
Hari-hari berlalu. Kanza belum bisa melupakan orang yang telah menolong nya waktu di rumah sakit itu, meskipun itu hanya bantuan kecil tapi belum juga bisa di lupakan oleh Kanza. Di sisi lain Kanza tidak ingin lagi berharap terlalu jauh.
''Doorr,'' Marina mengejut kan nya dari belakang.
''Ya ampun, Marina untung jantung ku, ngak copot,''ujar Kanza sambil mengusap dada nya.
''Kamu sih melamun aja dari tadi, aku datang aja kamu ngak tahu''sahut Marina.
''Ya maaf gak lihat soalnya kamu datang,''ujar Kanza.
''Mana bisa lihat orang nya lagi melamun, lagi mikir kan apa sih?''Marina.
''Enggak ada,''sahut Kanza sambil meminum air dalam gelas nya.
''Terserah kamu aja,''ujar Marina sambil memainkan ponsel nya.
''Kenapa marah?''Kanza.
''Enggak,''sahut Marina cuek. Mereka pun diam sambil memain kan ponsel masing-masing. Marina meletak kan ponsel nya dan merebut ponsel Kanza. Marina mulai mecek ponsel sahabat nya itu, mulai mengeser-geser layar ponsel Kanza naik turun.
''Kok ngak ada apa-apa?''Marina.
''Kamu pikir apa?''Kanza kembali mengambil ponsel nya dari tangan Marina.
''Aku pikir ada sesuatu yang kamu sembunyi kan dari aku,''sahut Marina.
''Ada kok, kemarin ada seseorang yang menolong Kanza waktu di rumah sakit,''Dewi menyahut dari belakang.
__ADS_1
''Yang benar kak?''Marina begitu antusias.
''Iya, ngak lah cuma bantu gitu doang kok,''sahut Kanza gugup.
''Tukan kamu sembunyi kan sesuatu dari aku, ayok dong cerita aku penasaran nih,''ujar Marina memaksa agar Kanza mencerita kan kejadian itu.
''Dia cuma bantu aku, mendorong kursi roda doang kok ngak lebih setelah itu dia pergi,''ujar Kanza mencerita kan kejadian waktu di rumah sakit.
''Terus kamu ngak, tanya? Gitu siapa nama nya,''ujar Marina.
''Ya ngak lah, ngapain tanya? Nama nya dia cuma bantu gitu doang,''sahut Kanza.
''Dasar cewek, aneh,''ujar Marina mengecilkan suara nya.
''Apa,''sahut Kanza.
''Enggak apa-apa,''ujar Marina tersenyum.
.
.
''Kak Kanza, tadi ponsel loe bunyi cuma gue ngak sempat angkat,''ujar Lulu yang berbaring di atas tempat tidur.
''Siapa?''Kanza sambil mendekati ponsel nya yang terletak di atas nakas.
''Ngak tahu,''sahut Lulu.
__ADS_1
Kanza membuka ponsel nya satu panggilan tak terjawab dan sebuah pesan WhatsApp.
''Nomor siapa ini,''batin Kanza sambil membuka aplikasi WhatsApp dan membaca pesan itu.
''Hai boleh kenalan,''ujar Pesan itu.
Kanza tidak mempeduli kan pesan itu. Dia pikir itu hanya orang iseng, atau hanya salah sambung saja. Kanza kembali meletak kan ponsel nya.
''Siapa?''Lulu.
''Orang salah sambung,''sahut Kanza. Lulu hanya menganggukan kepalanya.
Saat Kanza ingin mendorong kursi roda nya menjauh dari nakas itu. Tiba-tiba ponselnya kembali berdering, dari nomo yang sama Kanza langsung mengakat ponselnya.
''Iya halo,''ujar Kanza.
''Halo juga,''sahut seseorang dari seberang sana.
''Siapa dari mana kamu, dapat nomor ini?Kanza.
''Saya ngak tahu, tapi nomor ini memang sudah ada di ponsel ku,''sahut orang itu.
''Kamu bohong ya, mana mungkin nomor bisa terbang sendiri ke ponsel kamu!''ujar Kanza marah.
''Saya ngak bohong ya, nomor ini memang sudah ada di ponsel saya.... Tiba-tiba orang itu diam.
''Kenapa diam? Keliatan kan kamu itu bohong,''ujar Kanza sambil mematikan ponselnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
LIKE DAN KOMENTAR