
"Halo, ada ap____"
"Darren, apa dia ada bersama mu?" potong Abra karena sudah tidak sabar ingin mengetahui kabar sang anak.
"Tidak, dia sudah pulang bersama dengan pengsuhnya. Kenapa bertanya? Bukan nya tadi kamu yang menyuruhnya datang menjemput?" tanya balik Namira mulai merasakan firasat buruk prihal keberadaan sang anak.
"Sial," umpat Abra tanpa disengaja disaat sambungan telpon nya masih terhubung.
"Apa kamu bilang?"
"Ah, maaf. Bukan untuk kamu, pulanglah pastikan dirimu baik baik saja. Hubungi aku jika sesuatu terjadi atau jika ada hal yang mencurigakan langsung telpon aku, ok,"
"Tapi ada apa? Apa sesuatu terjadi pada Darren?"
"Nanti aku kabari, aku juga tengah mencari informasi tentang keberadaan nya sekarang,"
"Apa maksudmu Mas? Apa yang terjadi pada Darren?"
"Tenanglah, akan aku pastikan tidak akan terjadi sesuatu pada anak kita. Tuuuuutttttt,"
Seketika tubuh Namir merasa bergetar dan juga lemas. Firasat buruk tentang sang anak pun kini terbukti dengan hilangnya Darren dari pengawasan nya dan juga pengawasan sang ayah.
__ADS_1
Namira memegang dadanya yang mulai terasa sesak. Berulang kali Namira menghela nafas demi menetralkan perasaan nya dan juga mencoba tenang. Namun rasa khawatir dan juga cemas tentang keberadaan sang anak kini lebih mendominan tubuhnya.
Tidak ingin berpikiran yang aneh aneh dan berpraduga tidak menentu, akhirnya Namira pun melanjutkan langkahnya menuju ke pintu gerbang untuk menghentikan taksi yang melintas.
Dengan menggengam erat ponsel miliknya, Namira menunggu taksi dengan tidak tenang. Rasa takut akan terjadi sesuatu pada sang anak kini kian besar tatkala ponsel yang Darren bawa tidak bisa dihubungi.
''Kamu kemana sih sayang? Kenapa ponsel kamu mati, padahal tadi batrai nya terisi penuh," gumam Namira berbicara dengan dirinya sendiri.
Tidak lama kemudian, sebuah taksi pun melintas di depan Namira. Dan seteleh menaiki taksi itu, Namira pun segera menunjukan sebuah alamat dimana dirinya mungkin akan menemukan Darren disana.
.
***
***
.
"Sial," umpat Abra lagi saat mencoba melacak keberadaan sang putra lewat GPS yang terhubung dari ponselnya ke ponsel milik Darren. Namun sayang GPS itu pun mati dan sudah tidak terhubung lagi.
Hingga Abra pun kesulitan untuk mencari keberadaan Darren saat ini. Tidak putus akal disitu saja. Abra pun mulai menghubungi seluruh anak buah Marco untuk membantu mencari keberadaan putra nya itu.
__ADS_1
"Tenanglah, kita akan mengerahkan semua anak buahku untuk mencari dimana putramu," ujar Marco menenangkan sahabatnya yang kini terlihat begitu kalut.
"Aku tidak menyangka, jika dia akan kembali. Aku bahkan tidak mengenalinya karena dia sudah banyak sekali berubah," jawab setelah mengetahui siapa sebenarnya Sela.
Sela? Iya, Sela. Saat ini ada kemungkinan jika Sela telah membawa Darren dan menculiknya. Setelah mendapatkan informasi yang Marco bawa, Abra baru tahu jika Sela adalah orang yang dulu pernah dia kenali dengan baik.
Hanya saja, Sela merubah wajahnya menjadi berbeda dengan terakhir mereka bertemu.
"Dia merubah wajahnya, tentu saja kamu tidak mengenalinya. Sepertinya, dia masih menaruh dendam tentang penolakanmu dulu,"
"Cih, dia bermain gila dibelakangku dan saat hamil meminta pertanggung jawaban ku. Dasar wanita gila, menyentuhnya saja tidak. Bagaimana bisa dia hamil anakku, beruntung saat itu aku sudah jatuh cinta pada Alma,"
"Dan sayang, kamu lagi lagi jatuh cinta pada wanita yang salah," potong Marco mengetahui perjalanan cinta hingga pernikahan yang dijalani oleh sahabatnya itu.
"Ck, berhentilah mengejekku. Kamu pikir aku ini cenayang yang bisa melihat bagaimana masa depan ku nanti. Hingga aku bisa memilih siapa wanita yang akan aku nikahi dan siapa wanita yang akan memberikanku keturunan. Menyebalkan," gerutu Abra saat lagi lagi dirinya mendapat ejekan karena menikahi wanita egois seperti Alma.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan pada wanita itu?"
"Akan aku pastikan dia akan hanis ditanganku jika dia berani menyentuh, apalagi melukai putraku,".
.
__ADS_1
***
"Mohon di bantu koreksinya jika ada yang kurang berkenan di hati Reader semua. Insya Allah akan Othor usahan memperbaiki semuanya, hingga Reader semua nyaman saat membaca setiap karya Othor. Terima kasih sebelumnya, love banyak banyak untuk kalian." ♥️♥️♥️