AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
tidak pantas di cintai


__ADS_3

Esokan harinya Marina datang kerumah Kanza...


''Kak, Kanza mana?''tanya Marina.


''Ada di kamarnya masuk aja,''sahut Dewi.


Marina pun langsung masuk kedalam kamar Kanza.


''Kanza kamu lagi apa keluar yuk,''ujar Marina.


''Sebentar ya, aku bersihin kamar dulu nih,''sahut Kanza sambil terus membereskan kamar nya.


''Sini aku bantu biar cepat,''ujar Marina menawarkan diri untuk membatu Kanza membereskan kamar nya.


Setelah selesai merapikan kamar, Marina mendorong kursi roda Kanza keluar kamar. Marina terus mendorong kursi roda Kanza kehalaman rumah mereka duduk disana.


Di bawah pohon yang ada di halaman rumah Kanza.


''hmm..., Aku mau cerita sama kamu nih tentang Neffal,''ujar Kanza.


''Cerita apa?''tanya Marina.


''Ternyata Neffal itu orang yang sama,''sahut Kanza.


''Maksud kamu orang yang sama bagaimana aku gak ngerti,''ujar Marina.


''Neffal itu adalah orang yang sama, waktu aku di rumah sakit,''sahut Kanza.


Marina terdiam sejenak lalu menjawab.,''Maksud kamu orang yang telah menolong kamu waktu di rumah sakit itu?''tanya Marina.


Kanza menganggukkan kepalanya.


''Oh iya, jangan-jangan kamu jodoh lagi sama dia,''ujar Marina.


''Jodoh dari mana, kamu kalau mau ngomong seperti itu, kamu harus lihat dulu seperti apa sahabat kamu ini, cacat mana ada yang mau,''sahut Kanza sambil tersenyum.


''Kanza!, kamu jangan ngomong seperti itu aku gak suka dengarnya!, Terus kalau kamu cacat! emang nya kenapa gak bisa punya jodoh gitu,''ujar Marina.


''Iya, mana ada sih orang cacat kayak aku ini yang mau, aku berteman sama Neffal aja udah syukur,''sahut Kanza.


''Terserah kamu, aku paling gak suka orang yang tidak mensyukuri dengan keadaan,''ujar Marina.


''Aku sangat mensyukuri keadaan ku, tapi kalau soal jodoh aku gak tahu kalau itu ada,''ujar Kanza.


Marina pun diam dia tidak lagi menjawab, dia hanya fokus kepada ponselnya.


''Kamu jangan marah gitu Dong Marina,''ujar Kanza.


''Gak kok aku gak marah, aku hanya gak suka aja kamu ngomong seperti itu,''sahut Marian.


''Iya maaf aku gak akan ngomong gitu lagi,''ujar Kanza.


''hemm..., Gimana bertemuan kemarin aku lihat Neffal datang kerumah kamu?''tanya Marina setelah menyeruput teh nya.


''Kok kamu bisa tahu,''sahut Kanza.


''Ya iyalah tahu aku lihat kok dari rumah ku,''ujar Marina.


''Kalau kamu tahu kenapa kamu gak datang kemarin?''tanya Kanza.


''Maaf aku gak bisa datang kemarin, kamu kan tahu, nenek aku lagi sakit, di rumah juga gak ada orang waktu itu, kak Carla kerja ibu aku juga sibuk kerja,''sahut Marina.

__ADS_1


''Iya gak apa-apa, tapi lain kali kamu harus datang ya,''ujar Kanza.


Marina menganggukkan kepalanya.


.


.


.


Tring.. Tring... panggilan telepon.


''Siapa?''tanya Marina.


''Telepon dari Neffal,''sahut Kanza.


''Angkat cepat kasih volume ya aku mau dengar,''ujar Marina.


Kanza pun mengikuti perkataan Marina. ''Halo Neffal,''ujar Kanza.


''Kamu lagi apa?''tanya Neffal.


''Aku lagi duduk aja nih sama Marina,''ujar Kanza.


''Salam ya buat Marina,''ucap Neffal.


''Oke nanti aku sampai kan,''ujar Kanza.


''Oh iya, Minggu depan aku mau pulang dari luar kota, aku ke rumah kamu ya,''ujar Neffal.


''Ngapain kamu ke rumah aku, Kemarin kan kamu udah datang ke rumah aku,''sahut Kanza. Dia tidak mau kalau Neffal terus-terusan datang kerumah nya.


''Kenapa kamu ngomong seperti itu, apa aku gak boleh datang ke rumah kamu lag?''tanya Neffal.


''Ya udah, kalau kamu ngomong seperti itu, aku gak jadi pulang Minggu depan,''sahut Neffal.


''Maaf ya Neffal,''ujar Kanza.


Neffal ponsel pun mati secara sepihak.


''loh kok di matiin sih ponsel nya?''tanya Kanza.


''Kamu sih ngomong nya kegitu tadi, pasti dia kecewa tu,''ujar Marina.


''Kecewa kenapa, kan aku bicara apa adanya, kamu tahu kan orang kampung kita gimana,''ujar Kanza.


''Iya aku tahu, seharusnya kamu gak ngomong kegitu tadi,''sahut Marina.


"Terus aku harus ngomong apa sama dia,"sahut Kanza.


.


.


...LUAR KOTA...


"Aduh... Ini ponsel pake habis batre segala lagi, pasti Kanza berpikir macam-macam sama aku,"gumam Neffal. Dia pun kembali masuk kedalam tempat kerja nya.


"Lo kenapa?"tanya temen Neffal yang bernama Riko.


"Ini ponsel gue Habis batre,"sahut Neffal.

__ADS_1


"Ya udah, lo pakek ponsel gue aja,"ujar Riko menawarkan ponsel nya.


"Gak usah deh nanti gue cas aja,"sahut Neffal.


"Emang lo lagi Nelpon siapa sih?"tanya Riko.


"Teman,"sahut Neffal begitu singkat.


...Ohhh... Riko menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, gue balik kerja ya,"ujar Riko. Neffal menganggukkan kepalanya.


.


.


......KEDIAMAN KELUARGA KANZA......


"Jadi kamu udah mulai menyukai Neffal ya?"tanya Marina sambil mencolek pipi Kanza.


"Ya gitu deh, cuma aku gak bisa berharap lebih kamu tahu kan Neffal begitu sempurna, sedang kan aku cacat,"ujar Kanza.


"Itu lagi yang keluar dari mulut kamu, Kalau Neffal juga mencintai kamu bagaimana,"sahut Marina.


"Kayak nya gak mungkin deh,"ujar Kanza.


"Apa nya yang gak mungkin, kamu lihat kan cara Neffal ngomong sama kamu, kalau dia gak suka gak mungkin saat dia pergi maupun pulang dari keluar kota dia selalu memberi tahu kamu,"ujar Marina.


''Ya, itu biasa dalam pertemanan, kamu juga sering gitu kan,''sahut Kanza.


''Tapi kok aneh ya, waktu itu kan kita udah ketemuan sama Neffal di pantai, kenapa kamu gak ingat sama dia?''tanya Marina.


"Waktu itu aku gak begitu memperhatikan wajahnya lagian, waktu di rumah sakit kejadian nya udah lama, terus wajah kan bisa berubah,"sahut Kanza.


"Terus kenapa kamu bisa ingat dia sekarang?"tanya Marina.


"Karena kejadian itu terulang lagi kemarin,"sahut Kanza tersenyum.


"Aduhh..., So sweet banget sih kalian aku jadi iri, kenapa bukan aku yang bertemu Neffal duluan,"ujar Marina.


"Karena kamu selalu doain aku agar bertemu dengan orang baik,"sahut Kanza.


"Betul juga, kamu juga dong doain aku biar dapat pacar yang baik kayak Neffal,"ujar Marina.


"Kalau kamu mau sama Neffal aja, kan aku gak pacaran sama dia,"ujar Kanza.


"Kamu yakin Neffal boleh buat aku, nanti kamu malah menyesal lagi,"sahut Marina.


"Kenapa aku harus menyesal kamu sahabat aku dan dia juga seorang teman, jadi apa salahnya,"ujar Kanza.


"Benar sih, tapi kayak nya Neffal gak suka sama aku deh, dia suka nya sama kamu,"sahut Marina tersenyum.


"Bagaimana Neffal bisa mencintai aku yang seperti ini rasanya tidak pantas orang seperti aku juga mencintai orang seperti Neffal,"batin Kanza.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...BERSAMBUNG... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS...


__ADS_2