Aku Ibunya

Aku Ibunya
57.Tabir Rahasia


__ADS_3

"Lepas Alma, aku lelah," ucap Abra berusaha melepaskan belitan tangan Alma yang melingkar di tubuh kekarnya.


Namun wanita cantik itu begitu kuat mengunci tubuh kekar Abra. Alma pun mendongakkan kepalanya lalu tersenyum cukup manis hingga membuat Abra memicingkan matanya, curiga dengan sikap aneh sang istri saat ini.


"Ada Mama, jangan sampai Mama tahu kondisi kita. Kamu, tidak maukan kalau Mama kembali drop karena tahu kondisi rumah tangga kita," bisik Alma mulai menggerayangi tubuh Abra dan mencoba membangkitkan hasrat pria itu dengan menyentuh area sensitif nya.


Namun tampaknya, Alma berekspetasi terlalu tinggi. Hingga Alma dibuat kaget dengan respon yang diberikan oleh Abra yang tidaklah sesuai dengan ekspetasi nya.


Geram dengan tingkah sang istri yang penuh dengan kepalsuan dan sandiwara, Abra pun langsung menghempaskan tubuh ramping itu dengan cukup kasar hingga tubuh Alma pun terjengkang kebelakang lalu terjatuh di atas sofa.


"Sayang? Kamu kenapa? Apa terjadi sesuatu yang buruk," tanya Alma lagi yang langsung bangun dari duduknya lalu kembali menghampiri Abra dan mencoba tetap bersikap tenang dan lembut.


"Berhenti lah berpura pura Al, aku lelah dengan semua ini. Cukup, Ok," jawab Abra menekan semua kesabaran yang masih dia punya.


"Tapi sayang, ak_____"


"CUKUP ALMA FAHIRA, aku bilang cukup. Stop bersikap seolah olah semua baik baik saja, aku muak Alma, Aku bahkan sangat MUAK dengan semua ini,"

__ADS_1


Alma tersentak hebat saat Abra membentaknya, suara pria itu benar benar memekik hingga menggema diseluruh ruangan rumah mewah itu.


Memecah keheningan yang ada, namun tiba tiba sebuah suara lembut datang menghampiri indra pendengar Abra dan menjeda kemarahan Abra pada istrinya yang sudah tidak terbendung lagi.


"Ada apa ini? Kenapa kamu berteriak pada istrimu Ham? Apa yang terjadi?"


Seketika, perhatian Abraham yang tadinya menatap nyalang pada sang istri kini teralihkan pada sosok wanita paruh baya yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.


"Mama, kapan Mama datang? Kenapa tidak memberitahu aku? Aku kan bisa jemput Mama dibandara," tanya Abra menekan rasa kesalnya pada Alma lalu mengalihkan perhatiannya pada sang mama.


"Ah, maaf. Sepertinya aku lupa mengisi daya nya karena terlalu panik saat Darren sakit dan harus dirawat,"


"Darren sakit? Alma, ada apa ini? Kenapa kamu tidak memberi tahu Mama kalau Darren sakit? bahkan sampai dibawa ke rumah sakit?" cecar mama Wanda pada menantunya itu.


Alma kini dibuat salah tingkah dengan pertanyaan yang diberikan oleh mama Wanda, karena dia benar benar tidak tahu kabar sakitnya Darren. Bahkan hingga anak kecil itu masuk rumah sakit, atau lebih tepatnya. Alma sama sekali tidak peduli apapun tentang anaknya itu.


Namun, tidak mungkin juga Alma menunjukan sikap itu didepan mama mertua yang selama ini menjadi kunci, utuhnya rumah tangga nya bersama dengan Abraham.

__ADS_1


"Maaf Ma, akhir akhir ini jadwalku padat sekali hingga aku tidak tahu kalau Darren sakit. Lalu bagaimana dengan keadaan nya sekarang Mas?" jawab Alma mencoba memasang wajah yang khawatir.


Namun melihat itu, Abra hanya mencebik kesal. Dia tidak habis pikir, kenapa dulu dia bisa sangat mencintai wanita seegois Alma. Yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan karir nya saja.


Bahkan terhadap anak yang sudah menyelamatkan pernikahan mereka pun Alma tidak pernah memberikan perhatian nya sama sekali. Dan hal itu sudah membuat Abra muak setengah mati.


"Tentu saja dia baik baik. Seandainya saja tidak ada IBU KANDUNG nya yang rela kehilangan nyawa demi melindungi nya. Mungkin saat ini, nama Darren hanya tinggal nama nya saja," tegas Abra menekan kata 'Ibu Kandung' dalam penjelasan nya yang bukan hanya membuat mata Alma membulat sempurna namun juga mama Wanda yang langsung menoleh pada sang anak.


Tubuh Alma meremang sempurna lengkap dengan rasa tegang saat tatapa tajam dilayangkan oleh mama Wanda terhadap dirinya.


Sungguh, Alma belum siap membuka tabir rahasia. Jika selama ini dirinya sudah tidak memiliki rahim lagi, bahkan dari awal pernikahan nya bersama dengan Abraham terjalin.


.


*****


"Maaf ya, Othor baru sempat up dikamar ini. Semoga masih setia menunggu ya. Besok insya Allah akan Othor maksimalkan lagi up nya. Terima kasih, love banyak banyak untuk kalian."

__ADS_1


__ADS_2