AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
bertemu setelah tiga tahun


__ADS_3

Tidak lama Marina dan Kanza sampai di pantai, dimana di pantai tersebut tempat Kanza dan Neffal bertemu untuk ke dua kalinya.


''Ayo Kanza kita turun,'' ajak Marina sambil membuka pintu mobil.


Kanza menganggukkan kepalanya.


Marina mendorong kursi roda Kanza ke tepian pantai disana ada sebuah warung kecil.


''Kemana kita akan duduk?'' tanya Marina.


''Di sana saja,'' sahut Kanza.


''Di sana saja ya,'' ujar Marina.


''Gak ah, disana banyak orang cowok semua lagi, aku malu,'' sahut Kanza.


''Baiklah kita kesana saja,'' ujar Marina sambil terus mendorong kursi roda Kanza.


Mereka pun memesan dua minuman dingin karena cuaca saat itu cukup panas.


''Ini kak minumannya,'' ucap kariawan.


''Iya kak terimakasih,'' sahut Marina.


''Keren-keren banget ya mereka,'' ujar Marina sambil melihat ke arah warung yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.


''Kamu ini gak bisa lihat orang keren sedikit saja,'' sahut Kanza sambil tersenyum.


...DI TEMPAT LAIN...


''Kok gue pernah lihat itu cewek ya tapi dimana,'' batin orang itu.


''Bro lo kenapa?'' tanya temannya.


''Gak gue kayak kenal sama cewek itu, tapi gue lupa dimana,'' sahut laki-laki itu dia adalah Gio orang yang satu kamar dengan Kanza saat di rumah sakit tiga tahun lalu.


''Yang mana?'' tanya temannya.

__ADS_1


''Yang duduk di kursi roda,'' sahut Gio.


''Kalau lo kenal lo datangin deh,'' ucap temannya.


''Oke gue kesana sebentar ya,'' ujar Gio.


Gio pun pergi mendekati Kanza dan Marina yang duduk di tepi pantai.


''Kenapa? cowok itu kemari?'' tanya Marina.


''Siapa,'' sahut Kanza.


''Itu kamu lihat aja sendiri, sepertinya orang itu emang mau kemari deh,'' ujar Marina.


Kanza pun menoleh ke belakang melihat siapa orang itu.


''Bukannya itu Gio,'' batin Kanza.


''Kanza kamu Kanza kan?'' tanya Gio tanpa basa-basi.


''Gio kok kamu ada disini?'' tanya Kanza.


''Akhirnya kita ketemu lagi, sudah tiga tahun berlalu gue pikir kita tidak akan bertemu,'' ujar Gio.


''Gue boleh duduk disini kan,'' ucap Gio.


''Iya silahkan duduk, kenali ini sahabat aku Marina,'' ujar Kanza.


Gio menggulurkan tangannya berkenalan dengan Marina, begitu juga dengan Marina mereka saling berkenalan.


''Kamu kok bisa disini?'' tanya Kanza.


''Jalan-jalan saja sama teman-teman, kamu kenal kok salah satu dari mereka waktu itu mereka juga datang ke rumah sakit,'' ujar Gio, ''kamu sendiri kenapa ada disini?'' tanya Gio.


''Jalan-jalan juga,'' sahut Kanza.


''Kanza aku kesana sebentar ya,'' ujar Marina.

__ADS_1


''Mau kemana kamu jangan tinggalin aku,'' sahut Kanza.


''Sebentar saja dari pada aku jadi obat nyamuk, sebentar aja nanti aku kembali,'' ucap Marina tersenyum, ''he! kamu orang baru jagain sahabat aku!'' ujar Marina.


''Oke siap,'' sahut Gio.


Marina pun pergi meninggalkan Kanza bersama Gio.


''Gue benar-benar gak nyangka kalau kita bertemu lagi,'' ucap Gio dia keliatan sangat bahagia setelah bertemu dengan Kanza.


''Aku juga tidak menyangka kita bisa ketemu di pantai ini,'' sahut Kanza tersenyum.


Gio hanya mengangguk dan tersenyum sambil menatap Kanza begitu dalam.


''Kenapa? kamu natap aku seperti itu?'' tanya Kanza.


''Gak gue masih gak nyangka aja,'' sahutnya.


Kanza hanya tersenyum.


''Oh iya, bagaimana kabar kamu sekarang apa masih sakit?'' tanya Gio.


Kanza hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


''Baguslah kalau udah gak sakit lagi, kalau sakit lagi biar gue yang jagain lo,'' ujar Gio.


Mendengar perkataan Gio membuat Kanza hampir tersedak minuman dan menatap Gio.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2