AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
Pantai


__ADS_3

Neffal kembali menghampiri Kanza dan Marina menuju tepian pantai.


''Kalian lagi ngobrol apa?''Neffal. Duduk di samping Kanza.


''Gak kami gak ngobrol apa-apa,''sahut Marina.


''Hmm. Kirain habis ngobrolin aku,''ujar Neffal sambil tersenyum.


''Hmm pede amat,''ujar Marina mengecilkan suara nya.


''Apa?''Neffal.


''Gak apa-apa,''Marina.


''Kamu kenapa hanya diam saja Kanza?''Neffal.


''Hmm...


''Kanza itu, emang pendiam,''sahut Marina. Memotong perkataan Kanza.


''Kenapa malu?''Neffal.


''Gak''sahut Kanza.


''Kenapa harus malu sih kita kan udah berteman lama, sudah bertahun-tahun juga, ya meskipun baru kali ini kita ketemu''ujar Neffal.


.


.


''Permisi kak, ini pesanannya sudah siap silahkan di nikmati,''ujar Kariwan itu.


''Iya mbak makasih,''sahut Neffal.


Kariawan pun langsung pergi.


''Ayo silahkan di makan makanan nya,''ujar Neffal.


Kanza menganggukkan kepalanya. Mereka mulai menikmati makanan dan keindahan pantai! itu.


''Kanza aku kesana sebentar ya,''ujar Marina.


''Mau kamana disini saja,''sahut Kanza sambil memegang tangan Marina. Agar Marina tidak meninggalkan nya berdua dengan Neffal.


''Aku sebentar saja mau selfi,''ujar Marina melepaskan tangannya dari pegangan Kanza, Marina langsung pergi meninggalkan Kanza sama Neffal.


''Kamu kenapa muka nya di tekuk begitu?'' Neffal.


''Ngak apa-apa,''sahut Kanza.


''Udah kamu jangan malu sama aku,''ujar Neffal. Mencoba menyentuh wajah Kanza.


''Mau ngapain?''Kanza.


''Ngak ngapain-ngapain karena ada sesuatu di wajah kamu,''sahut Neffal.

__ADS_1


Kanza pun mengusap-usap Wajahnya agar sesuatu di wajahnya itu bisa bersih.


.


.


''Kenapa waktu itu kamu menyuruh Carla untuk berpura-pura menjadi kamu?''Neffal.


''Ngak apa-apa,''sahut Kanza tanpa menoleh kearah Neffal.


''Kalau sedang bicara itu, lihat wajah aku jangan lihat ketempat lain,''ujar Neffal.


''Untungnya aku gak sempat jatuh cinta sama Carla waktu itu, ternyata Kanza yang asli cantik juga,''ujar Neffal tersenyum.


Kanza menoleh kearah Neffal.''Kenapa kamu gak jatuh cinta sama Carla dia cantik kan,''sahut Kanza.


''Iya sih Carla cantik hanya saja perasaan itu tidak muncul kepada Carla,''ujar Neffal.


''Kanza ayo kita selfi,''teriak Marina.


Kanza hanya menggelengkan kepalanya.


''Kamu mau kesana biar aku gendong kayak tadi,''ujar Neffal.


''Gak usah,''sahut Kanza.


''Aku gak suka kayak seperti ini,''ujar Neffal.


''Gak suka apa?''Kanza.


''Aku gak suka kalau kamu bicara lihatnya kemana-mana bisa fokus gak lihatnya ke wajah aku aja,''sahut Neffal.


''Aneh kenapa?''Neffal.


''Iya aneh aja, waktu kita bicara di telepon enak aja gitu ngobrol nya tapi asli nya banyak menuntut,''ujar Kanza.


''Menuntut bagaimana aku kan hanya meminta kalau kamu sedang bicara sama orang lihat wajah nya, itu aja kok,''sahut Neffal.


''Terserah kamu aja,''ujar Kanza.


''Marina ayo kita pulang udah sore nih, nanti kak Dewi marah,''ujar Kanza sambil berteriak karena Marina berada jauh dari nya.


''Kenapa cepat sekali pulang nya, apa kamu marah sama aku?''Neffal.


''Gak kok,''sahut Kanza.


''Terus kenapa buru-buru banget pulang nya,''ujar Neffal.


"Hari kan udah mau sore, aku gak biasa keluar lama-lama kayak gini bisa-bisa kakak ku marah,"sahut Kanza.


''Oke,''haya itu yang keluar dari mulut Neffal.


Marina berjalan mendekati Kanza dan Neffal di tepian pantai.


''Kita pulang sekarang?''Marina.

__ADS_1


''Iya,''sahut Kanza.


''Neffal aku minta tolong ya, tolong kamu gendong Kanza,''ujar Marina.


''Boleh,''sahut Neffal.


Neffal mendekati Kanza dan menggendong nya menuju parkiran motor. Sesekali Neffal menatap Kanza yang masih dalam gendongan nya. Neffal menaiki Kanza keatas motor.


''Terima kasih ya Neffal udah bantuin Kanza,''ujar Marina.


''Iya sama-sama,''sahut Neffal.


''Makasih udah bantuin aku,''ujar Kanza.


Neffal menganggukkan kepalanya.


''Kalau gitu kita pulang dulu, semoga nanti kita bisa ketemu lagi,''ujar Marina. Sambil melajukan motornya pergi.


.


.


.


Tanpa sepengetahuan Marian dan Kanza ternyata Neffal mengikuti mereka. Gak sengaja Marina melihat dari kaca spion motornya.


''Kanza kayak kita di ikuti sama Neffal deh,''ujar Marina.


''Masak sih?''Kanza.


''Iya coba deh kamu noleh kebelakang,''titah Marina.


Kanza pun menoleh kebelakang seperti kata Marina. Kanza terkejut Neffal benar-benar mengikuti mereka.


''Kenapa dia ngikutin kita?''Kanza.


''Gak tahu,''sahut Marina.


''Kamu kencangin lagi motor nya,''ujar Kanza.


Marina pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Agar Neffal tidak lagi mengikuti Mereka.


''Ada apa dengan mereka,''gumam Neffal karena melihat Marina melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS NYA.


__ADS_2