
Abra menatap secara bergantian dua orang yang kini berbaring tidak sadarkan diri di brangkar yang berbeda namun dikamar yang sama.
Satu jam yang lalu, Darren mengalami demam tinggi. Mungkin efek dari rasa shock dan juga takut pasca penculikan yang dia alami.
Dan hal itu mengharuskan Darren dirawat, Abra pun meminta pihak rumah sakit agar menempatkan Namira dan Darren dalam satu kamar agar dirinya bisa menjaga keduanya secara bersamaan.
Dan setengah jam setelah Darren menempati kamar rawatnya. Namira pun selesai menjalani operasinya.
Beruntung peluru yang masuk kedalam tubuh Namira tidak mengenai organ vital yang ada ditubuh wanita itu, hingga operasi berjalan lancar dan Namira pun baik baik saja. Kini hanya tinggal menunggu Namira terbangun dari tidurnya saja.
"Pulanglah, wajahmu sudah menunjukan kalau kamu juga butuh istirahat," ucap Marco yang saat itu datang untuk membawakan makan siang untuk Abra.
"Aku baik baik saja, jangan khawatir,"
"Iya, aku percaya. Lagi pula, sejak kapan seorang Abraham tidak baik baik saja? Semua nya akan selalu baik baik saja ditangan nya, bukan begitu? Tapi Ham, setidaknya kamu pulang dulu untuk mandi dan beristirahat sejenak dari semua kekalutan ini. Putra dan istrimu biar aku yang menjaga mereka, pulanglah, mandi dan makan lah dirumah. Setelah itu kamu bisa kembali kemari, jangan biarkan istri dan anakmu melihat kondisimu yang berantakan seperti ini,"
Abra termenung sejenak sebelum akhirnya dia mengangguk setuju dengan usulan yang diberikan oleh Marco.
__ADS_1
Benar apa yang dikatakan oleh Marco, Namira dan Darren tidak boleh melihat nya dalam kondisi yang berantakan seperti saat ini.
Dia harus terlihat baik baik saja didepan istri dan anaknya meski pada kenyataan nya, Abra jauh lebih berantakan lagi saat ini.
Penculikan anak dan istrinya membuat pria bertubuh kekar itu kini tampaknya harus lebih protektif lagi. Bahkan untuk saat ini, rasanya masih sulit mempercayakan lagi hidup sang anak pada orang asing.
Hingga akhirnya, Abra pun memutuskan untuk membawa Namira untuk tinggal bersama dengan nya. Bahkan tanpa sepengetahuan Namira, Abra sudah mencabutnya sebagai tenaga pengajar disekolah tempat sang anak bersekolah agar Namira bisa lebih fokus untuk mengurusi Darren saja.
Abra pun sudah bertekad, jika setelah ini dia akan mempublikasikan pernikahan nya bersama dengan Namira. Meski akan ada banyak perdebatan dan juga pro dan kontra, namun Abra tidak peduli.
Setelah menitipkan Namira dan juga Darren pada Marco, Abra pun langsung pergi meninggalkan ruangan dimana istri dan anaknya dirawat.
Setibanya diparkiran, Abra langsung masuk kedalam mobil yang pintu mobilnya sudah dibukakan oleh Boy yang saat ini akan menjadi supir untuk keluarganya.
"Silahkan masuk tuan,"
"Tolong antar aku pulang ya Boy, aku perlu mandi dan berganti pakaian,"
__ADS_1
"Baik tuan,"
Abra pun langsung masuk kebagian belakang mobil itu. Abra menyandarkan tubuh lelahnya dijok mobil dengan mata yang terpejam.
Bahkan, saking lelahnya dengan semua yang terjadi hari itu, tanpa sadar Abra pun mulai terlelap. Hingga mobilnya memasuki halaman rumah, Abra masih saja terlelap.
Dengan terpaksa, Boy pun membangunkan sang majikan setelah setengah jam menunggu namun Abra tidak kunjung terbangun.
"Maaf tuan, tapi kita sudah sampai," ucap Boy dengan sangat hati hati.
Abra pun mulai mengerjapkan matanya, menatap sekeliling lalu segera keluar dari mobil. Abra terus melangkah memasuki rumah mewahnya.
Namun seketika, langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita tengah menunggu kepulangan nya. Bahkan wanita itu langsung berdiri lalu menghampiri Abra dan langsung memeluk tubuh kekar itu, saat melihat Abra memasuki rumah.
"Masalah baru apa lagi ini?" gumam nya dalam hati, mengabaikan wanita yang kini memeluk erat tubuh nya. Matanya memejam saat merasakan kepalanya berdenyut.
Sungguh, Abra sangat lelah saat ini. Dan jika bisa meminta, bolehkan nanti saja 'Masalah baru' itu untuk datang. Saat ini, Abra hanya butuh untuk beristirahat sejenak. Iya, sejenak saja, sebelum akhirnya dia kembali dihadapkan dengan masalah yang membutuhkan proses yang panjang untuk menyelesaikan nya.
__ADS_1