya berdegub, karena semua yang ada di tubuh Dy itu mirip dengan Cewek yang di bilang Dimas itu. Walaupun Dy memakai kaca mata, Aby yakin mata itu pasti sama dengan Cewek itu. Aku harus terus memata-matai Dy, jangan- jangan Dy anak Papa dari selingkuhannya. Bisik Aby dalam hati.


" Dy, Kamu pintar memilih resep, Kamu belajar darimana ? ". Tanya Nyonya Ida spontan.


" Dari Google Nyonya ". Sahut Dy tersenyum.


" Ow...gitu ". Kata Nyonya Ida ikut tersenyum.


Suasana sarapan pagi ini sangat berkesan bagi Gama dan Aby, karena Mereka masing-masing mempunyai pemikiran yang berbeda.


Tapi intinya Mereka curiga, dengan keberadaan Dy di Rumah Mereka.


" Dy, Kita di antar pakai mobil Jazz saja, supaya bisa nyalip-nyalip kalau macet ". Kata Nyonya Ida, ketika Dy mau mengambil Mobil.


Perdebatan kecil.


Dalam perjalanan ke Butik, Nyonya Ida banyak menasehati Gama tentang sikapnya kepada Pak Burhan.


" Karena Aku tidak senang sama Mereka".


Sahut Gama gamblang.


" Mereka siapa maksudmu?? ".


" Bapak dan Anaklah Maa ".


" Mengapa Kamu sangkut pautkan Vivi, memangnya Vivi pernah menyusahkanmu atau Kamu iri sama Vivi".


" Mama bicara apa sih, Aku tidak senang sama Vivi karena Bapak dan anak itu hanya ingin menggerogoti harta Kita".


Sahut Gama emosi.


" Kamu jangan sembarangan menuduh, Mereka orang Kaya".


" Kaya karena hasil maling ".


" Gama jaga mulutmu, suatu hari nanti Kamu akan menyesal...".


" Aku tidak pernah menyesal mengatai Mereka, karena Mereka berdua manusia terkutuk dan Aku doakan semoga Pak Burhan masuk penjara". Teriak Gama emosi.


Plookk... tangan Nyonya Ida sudah melayang ke wajah Gama.


Dy yang dari tadi diam mendengarkan perdebatan Mereka menjadi kaget.


Segitunya Nyonya Ida membela Pak Burhan. Pikir Dy.


" Kamu manusia yang tidak tahu di untung, rugi Mama memeliharamu". Bentak Nyonya Ida kasar.


Gama diam, matanya merah. Hatinya tidak terima dengan perlakuan Mamanya.

__ADS_1


Burhan awas Kau. Bhatin Gama.


Dendamnya kepada pak Burhan berlipat.


Anak dan Ibu itu terus berdebat, Gama tidak setuju atas kedekatan Ibunya dengan Pak Burhan.


Gama juga menyinggung masalah rencana Mamanya yang ingin menjodohkan Vivi dengan Aby.


Perdebatan itu akhirnya terhenti, setelah Mobil Jazz itu berhenti di Butik Nyonya Ida. Dy cepat membukakan pintu Mobil. Nyonya Ida turun tanpa basa basi.


Mukanya merah karena marah.


Mobil kembali berjalan.


Dy melirik Aby yang diam terpekur.


" Tuan kemana tujuan Kita". Dy mulai membuka percakapan.


" kepinggir dulu ". Perintah Gama.


Dy berhenti didepan CK.


Gama pindah duduk kedepan, wajahnya kelihatan memerah.


Hatinya sakit di tampar oleh Mamanya.


Dy membuka kaca matanya dan maskernya. Dy memandang Gama dengan diam.


" Begitulah Mamaku, seperti kena guna-guna ". Kata Gama pelan mencoba mencari dukungan dari Dy.


" Orang yang lagi jatuh cinta akan sulit di nasehati. Dia akan sadar setelah ada masalah ". Ucap Dy berusaha berkata bijak.


" Aku benci sekali sama Pak Burhan.


Setiap datang pasti ada saja diminta.


Seminggu yang lalu Vivi minta dibeliin Mobil. Kemarin lagi minta uang untuk membayar Wisudanya Vivi".


" Karena Mamamu selalu memberi, jadi Pak Burhan tuman, sebenarnya Mamamu yang salah. Pak Burhan memanfaatkan kelemahan Mamamu". Kata Dy membuat Gama tambah emosi.


" Manusia tidak punya rasa malu, sama dengan anaknya. Kalau Aku menjadi Aby sudah Aku tendang perempuan murahan itu. Sudah seperti ***** saja".


" Mungkin Aby mencintainya ". Sahut Dy ingin tahu.


" Aby tidak senang, tapi tidak menolak.


Aku sungguh jijik melihatnya". Kata Gama. Matanya merah menahan marah.


Dy turun dari Mobil tanpa permisi dari Gama. Dy masuk ke CK dan membeli sebotol Air mineral dan Tissue basah.


" Minumlah...". Dy menyodorkan air mineral ke Gama, setelah kembali ke Mobil.


Kemudian Dy membuka Tissue dan memberikan kepada Gama.


" Lap mukanya ".


" Trimakasih, Aku ragu tentang kehadiranmu di rumah Kami.


Jangan-jangan Kamu salah satu kaki tangan Pak Burhan".


Kata Gama seraya menatap Dy yang tersenyum mendengar tuduhan Gama.


" Mungkin saja ". Dy tertawa kecil.


Gama menikmati wajah Dy yang Cantik dan sangat terbius dengan mata indah Dy.


" Kamu sangat Cantik". Kata Gama tanpa sadar.


" Sudah hilang marahnya?, boleh di lanjutin jalannya?".

__ADS_1


Gama cuma mengangguk.


*******


__ADS_2