AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
Rumah sakit


__ADS_3

Kanza ingin sekali mengejar laki-laki yang sudah menolong nya waktu itu. Tapi apa daya Kanza tidak bisa berjalan untuk mengejar nya.


''Kak bawa aku keluar sebentar,''ujar Kanza. Dia berpikir mungkin masih ada orang itu di luar.


''Emang kamu mau kemana?''Dewi.


''Sebentar aja kak,''ujat Kanza.


Dewi pun mulai mendorong kursi roda Kanza keluar kamar rawat inap.


Kanza melihat kiri kanan rumah sakit orang itu sudah tidak ada di luar.


''Biar aku aja kak mendorong sendiri,''ujar Kanza mendorong kursi rodanya sendiri.


Saat Kanza sampai ke halaman rumah sakit laki-laki itu sudah pergi dengan motor nya.


''Ternyata kita ketemu lagi, meskipun tidak saling sapa dan tanpa tahu nama satu sama lain tapi aku berharap suatu saat nanti kita bisa berkenalan,''batin Kanza.


''Lo lihat siapa?''tiba-tiba Lulu sudah ada di belakang Kanza.


''Enggak kakak pikir tadi itu pacar kamu,''sahut Kanza mengalihkan cerita nya.


''Mana ada pacar gue disini, emang sih dia ada di rumah ini juga,''ujar Lulu.


''Ohiya, emang pacar kamu kenapa?''Kanza.


''Dia kecelakaan dari motor nya,''sahut Lulu.


''Ohiya kasihan sekali, kakak boleh pacar kamu ngak?''Kanza.


''Ngapain bikin malu aja,''sahut Lulu.


''Kamu malu punya kakak seperti ini?''Kanza.


''Bukan itu maksud gue, cowok gue itu pemalu apa lagi gue kenalin sama lo bisa ngak berkutik dia,''ujar Lulu.


''Yaudah deh aku mau masuk kamar,''ujar Kanza.


''Biar gue bantu,''ucap Lulu.


.


''Hari ini Kanza udah boleh pulang,''ujar Dokter Mita.


''Benaran dok udah boleh pulang?''Kanza sambil tersenyum.


''Iya, sebentar lagi akan datang suster buat lepasin infus nya,''ujar Dokter Mita.


''Baik dok, terimakasih,''ujar Kanza.


Dokter Mita menganggukkan kepalanya lalu pergi.


Tidak lama suster itu pun datang untuk melepaskan infus.


''Kita lepas infus nya dulu ya,''ujar Suster itu dengan ramahnya.


Kanza hanya mengangguk kan kepalanya.


Tidak putuh lama semuanya sudah selesai, mobil taxi pun sudah menunggu diluar rumah sakit. Kami semua sudah berada di dalam mobil.


''Jalan pak,''ujar Dewi.


''Biak bu,''sahut sang Supir. Mobil taxi melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan raya.


Lampu merah membuat semua kendaraan berhenti, Kanza membuka kaca mobil saat Kanza membuka ternyata di samping mobil nya ada laki-laki yang telah menolong nya waktu itu.


Laki-laki itu menoleh kearah Kanza, Kanza juga menoleh kearah laki-laki itu. Dia tersenyum begitu juga dengan Kanza mereka saling senyum, Lalu laki-laki itu pergi karena lampu merah telah berubah hijau

__ADS_1


Kanza tersenyum sendiri.


''Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?''Dewi yang juga ikut tersenyum.


''Enggak apa-apa kok kak,''sahut Kanza.


.


.


Mereka pun sampai kerumah supir membantu menurunkan kan Kanza dari dalam mobil.


''Terimakasih Pak,''ucap Dewi.


Pak supir hanya mengangguk saja menyalakan mobil dan pergi.


Marina sudah menunggu di halaman rumah Kanza dia benar-benar sahabat yang baik buat Kanza.


''Marina kamu udah lama nunggunya?''Kanza.


''Gak juga baru satu jam,''sahut Marina.


''Yaudah ayok kita masuk,''ajak Kanza.


"Kamu tahu gak tadi di rumah sakit aku ketemu lagi sama orang itu,''ujar Kanza sambil tersenyum.


"Ohya, aku kok jadi penasaran sama orang itu,"ujar Marina.


"Emang nya dia kerja di rumah sakit apa, kok dia selalu ada di rumah sakit?"Marina.


"Aku sendiri juga gak tahu, kalau dia berkerja di rumah sakit sebagai apa dia di sana, aku juga gak pernah lihat dia pakai baju dokter atau suster"sahut Kanza.


"Kalau seperti itu dia ngapain di rumah sakit?"Marina bingung.


Kanza menaikkan pundaknya karena dia juga tidak tahu.


''Apa kamu menyukai nya?"Marina sambil mencolek pipi Kanza.


"Lulu kakak boleh tanya sama kamu gak"ujar Kanzan.


"Boleh mau tanya apa,"sahut Lulu.


"Dari teman-teman pacar kamu itu ada yang bernama Neffal gak?"Kanza.


"Teman nya pacar Aku itu banyak, tapi aku gak kenal sama yang namanya Neffal,"sahut Lulu.


"Emang kenapa?"Lulu.


"Enggak apa-apa cuma tanya aja,"sahut Kanza.


"Siapa sih nama pacar kamu?"Marina.


"Namanya Zakir,"sahut Lulu.


"hmm..


"Emang kamu kenal?"Kanza.


"Enggak,"sahut Marina.


"Kanza, Lulu, Marina, Ayok kita makan bersama kakak udah masak nih,"ujar Dewi.


"Iya kak bentar,"sahut Kanza.


"Ayok Marina kita makan,"ajak Kanza.


"Enggak usah deh aku pulang aja,"sahut Marina.

__ADS_1


"Gak boleh nolak reski, ayok,"ujar Kanza.


Mereka pun keluar dari kamar menuju meja makan di sana sudah tersaji makanan sederhana namun terlihat lezat.


"Ayok Marina kita makan,"ujar Dewi.


"Iya kak,"sahut Marina.


Semua orang yang ada di rumah pun makan bersama di meja yang sama, tidak butuh berlama-lama mereka pun selesai makan siang itu. Kanza kembali ke kamar nya begitu pun dengan Marina masih di rumah Kanza.


"Kanza ini lukisan kamu yang buat ya?"Marina.


"Iya,"sahut Kanza.


Selain menulis Diary Kanza juga suka melukis sesuatu yang dia bayangkan dia berharap suatu saat dia bisa pergi ketempat yang dia lukis itu.


"Apa kamu menyukai Pantai?"Marina.


"Iya, siapa sih yang gak suka sama pantai,"sahut Kanza.


"Betul sih aku sendiri juga menyukai pantai,"ujar Marina sambil membuka dan melihat lukisan lainnya.


"Ini lukisan siapa?"Marina sambil memperlihatkan lukisan nya kearah Kanza.


"Itu lukisan ibu aku sama ayah,"sahut Kanza.


"Bagus sekali,"ujar Marina.


.


.


Berada jam berlalu Marina sudah pulang ke rumah nya. Kanza lagi melaksanakan salat asar dikamar nya bersama dengan Lulu.


"hmm.. berapa hari lagi udah masuk tahun 2013,"ujar Lulu sambil melihat ponsel nya.


"Emang nya kenapa di tahun 2013?"Kanza.


"Ada deh pengen tahu aja, jangan kepo ya,"ujar Lulu.


"Dasar aneh di tanya aja gak boleh,"ujar Kanza.


Lulu hanya tersenyum-senyum saja."Ohiya menurut lo baju ini bagus gak buat Zakir?"Lulu sambal memperlihatkan ponsel nya.


"Bagus emang nya kamu mau beli buat dia?"Kanza.


"Iya buat anniversary gua sama Zakir yang ke dua tahun,"ujar Lulu.


"Anniversary apaan kamu masih anak-anak udah pintar aja pakai anniversary segala,"sahut Kanza sambil tertawa kencang.


"Udah lo jangan iri sama gue, Nanti lo rasain sendiri kalau udah punya pacar,"ujar Lulu.


"Hahahha.. Dasar adik aku ini,"ujar Kanza memeluk-meluk Lulu.


"Tapi kalau di pikir-pikir lama juga ya kamu pacarana nya sama sih Zakir itu,"ujar Kanza.


"Iya sejak gue kelas satu smp, sejak itulah gue pacaran sama dia,"sahut Lulu.


Kanza hanya mengangguk saja mendengar perkataan Lulu.


.


.


.


.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT...


__ADS_2