
''Kanza besok kita ke pantai yuk, aku bawa kamu jalan-jalan,'' ajak Marina.
''Aku lagi malas keluar,'' sahut Kanza.
''Ayolah Kanza aku lagi pengen makan bakso tepi pantai itu,'' ajak Marina sedikit memaksa.
''Ya udah deh, kita naik apa?'' tanya Kanza.
''Kita naik mobil saja, biar bisa bawa kursi roda kamu,'' ucap Marina.
Kanza menganggukkan kepalanya. Bahwa dia siap untuk pergi ke pantai besok. Berapa jam kemudian Marina sudah pulang ke rumahnya.
''Mulai saat ini aku akan terus, mencoba tanpa kamu lagi Neffal, aku akan belajar melupakan kenangan kita semuanya,'' batin Kanza.
Kanza mendorong kursi rodanya mendekati sebuah lukisan wajah Neffal dan wajahnya Kanza mengambil lukisan itu. Dia ingin membakar lukisan tersebut bersama dengan foto-foto lainnya.
''Begitu banyak kenangan kita Neffal tapi semua itu akan berubah menjadi abu yang tidak berbentuk lagi aku ingin membakar semua kenangan ini agar perasaanku juga akan ikut terbakar menjadi abu,'' batin Kanza sambil menyalakan api dan melemparnya kedalam tumpukan lukisan itu.
Tidak lupa Kanza merekam video bembakaran itu dia mengirimkan kepada Neffal agar Neffal juga melihat bembakaran itu. Setelah video itu terkirim Neffal langsung menghubungi Kanza. Tanpa pikir panjang Kanza segera mengangkat panggilan telepon dari Neffal.
''Apa yang sedang kamu lakukan! haa?.. Kamu membakar semua kenangan kita?'' tanya Neffal marah.
''Untuk apa kamu bukankah ini yang kamu mau dari dahulu dan sekarang aku sudah melakukannya,'' sahut Kanza.
__ADS_1
''Apa maksud mu Kanza, aku tidak habis pikir dengan apa yang kamu lakukan sekarang,'' ucap Neffal.
''Kita sudah putus satu tahun lalu, jadi untuk apa aku menyimpan semua itu, kau ingin aku menderita dengan menyimpan semua barang-barang itu?'' tanya Kanza.
''Kanza aku masih sangat mencintai kamu, aku menyesal sudah melakukan itu semua. Itu semua salah kamu maka dari itu aku melakukannya,'' ucap Neffal.
''Kita sudah putus tapi kau masih saja menuduhku seperti ini, mulai sekarang jangan pernah hubungi aku lagi!'' ujar Kanza mematikan ponselnya.
''Kanza-Kanza!'' teriak Neffal dia melempar ponselnya di atas meja.
''Kanza kamu benar-benar sudah keterlaluan apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan kamu kembali!'' batin Neffal.
Marina datang ke rumah Kanza dia ingin mengajak Kanza pergi.
''Ada di kamarnya,'' sahut Dewi.
Marina pun langsung masuk ke dalam kamar Kanza dia melihat Kanza masih belum berkemas.
''Ya ampun Kanza kamu masih belum siap-siap lagi kan kita mau pergi jalan,'' ujar Marina.
''Maaf aku lupa, kenapa kamu tidak sms aku suruh aku untuk bersiap-siap?'' tanya Kanza.
''Lihat saja ponsel mu sudah berapa kali aku sms kamu,'' sahut Marina.
__ADS_1
Kanza pun membuka ponselnya, benar saja sudah ada tiga pesan dari Marina. Dia tidak mengetahui kalau Marina mengirimkan pesan.
''Maaf aku tidak tahu kalau kirim pesan,'' ujar Kanza.
''Udah gak apa-apa sekarang kamu siap-siap ya aku tunggu disini,'' sahut Marina.
Kanza pun pergi untuk bersiap-siap. Tidak butuh lama Mereka pun sudah berada di dalam mobil Marina.
''Kamu kenapa? kok kayak gak bersemangat gitu?'' tanya Marina sambil terus menyetir mobilnya.
''Gak apa-apa kamu fokus saja nyetirnya,'' sahut Kanza tersenyum.
Marina menganggukkan kepalanya, mobil pun terus berjalan menuju pantai.
.
.
.
.
.
__ADS_1
. BERSAMBUNG..