Aku Ibunya

Aku Ibunya
74.Merajuk


__ADS_3

***


Tok


Tok


"Sayang, ayo dong buka pintunya. Katanya kangen sama Papa sama Mama," ucap Abra untuk kesekian kalinya pada sang anak yang tengah mengurung diri didalam kamar.


"Papa Sama Mama kenapa bohong? Katanya mau bawa oleh oleh adek bayi, mana, dua koper itu isinya mainan semua. Tidak ada adek bayinya," seru sang anak dari dalam kamarnya.


Abra kembali dibuat menghela nafas panjang saat sang anak merajuk karena tidak dibawakan adek bayi saat kedua orang tuanya itu pulang dari bulan madu.


Darren begitu sumringah menyambut kedatangan kedua orang tuanya saat pulang dari bulan madu. Anak kecil itu bahkan begitu antusias saat membuka dua buah koper yang dibawakan oleh Abra dan Namira sebagai oleh oleh untuknya.


Namun, seketika wajah sumringah itu lenyap dari wajah tampan Darren saat dia tidak mendapati adek bayi dalam versi dirinya didalam dua buah koper itu.


Darren pun akhirnya merajuk dan tidak mau keluar dari dalam kamar karena Papa dan Mama nya tidak membawakan adek bayi yang sudah dia pesan beberapa hari yang lalu itu.


"Masih belum mau keluar Mas?" tanya Namira saat menghampiri sang suami yang sudah terlihat putus asa saat membujuk sang anak yang tengah merajuk.


"Bantu aku dong sayang, bujuk dia agar mau keluar. Dia belum makan sama sekali dan aku khawatir dengan kondisi kesehatan nya,"

__ADS_1


"Baiklah. Sana, lebih baik Mas ambilkan makan malam untuknya. Biar aku yang bujuk Darren."


Abra pun akhirnya menyerah dan menyerahkan urusan anaknya pada sang istri dan Abra lebih memilih untuk mengambil makan malam untuk Darren saja.


Tok


Tok


"Sayang, kamu dengar Mama kan. Ini Mama Nak, Mama punya berita bagus untuk Kak Darren. Kakak Darren mau dengar nggak kabar bahagia dari Mama?"


Ceklek


Ajaib, baru saja Namira berkata demikian sang anak tampak langsung luluh dan membuka pintu kamar itu. Berbeda dengan Abra yang bahkan hampir kehilangan suaranya namun Darren sama sekali tidak perduli dan tetap menutup pintu itu rapat rapat.


Darren mengangguk, lalu berjalan lebih dulu ke arah ranjang miliknya. Lalu duduk kembali di ranjang itu setelah membukakan pintu untuk sang Mama.


Melihat sang anak yang sudah duduk dengan tenang membuat Namira pun akhirnya ikut duduk disamping Darren, lalu merogoh saku celana kulot yang saat ini tengah dia pakai.


Namira mengeluarkan selembar foto hitam putih dengan gambar yang sangat aneh hingga membuat putranya itu mengerutkan dahi.


"Itu apa Mah?" tanya Darren saat melihat Namira mengeluarkan foto aneh itu.

__ADS_1


"Kakak tahu nggak ini foto apa?" tanya Namira memperlihatkan gambar yang ada di kertas kecil itu.


"Nggak, gambar nya ga kelihatan. Aneh sekali, kok ada ya yang bikin gambar seaneh itu?"


Namira terkekeh saat mendengar gerutuan sang anak saat melihat gambar yang tadi dia perlihatkan.


"Kakak tahu, ini adalah foto calon adek bayi yang Kakak inginkan," jelas Namira yang membuat Darren semakin mengerutkan dahinya.


"Aku ini mau adek bayi yang bentuknya seperti boneka tapi dia hidup Mama. Bukan gambar aneh begini,"


"Tapi ini beneran calon adek bayi Kakak. Sini deh, lihat ini,"


Namira pun mengeluarkan ponsel miliknya lalu membuka kanal youtube dan membuka video bagaimana proses tumbuhnya sebuah janin di dalam rahim. Mulai dari sel telur yang dibuahi hingga akhirnya menjadi bayi sempurna dan itu membuat Darren merasa takjub saat melihat video itu.


"Jadi, foto ini foto calon adek bayi yang ada didalam perut Mama ya?" tanya Darren meyakinkan.


"Iya sayang, disini ada calon adek bayi yang 8 bulan lagi baru bisa bertemu dengan Kakak Darren." jawab Namira tanpa menyadari jika ada seseorang yang dibuat kaget hingga tubuhnya mematung diambang pintu saat mendengar kabar bahagia itu.


"Apa kamu bilang tadi? Darren akan punya adik? Serius sayang? Serius kalau kamu sedang hamil?" seru Abra yang seketika tidak bisa lagi menutupi rasa bahagianya saat melihat anggukan kepala dari Namira.


*

__ADS_1


****


__ADS_2