AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
di ikuti


__ADS_3

Motor Marina terus melaju dengan kencang meninggalkan motor Neffal yang mengikuti nya.


"Apa Neffal masih mengikuti kita?"tanya Marina.


"Kayak nya udah gak deh,"sahut Kanza.


Tidak lama mereka pun sampai kerumah, Dewi terlihat sedang duduk di teras rumah mentap Kanza dan Marina yang baru pulang.


"Kalian dari mana saja kok naik motor?"tanya Dewi.


"Aduh... Mati aku kak Dewi pasti marah banget nih sama aku,"ujar Kanza.


"Kamu tenang aja kan masih ada aku, biar aku yang jelas kan,"sahut Marina.


Marina pun menurunkan Kanza dari motor nya dan menaiki nya keatas kursi roda.


"Kalian dari mana?"tanya Dewi lagi kali ini Dewi mendekati mereka.


"Maaf kak, tadi aku bawa Kanza jalan-jalan sebentar kerumah tante aku,"ujar Marina berbohong kepada Dewi.


Kanza menatap Marina karena telah berbohong kepada kakaknya. "Gila Marina dia berbohong kepada kak Dewi, pasti kak Dewi akan bertanya lagi nanti sama aku, aku harus jawab apa nanti,"batin Kanza.


"Benar Begitu Kanza kamu cuma pergi kerumah nya tante Marina?"tanya Dewi.


"Iya kak,"sahut Kanza yang juga berbohong mengikuti perkataan Marina.


"Ya sudah ayo kita masuk,"ajak Dewi.


"Gak usah kak aku mau pulang aja, hari juga udah mulai gelap,"sahut Marina. Kembali menyalakan motor nya dan pergi.


"Lo dari mana kok sekarang udah pinter jalan-jalan?"tanya Lulu. Sambil memainkan ponsel nya di atas tempat tidur.


"Emang nya kenapa apa aku gak boleh jalan-jalan apa aku harus terus di rumah aja gitu"sahut Kanza.


"Kok lo malah ngeyel sih kan gue cuman tanya!,"sahut Lulu.


"Terserah kamu,"ujar Kanza menatap keluar jendela yang terbuka.


Tring.. Sebuah pesan WhatsApp dari Neffal. ''Kanza kamu udah sampai kerumah belum, maaf ya, tadi nya aku mau antar kamu sampai kerumah tapi sayangnya ban motor ku bocor,''pesan dari Neffal.


''Untung gak sampai kerumah, jika ketahuan sama kak Dewi bagaimana,''batin Kanza setelah membaca pesan dari Neffal.


Kanza pun langsung membalas pesan nya. ''Gak apa-apa kok Neffal, aku sudah sampai kerumah kok,''balas Kanza.


''Tadi lo ketemu sama Neffal ya?''tanya Lulu.


''Gak, siapa bilang aku ketemu sama Neffal,''sahut Kanza.


''Udah lo gak usah bohong, gue tahu kok lo ketemuan sama Neffal, di pantai Indah kan lo ketemuan,''ujar Lulu.


Kanza hanya diam saja, dia tidak tahu siapa yang memberi tahu Lulu.


''Emang siapa yang memberi tahu kamu?''tanya Kanza.


''Ada deh,''sahut Lulu tanpa menjawab siapa orangnya yang telah memberi tahu nya.


''Pasti yang kasih tahu Zakir pacar kamu?''tanya Kanza.

__ADS_1


''Bukan lah mana mungkin dia, dia gak kepo kayak lo,''ujar Lulu.


''Jadi siapa?''tanya Kanza. Kanza begitu penasaran siapa yang telah memberi tahu nya.


.


.


.


''Lulu, Kanza, ayo makan malam dulu,''ujar Dewi.


''Tu kak Dewi panggil,''ujar Lulu.


''Kamu juga,''sahut Kanza.


Mereka berdua memang selalu bertengkar tapi kasih sayang tidak pernah lepas dari mereka.


Lulu dan Kanza keluar dari kamar, menuju meja makan. Mereka duduk di kursi masing-masing.


''Kak, apa Minggu ini ayah pulang?''tanya Kanza.


''Kakak gak tahu nanti kakak telepon ayah,''sahut Dewi.


''Iya-iya, sepi aja gitu cuma kita bertiga aja yang ada di rumah abang ipar juga udah pergi keluar kota, bang Doni juga belum pulang dari luar negeri,''sahut Lulu sambil memutar-mutar sendok makan nya.


''Sudah kalian gak usah sedih gitu mereka kan lagi mencari rezeki buat kita, kita doakan saja semoga ayah, bang Doni dan abang ipar sehat-sehat saja,''ujar Dewi tersenyum.


Lulu dan Kanza menganggukkan kepalanya. Dan mereka pun menyantap makanan mereka masing-masing.


.


.


"Lo lagi nulis apa sih?"tanya Lulu.


"Kepo aja, tidur sana,"sahut Kanza.


"Dasar aneh, kenapa sih lo jadi kakak gue udah aneh nyebelin banget lagi,"ujar Lulu.


"Biarin,"sahut Kanza. Kembali menatap buku harian nya.


"Terserah lo deh, gue mau tidur,"ujar Lulu sambil membaringkan tubuhnya.


Kanza pun melanjutkan menulis diary nya.


Dear Diary. "Hari ini aku bertemu dengannya di sebuah pantai indah, dia menatap ku seakan jantung ku tidak bisa berdetak dengan sempurna. Ini adalah pertemuan pertama ku dengan dia, setelah bertahun-tahun lamanya dia begitu berbeda dengan yang lain dia tidak meninggalkan ku, seperti orang yang aku kenal dahulu. Dia sangat baik aku berharap kami akan terus menjadi teman baik."


Kanza menutup buku harian nya, dan mendorong kursi rodanya menuju tempat tidur, Kanza langsung membaringkan tubuhnya di samping Lulu.


.


.


Kediaman keluarga Neffal.


"Kanza ternyata kamu cukup cantik juga, aku tidak menyangka aku bisa ketemu kamu, seperti nya pertemuan pertama ini langsung membuat ku jatuh cinta sama kamu,"batun Neffal. sambil memegang ponsel nya. "Apa Kanza sudah tidur ya, sebaiknya aku kirim pesan aja,"gumam Neffal.

__ADS_1


"Hai Kanza selamat malam semoga kamu mimpi indah,"pesan Neffal.


.


.


.


Pagi harinya. Kanza membaca pesan dari Neffal, Kanza tersenyum setelah membaca pesan dari Neffal itu.


"Kenapa lo senyum-senyum sendiri pagi-pagi seperti ini?"tanya Lulu yang sedang berdiri di depan cermin.


"Ada yang lucu makanya aku senyum,"sahut Kanza.


"Udah mulai jatuh cinta lo sama Neffal jadi senyum-senyum sendiri seperti itu"ujar Lulu.


"Ya gak lah,"sahut Kanza.


"Gue ingatin lo ya, jangan sampai jatuh cinta sakit hati nangis 😭 lo,"ujar Lulu. sambil melangkah kan kakinya keluar dari kamar.


"Aduh... Sabar-sabar punya adik aneh kayak dia"batin Kanza.


Kanza mulai membersihkan kamar nya yang masih berantakan itu.


"Kanza udah selesai belum beresin kamar nya?"tanya Dewi.


"Udah kak,"sahut Kanza. mendorong kursi rodanya keluar kamar.


"Sini duduk sama kakak, kakak mau tunjukkin sesuatu sama kamu,"ujar Dewi.


Kanza mendorong kursi rodanya mendekati Dewi yang duduk di sofa ruang tamu.


"Kakak mau tunjukkin apa sama aku?"tanya Kanza.


"Ini kakak mau pesan baju ini dari online, kira-kira menurut kamu bagus gak?"tanya Dewi. Sambil memperlihatkan foto baju yang ingin di pesannya itu.


"Bagus sekali ini kak, ambil warna ini saja,"ujar Kanza menunjuk warna pink kesukaan Dewi.


"Kamu tahu aja warna kesukaan kakak,"ujar Dewi.


"Iya dong, Ya udah kak, Kanza keluar sebentar ya,"ujar Kanza sambil mendorong kursi rodanya menuju halaman rumah. Kanza duduk di bawah sinar matahari pagi dia menutup matanya agar tidak silau.


"Kanza...,"suara seseorang memanggil nya. Kanza pun langsung membuka matanya Kanza terkejut melihat Neffal ada di dekat rumah nya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS.


__ADS_2