
"Kenapa kamu melakukan ini Nak? Apa tidak ada jalan lain? Kenapa sampai menghadirkan wanita lain dalam rumah tanggamu?" lirih mama Wanda menatap lekat wajah lesu putranya.
Abra kembali menghela nafas, lalu mengubah posisi duduknya menjadi lesehan didepan mama nya. Abra yang awalnya duduk berjongkok kini merubah duduknya menjadi bersila.
"Alma, dia tidak akan pernah bisa hamil Ma. Itulah kenapa aku mencari ibu pengganti agar Mama bisa segera memiliki cucu dan aku memiliki anak. Aku pikir, Alma akan menerima dan menyayangi anakku nanti meski itu terlahir dari wanita lain, makanya aku mencari seseorang yang bersedia hamil dan mengandung anak untukku. Hingga akhirnya, aku pun melakukan pernikahan kontrak demi menghadirkan anak dan cucu untuk Mama, karena yang terpikir oleh ku saat itu hanyalah itu Ma. Apalagi, kondisi Mama yang terus saja drop membuat aku tidak punya pilihan lain selain melakukan pernikahan kontrak dengan wanita lain agar aku bisa memiliki seorang anak. Seorang cucu yang begitu Mama idam idamkan," jelas Abra dengan mata yang berkaca kaca.
"Lalu, siapa wanita itu? Apa kamu yakin dia wanita baik baik? Apa kamu yakin jika dia tidak akan menuntut apapun suatu saat nanti?"
"Namanya Namira Syahra Ma, seorang wanita sederhana dan pekerja keras. Aku tahu, Mama pasti akan berpikiran seperti ini. Tapi aku yakin, setelah Mama melihat dan mengenalnya Mama pasti akan berubah pikiran sama seperti aku yang saat ini tidak ingin kehilangan nya dan juga Darren putra kami,"
"Kenapa kamu bisa seyakin ini? Bisa saja kan dia hanya memanfaatkan kamu dan anak kamu saja?"
__ADS_1
"Itu pasti terjadi jika wanita itu seperti Alma Ma. Tapi tidak untuk Namira, asal Mama tahu. Dulu, dia bahkan pergi begitu saja meninggalkan anaknya padahal dia belum sempat melihat bagaimana rupa dari anak itu. Anak yang selama 9 bulan dia kandung, yang dia rela menahan rasa sakit selama berjam jam demi melahirkan anak itu. Tapi Mam tahu? Apa yang dia lakukan setelah melahirkan Darren? dia langsung pergi Ma, dia langsung pergi begitu saja hanya karena dia ingin melaksanakan kewajiban nya sesuai dengan isi kontrak yang telah kami sepakati. Selama bertahun tahun dia juga harus menyembunyikan semua fakta ini dari mendiang ibunya, selama bertahun tahun juga dia harus menahan rindu pada putranya yang tidak bisa dia temui hanya karena mengikuti kontrak kesepakatan itu. Mama bisa bayangkan, bagaimana menderitanya Namira selama ini. Tapi dia tidak pernah mendatangiku Ma, dia tidak pernah menuntut apapun dariku, dia bahkan menelan sendiri semua kapahitan hidupnya. Kini, wanita itu tengah terbaring tak berdaya dirumah sakit karena luka tembak Ma. Bahkan dia juga rela kehilangan nyawa nya demi melindungi Darren dari orang yang berniat membunuhnya." jelas Abra dengan suara yang bergetar menceritakan bagaimana pengorbanan Namira selama ini.
Mama Wanda hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasan yang diberikan oleh Abra saat ini. Semua ini terlalu mengejutkan untuknya, tapi semua sudah terjadi. Dan saat ini, memperjelas semuanya mungkin jalan yang terbaik.
Mama Wanda akan memastikan sendiri, bagaimana wanita yang dipilih oleh anaknya itu. Wanita yang dipilih oleh Abra untuk menjadi ibu pengganti, agar dirinya memiliki keturunan. Sang calon pewaris dari kerajaan perusahaan Adhijaya corp.
"Dirumah sakit mana?"
"Dirumah sakit mana wanita itu dirawat? Mama ingin bertemu dengan nya. Mama bolehkan bertemu dengan nya?"
Abra terdiam sejenak, mencoba menelaah pernyataan dari mama Wanda. Jujur, ada rasa takut jika sang mama akan melakukan hal yang akan menyakiti Namira.
__ADS_1
Melihat bagaimana sayang nya dulu Mama Wanda pada Alma. Tidak menutup kemungkinan jika mama Wanda akan melakukan hal yang mungkin akan melukai hati Namira.
Hingga kata 'iya' pun begitu sulit terucap dari mulut Abra untuk menjawab pertanyaan sang mama yang ingin menemui Namira.
Melihat tatapan aneh dari putranya, mama Wanda hanya bisa menghela nafas panjang dan berat sebelum akhirnya kembali melanjutkan ucapannya.
"Tenanglah, tidak usah khawatir seperti itu. Mama hanya ingin melihat bagaimana wajah dari wanita yang sudah memberikan cucu untuk Mama,"
"Tapi janji dulu. Mama tidak akan melakukan hal yang akan menyakitinya,"
"Ya ampun anak ini, posesif sekali. Memang nya Mama ini nenek sihir yang jahat apa? Keterlaluan sekali kamu ini Ham," cebik nya memukul bahu kokoh Abra.
__ADS_1