
Braakkkk
Kedua orang yang saat ini tengah fokus membahas salah satu berkas kerja sama dengan perusahaan besar lain nya, dibuat kaget dengan suara pintu yang dibuka dengan kasar.
"Ma_maaf tuan, saya sudah berusaha mencegah nyonya untuk masuk," ucap seorang gadis yang merupakan sekertaris dari CEO perusahaan itu setelah masuk mengikuti kedalam ruangan sang atasan.
"Tidak apa apa. Marsel, tolong selesaikan berkas ini secepatnya. Dan kalian berdua, boleh tinggalkan ruangan ini," titah Abra yang di angguki oleh Marsel sekertaris yang bernama Dina itu.
Mersel dan Dina pun akhirnya meninggalkan ruangan sang atasan. Dan meninggalkan Abra dan Alma saja, seketika suasana tegang pun menyelimuti keduanya.
"Apa ini Mas?" tanya Alma to the point.
Alma terlihat menyodorkan sebuah map yang berisikan surat gugatan cerai yang dilayangkan oleh Abra pada dirinya.
__ADS_1
"Aku rasa kamu bisa membaca dengan jelas apa isi dari map itu." jawab Abra dengan ekspresi datar dan dingin.
"Iya, tapi kenapa Mas? Kenapa pernikahan kita harus berakhir?" tanya Alma tidak terima dengan keputusan yang Abra ambil.
"Baik, bisa katakan padaku, satu hal saja. Apa alasan kuat untuk aku tetap mempertahankan pernikahan ini? Jika itu masuk akal dan bisa memberikan good influence untuk aku dan hidupku, maka aku akan mencabut gugatan cerai itu,"
Alma terdiam, Alma tampak berpikir good influence apa yang bisa dia berikan untuk Abra. Akhirnya, Alma pun hanya bisa terdiam saat mengingat jika dirinya tidak bisa memberikan apa apa untuk pria itu.
Berkat Abra lah, Alma bisa mencapai kesuksesan seperti saat ini. Namun apa yang Alma berikan untuk Abra sebagai timbal balik dari apa yang Abra berikan? Jawaban nya tidak ada.
Bahkan Abra hanya minta satu hal pun Alma tidak bisa memberikan nya. Keturunan, Abra hanya meminta diberi keturunan. Namun Alma juga tidak bisa memberikan itu pada suaminya. Bahkan Abra harus berjuang dengan menyewa rahim wanita lain demi mendapatkan katurunan dan ahli waris untuk semua kekayaan nya saat ini.
"Bagaimana? Kenapa diam?" tanya Abra memecah keheningan.
__ADS_1
"Pernikahan itu tidak cukup hanya dengan memiliki suami kaya, istri yang cantik yang seorang model terkenal. Tidak hanya itu Alma Fahira, harus ada faktor lain yang mendukung kuatnya pondasi pernikahan. Salah satu nya adalah keturunan,"
Deg...
Mendengar itu, Alma langsung mendongakkan kepalanya. Dia tidak menyangka jika Abra akan mengungkit kekurangan yang selama ini tersimpan dengan rapih sampai tidak ada yang tahu akan hal ini.
"Kamu meninggalkan aku karena aku mandul Mas?"
"Jika aku meninggalkan mu karena itu. Kita sudah berpisah sejak 10 tahun yang lalu Alma. Perlu kamu ingat, aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Biar aku perjelas, aku menggugat cerai kamu, itu karena perlakuan kasar dan ketidak pedulian mu pada Darren putraku. Seandainya kamu bisa menyayangi dan merawatnya dengan baik, maka kata cerai tidak akan pernah ada didalam benakku. Tapi melihat bagaimana kondisi Darren saat ini, aku tidak bisa lagi memaafkan apa yang kamu lakukan padanya,"
"Mas pikir, didunia ini akan ada wanita yang menyayangi anak hasil dari perselingkuhan suaminya? Tidak ada Mas, tidak akan pernah ada. Begitu pun dengan aku, sulit rasanya menerima kehadiran anak, darah daging suami kita yang lahir dari wanita lain,"
"Tapi berkat dia, nama baik kamu terselamatkan Alma. Dan perlu kamu ingat, jika Darren hadir bukan karena perselingkuhan. Dia hadir karena ke egoisan kamu dan aku yang terlalu memikirkan nama baik dan sebuah obsesi."
__ADS_1