
Selama bertahun-tahun Kanza belum pernah jujur tentang keadaan nya. Kepada Neffal seperti janji nya waktu itu, Dia tidak akan jujur sebelum dia membalas sakit hati nya. Tapi aneh nya Neffal tidak bertanya tentang bagaimana Dia tidak pernah bertanya seperti apa orang nya. Neffal tidak pernah bertanya tentang semua itu.
Hari-hari terus berlalu Mereka semakin dekat tidak ada bermasalah di antara mereka, mereka selalu baik-baik saja tidak pernah berantam.
Siang itu Neffal menghubungi ku'.
''Kanza bagaimana kabar kamu hari ini?''Neffal dari seberang sana.
''Alhamdulillah Aku sehat,''sahut Kanza.
''Hmm, ho iya, Kanza besok aku pulang ke rumah dan aku ingin sekali ketemu kamu apa kamu sudah siap bertemu dengan ku?''Neffal.
''Memang nya sekarang ini kamu ada di mana?''Kanza mengerutkan keningnya.
''Sekarang aku ada di luar kota, aku kerja, jadi untuk berapa hari aku cuti,''ujar Neffal.
Kanza hanya diam.
''Kanza, halo...
''Iya ada apa?''Kanza gugup.
__ADS_1
''Kamu kenapa diam, kan aku tanya? tadi apa kamu sudah siap ketemu dengan ku,''ujar Neffal mengulangi kata nya.
''Neffal bisa ngak kita ngak usah bertemu,''sahut Kanza.
''Kenapa?''Neffal.
''Enggak ada apa-apa aku cuma minta kita ngak usah ketemu itu aja,''ujar Kanza.
''Iya, tapi kenapa apa alasan nya kamu ketemu dengan ku?''Neffal.
''Tidak ada alasan nya aku hanya takut bertemu laki-laki,''sahut Kanza.
''Ini tidak masuk akal, apa kamu pernah di sakiti sama laki-laki, sehingga kamu ngak mau ketemu dengan ku?''Neffal.
''Kanza kamu dengar baik-baik, jangan pernah kamu membadingkan atau menyamakan aku dengan orang lain, atau laki-laki yang kamu kenal itu, hanya saja rambut ini sama hitam nya, tapi sifat it berbeda-beda tidak semua laki-laki seperti itu!''ujar Neffal panjang lebar.
Kanza tidak bisa berkata-kata dia hanya mampu diam, mendengar perkataan Neffal. Dia tidak tahu harus bagaimana, dan bagaimana dia bisa bertemu Neffal dengan kedaan nya seperti ini.
''Aku tahu tidak semua laki-laki seperti itu, hanya saja aku belum siap untuk bertemu,''sahut Kanza sambil mematikan ponsel nya.
Neffal kembali menghubungi Kanza. Tapi Kanza tidak mempedulikan nya, Kanza meninggalkan ponsel nya di atas nakas, Kanza mendorong kursi rodanya keluar kamar karena saat menelepon dengan Neffal dia berada di kamar.
__ADS_1
Kanza duduk di halaman rumah nya dia berpikir bagaiman jika nanti Neffal terus mengajak nya bertemu apa dia akan jujur atau malah melupakan Neffal yang telah bertahun-tahun dia kenal.
''Lo kenapa melamun kayak putus cinta aja?''Lulu tiba-tiba datang entah dari mana.
''Kamu kalau datang bisa ngak jangan mengejutkan orang secara tiba-tiba, kayak setan! tahu ngak!''ujar Kanza.
''Wow.. Bisa marah juga ternyata,''ledek Lulu sambil tertawa.
''Kamu pikir aku batu yang ngak bisa marah!''sahut Kanza.
''Oke, oke, Gue minta maaf jadi lo kenapa melamun?''Lulu duduk di sebelah Kanza.
''Ngak aku kan memang suka melamun,''sahut Kanza tanpa menoleh ke arah Lulu.
''Terserah lo, deh ini minum Gue bikin susu buat lo,''ujar Lulu sambil meletak kan segelas susu.
''Tumben baik?''Kanza tersenyum.
''Gue kan emang baik, lo nya aja ngak pernah sadar dan ngak pernah melihat kebaikan Gue,''sahut Lulu.
Kanza hanya tersenyum melihat tingkah adik nya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE YA KASIH HADIA BOLEH BANGET