
Dua bulan berlalu Neffal tidak pernah lagi menghubungi Kanza, begitu juga sebaliknya Kanza juga tidak pernah menghubungi Neffal. Kanza gak tahu apa yang terjadi sama Neffal kemana dia dan kenapa dia menghilang begitu saja.
Kanza mengeluarkan kartu Telkomsel nya dan mematahkan nya menjadi dua bagian, Dia sudah tidak berharap lagi jika nanti Neffal menghubungi nya, Kanza sudah tidak peduli lagi dengan semua itu.
''Kenapa lo patahin kartu itu?''Lulu melihat kejadian itu.
''Ngak apa-apa,''sahut Kanza.
Lulu pun tidak peduli dengan semua itu Dia pun kembali berjalan menuju ruang tengah rumah.
''Kanza mana?''Dewi.
''ada di luar,''sahut Lulu sambal memainkan ponsel nya.
''Ngapain dia di luar emang nya ada Marina juga?''Dewi lagi.
''Enggak dia sendiri aja,''sahut Lulu.
Dewi pun keluar melihat Kanza,''Kanza kamu lagi apa?''Dewi berdiri di belakang Kanza.
''Ngak lagi ngapain-ngapain,''sahut Kanza.
''Yaudah ayok kita masuk udah sore nih,''ujar Dewi.
Kanza menganggukkan kepalanya, Dewi membantu mendorong kan kursi roda Kanza masuk kedalam rumah.
''Kenapa semua ini terjadi sama aku di saat aku sudah Jujur kepada seseorang tapi dia meninggal kan ku' juga,''batin Kanza.
''Udah jangan di pikirkan terus nanti lo bisa stress,''ujar Lulu yang masih menatap layar ponselnya.
Kanza menatap Lulu tajam.
''Kenapa natap gue kayak gitu, emang benar kan lo itu lagi mikirin si Neffal itu?''Lulu.
''Terserah kamu,''sahut Kanza sambil mendorong kursi rodanya menuju kamar.
''Gitu aja marah,''ujar Lulu.
.
.
Paginya Kanzan bertemu dengan Marina seperti biasa mereka duduk di halaman rumah.
__ADS_1
''Gimana apa udah ada kabar dari Neffal?''Marina.
Kanza hanya menggeleng kan kepalanya.
''Kemana ya kira-kira si Neffal pergi?''Marina.
''Aku juga gak tahu udah berapa bulan ini dia gak ada kabar,''sahut Kanza.
''Aku jadi kepikiran,''ujar Marina.
''Udahlah ngak usah di pikirkan, emang kegitu kan kalau aku sudah Jujur pasti semua orang pada pergi meninggal kan aku,''sahut Kanza.
''Tapi kayak nya Neffal ini berbeda deh, sama orang-orang yang kamu kenal dulu,''ujar Marina.
''Maksud kamu berada kemana?''Kanza menatap Marina.
''Iya, coba kamu pikir deh, di saat kamu udah jujur sama dia, Neffal masih mau jadi teman kamu, Terus dia hanya hilang secara tiba-tiba, dia juga ngak ngomong apa-apa,''ujar Marina.
''Sama aja kan kayak Rehan sama Bayu,''ujarn Kanza.
''Aku yakin kamu hanya salah paham saja sama Neffal,''sahut Marina.
''Itu kan menurut kamu, yang mengalaminya aku bukan kamu,''ujar Kanza.
''Kemana?''Kanza.
''Kemana aja yang penting jalan,''sahut Marina.
Marina mendorong kursi roda Kanza Dia ingin membawa Kanza jalan-jalan keliling kampung Marina tidak ingin sahabatnya itu merasa sepi dan sedih.
''Di sini aja gak usah jauh-jauh,''ujar Kanza.
''Baiklah,''sahut Marina menghentikan kursi roda Kanza di sebuah taman.
''Kamu mau makan? apa biar aku pesan,''ujar Marina.
Di taman itu ada sebuah warung kecil yang bisa kita pesan makanan.
''Apa aja,''sahut Kanza.
''Baiklah kamu tunggu disini dulu, aku pesan makanan,''ujar Marina berjalan menuju warung tersebut.
.
__ADS_1
''Mbak aku mau pesan just jeruk dua ya,''ujar Marina kepada orang warung itu.
''Baik mbak silahkan di tunggu sebentar,''sahut nya.
Marina menganggukkan kepalanya dan kembali berjalan mendekati Kanza.
''Aku udah pesan just jeruk buat kita sebentar lagi sampai,''ujar Marina.
Kanza menganggukkan kepalanya dan kembali menatap ponsel nya.
''Udah dong Kanza aku udah bawa kamu jalan-jalan gini kamu msaih aja sedih kayak gitu, kamu sendiri tadi yang ngomong jangan di peduli kan sekarang malah kamu yang galau,''ujar Marina.
''Siapa yang galau sih Marina?''Kanza.
''Kamu lah,''sahut Marina.
''Enggak kok aku biasa aja gak perlu di galau kan juga,''ujar Kanza.
Tidak lama pesanan mereka pun sampai''Ini mbak just nya,''ujar kariawan warung.
''Iya mbak makasih,''sahut Marina sambil mengaduk-aduk just nya sebelum di menum
Begitu pun dengan Kanza mengaduk-aduk.
Berapa jam berlalu Marina dan Kanza sudah pulang ke rumah masing-masing, Kanza yang berbaring di kamar nya dan juga Lulu ,sang Adik yang sedang ngobrol sama pacarnya melalui telepon asyik tertawa sendiri.
Tapi Kanza tidak pernah memperdulikan semua itu dia gak pernah merasa iri kepada adik nya Kanza sangat bahagia jika adik nya juga bahagia.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE NYA DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT
__ADS_1