
Setelah Lulu pergi dari kamar, Kanza duduk di bawah jendela kamar nya, menatap jauh keluar sana entah apa yang sedang Dia pikirkan. dengan air mata yang terus mengalir dari kedua mata nya, sesekali dia menyeka air mata itu. agar dia juga bisa menghapus orang-orang yang sangat dia benci itu .
Kanza membuka buku harian nya, hanya di dalam buku itu lah Dia bisa. menulis semua isi hati nya kekecewaan dan kesedihan nya, Dia begitu terluka atas perbuatan Rehan dan Bayu dua laki-laki yang masuk ke dalam ke hidupan nya, yang membuat dia begitu Trauma untuk membuka hati nya kembali, Kanza merasa ke jujuran nya hanya di sia-sia kan.
Dia berjanji di dalam buku harian nya itu, bahwa dia tidak akan pernah jujur lagi kepada siapa pun, bahkan kepada seseorang yang akan benar-benar ada untuk dirinya nanti, Dia akan membalas perbuatan orang yang telah menghina nya, kepada orang lain, bahkan orang yang terkhir itu benar-benar mencintai dirinya dengan tulus.
Setalah itu baru lah dia akan menghancur kan orang tersebut, sebagaimana orang yang lalu menghancur kan hati nya.
Setelah selesai menulis Diary, Kanza menaruh kembali buku itu ke dalam nakas, kini dia melajukan kursi roda nya keluar kamar, menuju kamar mandi sesampai nya di kamar mandi Kanza menguyur tubuh nya membasahi kepala hingga ujung kaki nya. dia membayang kan Rehan dan Bayu yang telah menyakiti hati dan perasaan nya, berharap dengan air yang mengalir semua sakit hati akan hilang terbawa arus.
Mereka yang hanya mementing kan kesempurnaan saja, bahkan mereka tidak memikir kan bahwa mereka juga memiliki kekurangan.
''Kanza, Marina ada di luar tu, kata nya mau ketemu kamu,''ujar Dewi dari luar kamar.
''Iya kak sebentar lagi Kanza keluar,''sahut Kanza. tidak lama Kanza keluar dari kamar nya mendorong kursi roda nya menuju halaman rumah untuk menemui sahabat nya itu.
__ADS_1
''Marina kamu udah lama sampai nya?''Kanza.
''Baru aja kok, kita jalan yuk,''ajak Marina.
''Kemana?''Kanza.
''sekitar sini aja, biar kamu bisa senyum soalnya dari tadi aku lihat wajah kamu masam kayak jeruk purut,''ujar Marina tertawa.
''Wah! Puas banget ketawa nya habis ngejek orang,''sahut Kanza tersenyum.
''Nah. Kayak gitu kan cantik enak gitu kalau di pandang,''ujar Marina.
''Ya jadi dong,''sahut Marina mulai mendorong kursi roda Kanza.
Marina membawa Kanza berjalan-jalan denagn kursi roda nya, Marina sangat tahu kalau Kanza sedang sedih. tapi Kanza tidak mau menceritakan kesedihan nya kepada Marina.
__ADS_1
''Kita jajan yuk,''ujar Marina sambil menunduk kan kepala nya.
''Oke''sahut Kanza.
''Ya udah, kamu tunggu di sini sebentar aku kesana dulu, kamu jangan kemana-mana,''ujar Marina sambil berjalan menuju abang-abang penjual Es krim.
Hanya Marina lah saat ini sahabat yang selalu ada buat Kanza, dan yang membuat hati Kanza menjadi lebih baik.
''Ini buat kamu, kamu suka cokolat kan,''ujar Marina sambil memberikan satu buah Es krim rasa cokolat.
''Iya, terima kasih,''ucap Kanza sambil membuka Es krim itu dan mulai memakan nya.
****
''Kita pulang yuk, udah mau soer juga nih,''ujar Kanza.
__ADS_1
BERSAMBUNG
LIKE DANG KOMENTAR NYA