Aku Ibunya

Aku Ibunya
75.Hari Bahagia(Tamat)


__ADS_3

***


"Bagaimana ini Ma, kenapa operasinya lama sekali?"


"Tenang sayang, kita berdoa saja. Semoga operasinya lancar, kamu yang tenang dong. Ini bukan pertama kalinya kamu menemani Namira melahirkan, kenapa kamu panik begini?"


"Beda Ma, dulu saat melahirkan Darren dia melahirkan secara normal. Dan sekarang, dia harus menjalani pembedahan, aku benar benar takut Ma,"


"Tidak perlu takut sayang, teknologi kedokteran kini sudah maju dengan pesat, jadi kita tidak perlu khawatir. Mama yakin istri dan anak anakmu pasti baik baik saja," bujuk mama Wanda pada Abra yang terus saja diserang rasa panik yang berlebih hanya karena Namira harus menjalani operasi sesar saat melahirkan anak kembar mereka.


Bahkan saking bawelnya, Abra sampai dikeluarkan dari ruang operasi dikarena dia terus menghalangi dokter yang akan memulai pembedahan pada perut sang istri.


Dan disinilah dia sekarang, berjalan mondar mandir tidak tentu arah yang membuat sang mama dibuat pusing oleh ulah sang anak.


"Ham, bisa duduk tenang nggak sih? Mama pusing lihat kamu terus saja mondar mandir begitu," seru mama Wanda saat melihat Abra tidak henti henti nya berjalan mondar mandir didepannya.


"Aku takut Ma, kenapa sih operasinya lama sekali," gerutu Abra lagi sembari melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan nya.


"Nanti juga selesai Ham. Tenang saja, mereka pasti baik baik saja."


Abra pun kini menuruti apa yang dikatakan oleh sang mama dan mencoba duduk dengan tenang meski hatinya begitu bergemuruh hebat, dipenuhi oleh rasa takut dan juga cemas.


*


*


Akhirnya, setelah hampir dua jam menunggu dengan perasaan yang campur aduk dan tidak menentu.

__ADS_1


Pintu ruangan operasi itu terbuka juga, dan memunculkan sang dokter yang membantu jalan nya operasi sesar yang dilakukan oleh Namira untuk melahirkan putra dan putri yang merupakan anak ke dua dari pernikahan Abra dan Namira.


"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Abra saat melihat dokter keluar dari ruang operasi.


"Nyonya Namira dan kedua bayinya sehat juga selamat. Dan selamat ya Pak, istri Bapak melahirkan bayi kembar pengantin. Nanti setelah masa observasi selesai, pasien dan bayinya akan kami pindahkan ke ruang rawat inap, jadi mohon bersabar untuk menunggu sebentar lagi sampai masa observasi selesai. Baru Bapak bisa bertemu dengan istri dan putra putri Bapak,"


"Baik Dok, terima kasih."


Rasa lega pun akhirnya dirasakan oleh mama Wanda dan juga Abra yang tidak pernah beranjak dari sana selama masa operasi berlangsung.


Akhirnya penantian selama 9 bulan pun terbayar dengan lahirnya dua bayi kembar cewek dan cowok.


*


*


"Wah, mereka lucu lucu sekali ya Ma, Pa. Gemes pengen gendong, boleh nggak?"


"Boleh sayang, tapi Kak Darren nya sambil duduk ya. Biar aman saat gendong adik bayi,"


Darren pun mengangguk lalu berjalan menuju ke arah sofa yang di ikuti oleh sang nene yang membawa salah satu bayi yang ada di antara dua box bayi itu.


"Hai adik bayi, ini siapa namanya Oma? Lucu sekali, kenapa mukanya mirip sekali sama aku?"


"Yang ini namanya Daniel sayang, dan itu yang masih bobo di box bayi nya namanya Diana," jawab sang nenek sembari menunjuk ke arah bix bayi yang masih di isi oleh bayi satu nya lagi.


Sementara Abra dan Namira sendiri tengah asik memperhatikan interaksi antara putra sulung nya dan juga kedua bayi mereka yang baru saja lahir beberapa jam yang lalu itu.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, terima kasih karena sudah kembali berjuang untuk menghadirkan anak anak yang lucu untuk aku," ucap Abra menatap penuh dengan cinta pada sang istri yang baru saja melahirkan anak anak untuknya, untuk kedua kalinya.


"Iya Mas, terima kasih juga karena sudah menjadi suami dan Papa yang terbaik untukku dan untuk anak anak kita,"


"Aku mencintaimu Namira syahra, sangat mencintaimu,"


"Aku mencintai mu Mas Abraham, Cup,"


Tanpa merasa malu atau canggung, Namira dan Abra saling mencium bibir mereka masing masing untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan saat ini.


Sementara mama Wanda hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan sang anak dan menantunya itu. Meski pertemuan dan hubungan Abra dan Namira di awali dengan sebuah kesalahan.


Namun mama Wanda bersyukur, karena pada akhirnya. Abra menemukan kebahagiaan nya dan kini kebahagian itu lengkap sudah dengan kehadiran ketiga putra dan putri mereka.


*


*


...*[TAMAT]*...


"Alhamdulillah, akhirnya END. Kita sudahi kisah nya ya. Biarkan mereka bahagia, dan untuk reader semua. Terima kasih karena sudah setia mengikuti kisah ini dari awal hingga akhir, semoga Allah SWT membalas semua kebaikan kalian semuanya. Love banyak banyak untuk kalian."


*


^^^Salam Sayang^^^


^^^Triyani^^^

__ADS_1


__ADS_2