Aku Ibunya

Aku Ibunya
69.Keputusan Alma


__ADS_3

***


"Mau kemana kamu?"


Seketika langkah Alma terhenti saat mendengar suara bariton milik Marco menghadang langkahnya dengan sebuah pertanyaan.


"Aku rasa, semua urusan ku bukanlah urusan mu," jawab Alma dengan tatapan sinisnya.


"Ck, kamu pikir aku tidak tahu kemana arah pikiranmu saat ini. Sudahlah Al, semua sudah berakhir. Antara kamu dan Abra sudah selesai. Jangan pernah coba coba mendekati dan macam macam dengan Namira jika kamu masih menginginkan karir mu dalam ke adaan yang stabil seperti saat ini. Kamu tahu sendiri bagaimana mengerikan nya seorang Abraham Adhijaya jika dia sudah marah karena merasa terusik atau orang yang dia cintai di usik."


Seketika tubuh Alma pun membeku ditempat, niat hati ingin menggertak Namira pun akhirnya urung dia lakukan.


Tidak, Alma tidak akan membiarkan karirnya hancur hanya karena dirinya yang terbawa emosi hingga mengusik Namira. Wanita yang saat ini begitu dilindungi oleh Abra.


Alma tahu betul bagaimana seorang Abraham jika sudah marah dan diselimuti oleh emosi. Bahkan kabar yang terbaru yang Alma dengar.


Abra bahkan tega memasukan adiknya sendiri kerumah sakit jiwa, karena sudah berani menculik Darren dan Namira. Hingga membuat Namira berakhir dimeja operasi rumah sakit karena terkena tembakan yang di lakukan oleh Amanda yang berniat mencelakai Darren namun dihalangi oleh Namira.


"Lupakan niatmu itu, terima semua keputusan Abraham. Dengan begitu, kamu tidak akan kehilangan karir dan nama baik yang selama ini kamu junjung tinggi hingga melupakan tanggung jawabmu sebagai seorang istri,"


Alma kembali terdiam, meski sangat kesal dengan apa yang diucapkan oleh Marco. Namun semua perkataan pria itu benar adanya. Selama ini Alma terlalu terlena dan terlalu larut akan dunia ke artisannya hingga dia lupa jika dirinya memiliki suami yang harusnya dia prioritaskan.

__ADS_1


Kini, menyesal pun percuma karena semua sudah berakhir. Alma sudah terlalu lama menyia nyiakan kesempatan yang Abra berikan. Bahkan Alma pun beberapa kali mengabaikan permohonan dari suaminya untuk sedikit saja meluangkan waktu untuk suaminya dan untuk putranya, Darren.


Alma hanya bisa terduduk lemas di atas sofa. Jujur, Alma masih sangat mencintai Abra. Namun Alma juga tidak bisa meninggalkan dunia dan karir yang begitu diimpi impikan sejak masa remaja dulu.


"Jika ini akhir dari hubungan kita, semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu saat ini Mas. Maaf, aku tidak bisa melepaskan apa yang sudah aku perjuangkan selama ini,"


.


***


1 minggu Kemudian...


Abra akhirnya bisa bernafas lega saat pekerjaan nya di luar kota akhirnya selesai setelah molor selama 3 hari dari jadwal sebelumnya.


Saking bahagianya, Abra bahkan tidak bisa menghilangkan senyuman di wajah tampan nya itu, akhirnya setelah seminggu berpisah dengan sang istri kini Abra bisa bertemu lagi dengan nya dan bisa memghabiskan waktu bersama.


Abra pun langsung pulang menuju ke rumah Namira sesaat setelah dirinya turun dari pesawatnya. Namun kerutan didahinya tiba tiba saja muncul saat melihat rumah sederhana itu tampak gelap dan sepi.


Abra pun langsung turun dari dalam mobil dan langsung berjalan menuju ke arah rumah itu lalu mengetuk pintu rumah beberapa kali namun tidak ada sahutan.


Tok

__ADS_1


Tok


"Na? Kamu didalam? Ini Mas, buka pintu nya," seru Abra saat tidak ada respon dari dalam rumah.


"Maaf Mas, tapi Namira nya tidak ada dirumah,"


Seketika perhatian Abra teralihkan oleh suara seorang ibu ibu yang memberitahunya jika Namira tidak ada dirumah itu.


"Loh, memang nya dia kemana Bu?"


"Dua hari yang lalu ada ibu ibu yang datang dan menjemput Namira Mas. Tapi, saya tidak tahu ibu itu membawa Namira kemana,"


"Ibu tahu, siapa wanita yang menjemput Namira?"


"Saya tidak kenal, soalnya saya baru pertama kali melihatnya datang kemari. Tapi kalau tidak salah dengar namanya Ibu Wanda."


"Oh, baiklah. Terima kasih Bu informasinya,"


"Iya Mas, sama sama."


Tidak menunggu lama lagi, Abra pun langsung kembali masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil itu ke arah rumah utama.

__ADS_1


Sementara Namira sendiri kini tengah berada didalam rumah utama milik Abra. Sudah dua hari Mama Wanda membawanya pulang kerumah besar dan megah itu.


Meski merasa tidak nyaman namun Namira harus tetap bersabar tinggal disana sampai Abra kembali dari luar kota.


__ADS_2