Aku Ibunya

Aku Ibunya
71.Dua Hari Kebelakang


__ADS_3

***


*Flash back 2 hari yang lalu...


Tok


Tok


Ceklek


Namira mengerutkan dahinya saat membuka pintu rumahnya, tampak seorang wanita paruh baya berdiri tepat didepan pintu rumah itu.


"Maaf, anda mencari siapa ya?" tanya Namira pada wanita paruh baya itu.


"Kamu, saya mencai kamu Nak Namira,"


Deg...


Namira tersentak kaget saat wanita paruh baya itu mengatakan jika dia tengah mencari dirinya. Yang membuat Namira semakin kaget adalah, Bahkan wanita paruh baya itu mengetahui namanya.


"Kalau boleh tahu, ada masalah apa ya Bu? Sampai Ibu mencari saya?"


"Lebih baik sekarang kamu ikut saya dulu, cucu saya ingin sekali bertemu dengan mu. Tapi dia tidak bisa kemari karena semalam dia demam tinggi dan tadi dia baru tertidur setelah saya setuju untuk menjemput kamu dan membawa kamu kerumah,"


"Cucu Ibu? Memang nya siapa cucu Ibu itu? Apa saya mengenalnya?"


"Kamu sangat mengenalnya Namira. Dia, Darren, Darren Adhijaya. Putramu."


Seketika mata Namira membulat sempurna saat wanita paruh baya itu mengatakan jika dia mencarinya karena atas permintaan dari Darren, putranya.

__ADS_1


"Da_dari mana I_Ibu tahu hal ini?" tanya Namira dengan nada yang bergetar penuh dengan rasa takut.


Belum lagi tatapan tajam yang dilayangkan oleh mama Wanda membuat seluruh tubuh Namira meremang dan tegang.


"Tentu saja dari putraku. Suamimu itu, dia adalah putra sulung dari keluarga Adhijaya. Suryo Adhijaya adalah ayah dari Abra dan aku adalah istri dari pria tua itu. Aku ini ibu mertuamu Namira,"


Deg...


Jantung Namira terasa menghilang dari tempatnya, lutut nya pun terasa begitu lemas sekarang. Entah apa yang harus dia lakukan saat ini.


Namira belum siap jika harus bertemu dengan ibu mertuanya sekarang. Bahkan Abra tidak berkata apapun prihal kedua orang tuanya, sebelum pria itu pergi ke luar kota.


Lalu, bagaimana ini? Apa yang harus dia lakukan sekarang? Bagaimana dia harus bersikap didepan orang terpenting di keluarga Adhijaya? Entahlah, pikiran Namira buntu sekarang.


Saking kaget dan gugupnya, Namira sampai lupa untuk mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumahnya.


*


*


Deg...


Lagi lagi jantung Namira dibuat berolah raga dengan senam jantung. Belum lagi reda keterkejutan nya dengan kedatangan sang ibu mertua.


Kini Namira kembali dibuat kaget dengan penuturan Mama Wanda tentang panggilan yang disematkan oleh Mama Wanda padanya.


"Mama? Jangan jangan?"


...Namira langsung refleks menutup mulutnya yang menganga karena kaget dengan pemikiran nya sendiri. Lalu detik kemudian Namira terlihat menggeleng kecil, demi menepis pemikirannya saat ini....

__ADS_1


"Tidak, tidak mungkin. Darren tidak mungkin tahu akan hal ini," gumam nya lagi bermonolog seorang diri


"Mama, Darren kangen Mama," lirih anak kecil itu merentangkan tangan nya seperti minta dipeluk atau digendong.


Meski ragu, Namira pun akhirnya mendekat lalu memeluk erat tubuh mungil yang suhu badan nya masih terasa panas. Bahkan wajah tampan nya sampai memerah efek dari demam itu.


"Mama, Darren kangen sama Mama," lirihnya lagi.


"Iya sayang, Mama juga kangen sama Darren. Sekarang Mama kan sudah disini, jadi Darren sekarang istirahat ya,"


"Mau tidur ditemani Mama,"


"Iya boleh sayang, kita tidur bareng ya?"


"Iya Ma,"


Namira pun mulai merubah posisinya yang awalnya duduk dibibir ranjang. Kini sudah berbaring disamping Darren. Keduanya pun tampak menutup mata secara bersamaan.


*


*


"Bagaimana Darren bisa tahu tentang saya Bu? Padahal saya dan Mas Abra sudah berusaha untuk menyembunyikan hal ini. Dan rencananya, bulan depan kami akan menyusul dan menjelaskan semua padanya,"


"Nanti saja Mama ceritanya, setelah Abra kembali dari luar kota. Sekarang, lebih baik kamu istirahat. Kamu pasti lelah setelah seharian menemani Darren, gunakan saja kamar Abra. Toh nanti setelah kalian kembali menikah itu akan jadi kamar kamu juga,"


* Flash Back Off.


*

__ADS_1


***


__ADS_2