
Pacar Gio pun keluar dari rumah sakit, tanpa sepengetahuannya. Ternyata Gio mengikuti dia Gio juga melihat seorang laki-laki sedang menunggu pacarnya itu diluar rumah sakit.
''Maaf ya sayang aku lama,'' ujarnya kepada laki-laki sedang menunggunya itu.
''Iya sayang gak apa-apa ayo naik,'' sahut laki-laki tersebut.
''Ohh... Ini kelakuan kamu yang kamu bilang sibuk berkerja yang ternyata sibuk selingkuh,'' ujar Gio kepada pacarnya itu yang bernama Rika.
Rika sangat terkejut melihat Gio berada di belakangnya.
''Sayang ini bukan seperti yang kamu lihat aku bisa jelasin,'' ujarnya.
''Mau jelasin apa lagi ha?, semuanya sudah jelas kamu selingkuh dengan dia,'' ujar Gio menunjuk ke arah kaki-kaki itu.
''Kalau emangnya iya kenapa? aku juga sudah bosan sama kamu apa lagi sekarang kamu sakit kayak gitu, udah gak ada lagi yang bisa ku harapkan dari kamu!,'' ujar Rika.
''Baiklah sekarang kita putus,'' sahut Gio.
''Oke emang itu aku harapkan dari kamu,'' ujar Rika, ''ayo sayang kita pergi dari sini aku malas lihat cowok gak tahu diri itu,'' ujar Rika.
Gio kembali ke kamarnya dengan jalan yang masih tertatih-tatih karena lukanya masih belum sembuh sekarang di tambah lagi luka di hatinya, oleh kekasihnya itu.
Saat Gio masuk ke dalam kamar rawat inap dia melihat Kanza telah sadar kini Kanza sedang di periksa oleh dokter Ady.
__ADS_1
Gio berbaring di atas tempat tidurnya. Tidak lama seorang dokter juga masuk ke dalam kamar itu dia adalah dokter yang menangani Gio.
''Dok bagaimana keadaan saya apa saya sudah boleh pulang?'' tanya Gio.
''Kamu belum bisa pulang karena luka mu masih belum membaik tunggulah untuk berapa hari lagi,'' ujar dokter yang menangani Gio.
''Baiklah dokter terimakasih,'' ucap Gio.
Sang dokter pun keluar dari kamar itu.
Gio melihat sekeliling kamar dia tidak lagi melihat Neffal hanya ada Lulu dan Dewi.
''Kemana cowok itu? apa? dia sudah pergi,'' batin Gio.
''Iya kak,'' sahut Kanza.
''Hai!... Kemana cowok lo yang aneh itu apa dia sudah pergi?'' tanya Gio.
''Iya dia udah pergi,'' sahut Kanza.
''Tadi sebelum dia pergi gue sempat dengar dia lagi teleponan sama seseorang, mungkin itu dari selingkuhannya,'' ujar Gio.
Kanza tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh Gio, dia juga tidak menjawab perkataan Gio.
__ADS_1
Gio kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya dia menghadap ke arah Kanza.
''Gue gak nyangka kalau Kanza gak bisa jalan, tapi Neffal cukup setia untuk Kanza, sedangkan gue tidak ada kekurangan tapi, tetap saja bisa di selingkuhin,'' batin Gio.
Gio menatap Kanza sambil tersenyum tidak sengaja Kanza juga melihat ke arah Gio yang tersenyum ke arahnya.
''Ada apa? kenapa kamu tersenyum seperti itu?'' tanya Kanza.
''Emang kenapa mulut-mulut gue terserah gue dong mau senyum sama siapa saja,'' sahut Gio.
''Ternyata laki-laki seperti kamu itu, gak bisa di ajak ngomong baik-baik ya!,'' ujar Kanza.
''Apa lo bilang?'' tanya Gio.
Kanza tidak lagi mempedulikan Gio dia langsung berbaring di tempat tidurnya sambil menutup wajahnya dengan selimut.
.
.
.
. ... BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS.