Aku Ibunya

Aku Ibunya
72.Menikah Ulang


__ADS_3

***


"Apa? Menikah ulang?"


Pekikan itu seketika memenuhi setiap sudut ruang rumah mewah milik Abra. Saat sang mama melarang keduanya untuk satu kamar sebelum kembali melaksanakan ijab kabul ulang.


"Tapi kenapa harus menikah ulang Ma? Aku tidak pernah menjatuhkan talak pada Namira. Dan itu artinya, pernikahan kami masih sah Ma,"


"Hanya ijab kabul yang dibantu oleh seorang ustadz saja Abra. Kata lain nya nikah siri, ini demi mengesahkan kembali pernikahan kamu secara agama. Kalian tidak perlu mengurus dokumen pernikahan ke KUA lagi. Ini hanya menikah secara agama nya saja, biar lebih jelas saja statusnya dan lebih tenang saat kalian melakukan penyatuan nanti. Kalian tidak akan merasa dosa karena kalian sudah kembali resmi menikah. Kalian sudah berpisah terlalu lama dan Mama pikir alangkah lebih baik jika kalian ijab kabul ulang,"


Akhirnya, setelah berbincang dan merenungi apa yang di katakan oleh sang Mama. Akhirnya, Abra pun mengalah dan kembali harus menahan sabar karena sepertinya semesta masih belum mengijinkan dirinya untuk bisa memeluk Namira seperti yang selama ini dia impikan.


*


*


"Saya terima, nikah dan kawin nya Namira Syahra Binti Yadi almarhum dengan mas kawin tersebut, tunai,"


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah,"

__ADS_1


"Sah,"


"Alhamdulillah,"


Namira meraih tangan suaminya untuk disalami dengan takzim, lalu dibalas dengan kecupan sayang penuh rasa rindu yang di lakukan oleh Abra pada istrinya, Namira.


Akhirnya, menikah ulang itu bisa terlaksana tepat satu bulan setelah wacana menikah ulang itu di ungkapkan oleh mama Wanda.


Abra terpaksa kembali menekan rasa sabarnya untuk menikahi Namira karena terhalang jadwal persidangan perceraiannya nya dengan Alma.


Beruntung, Alma yang selalu mangkir dari panggilan pengadilan mempermudah jalan nya perceraian itu.


Hingga putusan sidang pun bisa segera Abra terima karena dalam perceraiannya itu sama sekali tidak ada mediasi.


Dan tidak ada juga gugatan Gono gini akan harta yang mereka miliki. Abra memberikan apa yang menjadi hak Alma selama menikah dengan nya.


Dan Alma pun tidak banyak menuntut mantan suaminya itu. Alma bahkan tidak meminta harta gono gini, yang Alma minta hanya dukungan Abra agar Alma bisa tetap bertahan di dunia selebritis.


Dan tentu saja, Abra tidak keberatan akan syarat perceraian yang di ajukan oleh Alma itu. Selama Alma tidak mengusik anak dan istrinya, sesuatu hal yang mudah bagi Abra jika hanya diminta untuk menjadi sponsor nya.


*

__ADS_1


*


"Aku mandi dulu, rasanya gerah sekali," ucap Abra saat pengantin baru itu tiba dikamar pengantin mereka.


"Iya Mas, aku masih harus menghapus makeup dan melepaskan hiasan kepala ini dulu,"


"Mau aku bantu?"


"Tidak usah Mas, aku bisa sendiri. Mas mandi saja dulu, nanti kita giliran palai kamar mandinya,"


"Kenapa tidak barengan saja sih sayang? Kan biar lebih hemat waktu,"


"Mas saja dulu. Nanti baru aku, sudah sana. Nanti keburu kemalaman, tidak baik untuk kesehatan jika mandi malam malam."


"Iya baik sayangku,"


Abra pun akhirnya masuk seorang diri ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan diri. Sementara Namira sendiri, mulai sibuk menghapus makeup dan dan melepaskan pernak pernik pengantin yang menempel di kepala dan juga di gaun pengantin nya.


Dan setelah Abra selesai dan keluar dari kamar mandi, kini giliran Namira yang masuk untuk membersihkan dirinya dari sisa sisa keringat yang keluar karena aktifitasnya hari ini.


Menjadi pengantin tidak serta merta enak, yang hanya tinggal duduk doang. Semua itu ada perjuangan nya juga. Mulai dari manahan sakit dan pegel di kaki karena berdiri seharian dengan menggunakan heels.

__ADS_1


Belum lagi pusing di kepala karena penggunaan hair piece. Semua itu harus Namira tahan setidaknya, sampai tamu pamit undur diri dari acara tersebut.


Dan rasanya begitu nyaman dan lega, saat air hangat menerpa permukaan kulit tubuhnya. Hingga Namira pun menghabiskan waktu cukup lama didalam kamar mandi itu. Dan itu membuat Abra khawatir.


__ADS_2