
"Darren sekolah dulu ya,Papa. Papa hati hati dijalan ya. Jangan lupa jemput saat pulang sekolah nanti,"
"Iya sayang, belajar yang benar. Ingat, jangan menyusahkan Ibu Nami, ok?"
"Siap Papa,"
"Mas berangkat kerja dulu ya. Titip Darren, kalau ada apa apa langsung hubungi Mas," ujar Abra saat berpamitan kepada istri dan anaknya itu, setelah mobil yang mereka pakai tiba dihalaman sekolah.
Namira sendiri hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala. Rasanya masih terlalu aneh dan canggung untuk melakukan kegiatan yang layaknya keluarga sungguhan.
Meski masih hubungan mereka masih sah dimata hukum dan agama. Namun tetap saja, setelah sekian lama berpisah dan tidak pernah terlibat komunikasi dalam bentuk apapun.
Tentu saja, hal itu akan menimbulkan kecanggungan tersendiri untuk keduanya. Namun dalam hal ini, tampaknya hanya Namira yang merasakan kecanggungan itu.
Karena Abra sendiri begitu terlihat santai. Bahkan pria itu selalu bersikap layaknya suami, Abra juga tidak segan segan membuka status pernikahan nya dengan Namira pada para warga yang ada dilingkungan tempat tinggal Namira saat ini.
.
***
__ADS_1
.
Ketiganya masih didalam mobil, Namira terlihat gusar dan celingukan ke kiri dan ke kenan. Dan hal itu sedikit menarik perhatian Abra.
"Kenapa? Kenapa kamu terlihat gugup begitu?" tanya Darren setelah melihat tingkah Namira yang aneh.
"Tidak apa apa, ayo sayang kita turun sekarang," ajak Namira yang terlihat begitu buru buru turun dari dalam mobil milik Abra.
Darren pun mengangguk setuju dan keduanya langsung turun dari dalam mobil setelah Darren menyalami tangan sang ayah dengan takzim.
Abra sendiri hanya menatap penuh dengan tanya pada istri dan anaknya. Meski merasa ada yang aneh, namun Abra pun mencoba untuk mengabaikan hal itu dan kembali hendak melajukan kembali mobilnya menuju ke arah kantor.
Namun Abra kembali menghentikan laju mobilnya tatkala netranya menangkap sesosok pemuda yang cukup dia kenali juga, yang merupakan salah satu pengajar disekolah sang anak itu tengah menghampiri Namira yang tengah berjalan masuk dengan menggandeng tangan mungil Darren.
Pak Bayu pun segera menghampiri untuk menyapa rekan kerjanya itu. Dan entah apa yang mereka berdua bicarakan hingga membuat wajah Namira berseri lengkap dengan senyumannya.
Dan hal itu membuat hati Abra terasa terbakar api. Bahkan saking emosi nya, Abra sampai menggenggam erat bundaran setir yang ada didepan nya. Dengan menekan rasa kesal nya, Abra pun segera menekan pedal gas dengan kuat lalu meninggalkan lingkungan sekolah sang anak.
Ingin rasanya melabrak pria yang sudah berani mendekati istrinya itu. Namun apalah daya tatkala sang sekertaris terus saja menghubungi dirinya karena waktu meeting dengan klien penting nya sudah tiba.
__ADS_1
Dengan penuh rasa kesal, Abra pun terpaksa membiarkan apa yang terjadi pada Namira dan juga Pak Bayu, pria yang merupakan rekan kerja dari Namira.
.
***
.
"Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan apa yang terjadi pada putraku?" tanya Abra pada Marco yang soe ini datang ke kantor milik Abra.
Disela kesibukan nya Abra masih tetap berusaha mencari tahu siapa wanita yang datang ke rumah Bu Marni hingga membuat wanita paruh baa itu drop, bahkan hingga meninggal dunia. Abra juga saat ini tengah mencari siapa pelaku tindak kekerasan pada putranya, Darren.
"Masih abu abu, untuk saat ini tersangka masih tertuju pada Alma. Tapi, wanita itu terlalu sibuk jika hanya untuk mengurusi permasalahan putramu dan mendiang mertuamu itu. Pelaku begitu bertindak hati hati dan penuh dengan strategi, untuk saat ini. Berhati hati dan waspadalah, jangan sampai pelaku ini kembali bertindak yang akan membahayakan kalian semua,"
"Apa ada orang lain yang kamu curigai?"
"Eemm, tapi aku masih menyelidiki nya. Aku tidak mau jika sampai aku salah tuduh, aku masih menyelidiki apa motif dia melakukan semua ini pada kalian semua,"
.
__ADS_1
****
"Maaf ya jika kemarin Othor tidak Up dan untuk hari ini juga Othor hanya bisa Up satu bab saja. Othor sedang kurang sehat jadi belum bisa maksimal dalam menulis. Jadi mohon bersabar dan doakan semoga Othor kembali sehat dan bisa Up lebih dari satu bab. Terima kasih, love banyak banyak untuk kalian."