Aku Ibunya

Aku Ibunya
54. Obsesi Sela/Amanda


__ADS_3

Tubuh Namira tertegun dan juga tersentak hebat saat benda aneh itu menembus dada sebelah kiri nya. Hingga cairan merah keluar dari tubuhnya, Namira masih diam membeku, masih belum bisa mencerna semua yang terjadi saat ini.


Belum lagi reda keterkejutan nya dengan penculikan yang di alami oleh dirinya dan juga Darren. Kini Namira harus kembali dibuat terkejut dengan arahan senjata api yang di arahkan oleh Sela pada Darren, putranya.


Tanpa pikir panjang, Namira pun segera bangkit untuk menutupi tubuh mungil sang anak yang sudah lemas tak berdaya karena ketakutan. Hingga sebuah ledakan dari senjata api pun terdengar dan Namira mulai merasakan sesuatu menusuk dan masuk kedalam tubuhnya.


Pandangan Namira kini mulai mengabur dan detik detik kemudian, pandangan itu mulai menggelap dan akhirnya Namira pun jatuh tidak sadarkan diri dengan darah yang memenuhi seluruh tubuhnya.


Abra yang melihat itu semakin naik pitam, Abra langsung berlari ke arah Sela dan memukul wanita itu hingga tubuh ramping Sela tersungkur di salah satu sudut ruangan.


"Brengsek kamu Amanda, aku tidak akan memaafkan apa yang sudah kamu lakukan pada anak dan istriku,"


Abra mencengkram kuat kerah baju yang dipakai oleh Sela atau Amanda. Wanita itu bukan nya merasa takut, tapi dia malah menyeringai penuh dengan ejekan pada Abra yang sudah tidak kuasa lagi menahan segala amarahnya.


Hampir saja Abra melayangkan kembali pukulan nya, namun dengan cepat Marco mencegah hal itu. Karena melihat Namira yang sudah tidak sadarkan diri dan membutuhkan pertolongan secepatnya.


"Stop Ham, stop. Biar aku yang tangani dia, sekarang lebih baik kamu bawa Namira dan Darren pergi dari sini. Namira harus dibawa kerumah sakit secepatnya,"

__ADS_1


Mendengar itu, Abra pun mulai tersadar lalu mengalihkan pandangan nya pada sang anak yang terlihat gemetar ketakutan dan juga Namira yang sudah tergeletak tak berdaya dengan darah yang sudah memenuhi tubuhnya tepat didepan sang anak.


Tanpa berpikir panjang, Abra pun langsung bangkit dan beranjak menuju ke arah Namira dan juga Darren. Abra langsung mengangkat tubuh lemas Namira lalu mencari seseorang untuk membantunya membawa sang anak keluar dari rumah itu.


"Biar saya yang membawa tuan muda, tuan." ucap salah satu anak buah Marco yang saat itu ikut masuk mengikuti jejak atasan nya.


"Baik, bawa ke mobilku sekarang juga."


"Baik, tuan."


"Biar saya yang bawa mobilnya tuan," cegah pemuda itu saat Abra akan membuka pintu mobil sebelah kursi kemudi.


"Ok. Langsung kerumah sakit saja,"


"Baik tuan, masuk dan temani nyonya dan tuan muda saja dibelakang,"


"Hhhmmm,"

__ADS_1


Setelah semuanya masuk kedalam mobil, pemuda itu pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan di tas rata rata.


Berhubung waktu sudah malam dan juga lingkungan itu yang cukup sepi, maka cukup aman meski berkendara dengan kecepatan tinggi.


Meski begitu, sang pemuda juga harus memikirkan keselamatan orang orang yang dibawanya, jadi dia membawa kendaraan itu tidak terlalu kencang namun tidak pelan juga.


Sementara diruangan yang tadi ditempati untuk menyekap Namira dan Darren. Tampak Marco menatap dingin seorang wanita dengan lebam diwajahnya dan sedikit darah yang keluar dari sudut bibir nya, akibat dari pukulan yang diberikan oleh Abra padanya tadi.


"Ckckck, aku tidak menyangka jika obsesimu itu masih saja mengalahkan akal sehatmu." cibik Marco pada wanita yang kini sudah duduk tidak berdaya karena kaki dan tangan nya sudah di ikat oleh Marco.


"Cuih, berhenti menghalangiku untuk mendapatkan Abraham. Sampai mati pun, aku tidak akan pernah berhenti,"


"Amanda, Amanda. Kapan kamu akan menyadari jika Abraham tidak pernah mencintaimu. Bahkan melihatmu sebagai wanita pun tidak pernah, bagi Abraham. Kamu adalah adik kecil yang sudah dia rawat dan dia jaga sedari kecil,"


"TAPI AKU BUKAN ADIKNYA, dan jangan pernah lagi menyebutku sebagai adiknya. Akan aku pastikan jika dia akan jatuh ke tangan ku,"


"Tapi kalian, memiliki AYAH yang sama. Ingat itu Amanda Herliana Adhijaya. Bawa dia pergi, pastikan jika dia tidak pernah lagi mendekati Abraham dan keluarganya. Dasar wanita gila."

__ADS_1


__ADS_2