AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
Kecemburuan


__ADS_3

Saat ini Kanza satu kamar rawat dengan laki-laki itu Kanza tidak pernah melihatnya meskipun mereka satu kamar, Kanza hanya sibuk dengan buku hariannya yang selalu dia bawa.


...DEAR Diary..


Matahari yang sudah muncul dari ufuk timur menyapa pagi itu dengan Sinarnya yang hangat membuat bunga-bunga yang berada di taman rumah sakit kini kembali segar setelah melalui malam yang panjang dan juga dingin. Begitu juga dengan manusia kembali beraktivitas masing-masing.


Tetapi tidak dengan diriku yang tetap akan seperti ini selamanya, tapi aku terus bersyukur karena masih bisa melihat matahari pagi dan kehangatannya dan keluarga yang selalu ada untuk diriku. Aku tidak perlu memikirkan yang lainnya karena mereka sudah ada disini di dekat ku.


Setelah selesai menulis catatan hariannya Kanza kembali menaruh buka kedalam tas ranselnya. Tidak segaja Kanza melihat ke arah laki-laki yang berada di sampingnya ternyata laki-laki itu juga melihat ke arahnya.


''Nagapain lo lihat-lihat gue? naksir lo sama gue?'' tanya laki-laki yang bernama Gio itu.


''Yang melihat aku duluan siapa, aku apa kamu,'' sahut Kanza.


''Ngapain gue ngeliat lo, gak ada kerja lain apa!,'' ujar Gio.


Kanza hanya menggelengkan kepalanya dia tidak mau memperpanjangkan masalah sama orang lain, apa lagi sama Gio orang yang tidak pernah dia kenal, Kanza membaringkan tubuhnya menarik selimut hingga menutupi kepalanya.


......................


Tring...Tring ponsel Kanza berdering Kanza mencoba meraih ponselnya yang berada di atas nakas.


"Halo Neffal," ujar Kanza.


"Kenapa kamu gak kabarin aku, kalau kamu masuk rumah sakit lagi?"ujar Neffal tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Maaf karena terlalu, terburu-buru," ujar Kanza.


"Ya sudah gak apa-apa, besok aku akan datang ke rumah sakit buat temani kamu,"ujar Neffal.


''Emanya kamu udah gak kerja?'' tanya Kanza.


''Kerja, tapi aku bisa minta cuti untuk berapa hari, agar aku bisa. Nemani kamu,'' sahut Neffal.


''Terima kasih ya, gara-gara aku kamu malah cuti kerja,'' ujar Kanza.


''Woy, jangan berisik bisa gak,'' ucap Gio dari tempat tidurnya.


''Siapa yang berisik kamu gak lihat kalau aku lagi telponan,'' Sahut Kanza.


''Kamu dengan siapa di situ?'' tanya Neffal.


''Itu ada pasien baru, dia satu kamar dengan ku, tapi bentar lagi dia juga pindah kok dari kamar ini,'' ujar Kanza.


Kanza begitu takut dan cemas jika Neffal akan cemburu tentang keberadaan Gio di kamar itu.


''Ya sudah aku matikan teleponnya dulu ya nanti aku telepon lagi,'' ujar Neffal dia langsung mematikan ponselnya secara sepihak.


''Aku belum ngomong apa-apa kok malah langsung di matiin,'' batin Kanza sambil meletakkan ponselnya di atas nakas.


......................

__ADS_1


...DI LUAR KOTA...


Neffal mematikan ponselnya secara sepihak dia mulai cemburu karena ada orang lain di kamar rawat itu Neffal melemparkan ponselnya di atas tempat tidur, Riko melihat kejadian itu. Dia pun bertanya kenapa Neffal keliatan kesal dan marah.


''Lo kenapa?'' tanya Riko.


''Kanza masuk rumah sakit lagi,'' sahutnya.


''Terus kenapa lo marah, dia sakit memang harus di bawa ke rumah sakit,'' ujar Riko.


''Masalahnya di kamar itu ada orang lain seorang laki-laki, pasti dia akan selingkuh sama cowok itu!,'' sahut Neffal.


''Gue gak habis pikir sama lo, bisa-bisanya lo nuduh Kanza selingkuh sedangkan dia lagi sakit!,'' ujar Riko.


''Apa lagi yang di lakukan cewek sama cowok mereka satu kamar lagi!,'' sahut Neffal.


''Udahlah, gue udah gak paham sama jalan pikiran lo itu bisa-bisanya orang sakit lo tuduh selingkuh,'' ujar Riko sambil berjalan pergi meninggalkan Neffal.


.


.


.


. ...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2