AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
Hujan


__ADS_3

''Kenapa? tiba-tiba kamu terpikirkan Gio?'' tanya Kanza.


''Entahlah,'' sahut Marina menaiki pundaknya.


''Udahlah Marina, aku kenal sama Gio juga sudah bertahun-tahunkan mana mungkin bisa ketemu lagi, mungkin saja dia juga sudah melupakan aku,'' sahut Kanza.


''Apa kamu punya. Instagramnya atau Facebooknya?'' tanya Marina.


Kanza menggelengkan kepalanya.


''Kanza kenapa? kamu tidak memintanya?'' tanya Marina.


''Buat apa, waktu itu aku masih pacaran sama Neffal, untuk apa aku minta semua itu dari Gio,'' sahut Kanza.


''Kamu benar,'' ucap Marina sambil mendorong kursi roda Kanza untuk mengatarnya pulang.


''Ya sudah aku pulang dahulu ya, besok aku kesini lagi buat temani kamu,'' ucap Marina.


Kanza menganggukkan kepalanya.


Malam itu Kanza mulai menulis diarynya lagi yang sudah sekian lama dia tidak lagi memegang buku hariannya tersebut.


''Diary sudah lama aku tidak mencurahkan isi hatiku kepada setiap lembaran mu,'' batin Kanza.


Kanza membuka buku harian itu dan membaca setiap kenangan indahnya bersama dengan Neffal, kini semuanya hanya tinggal luka dan air mata, Kanza mulai menulis catatan hariannya.

__ADS_1


(Dear Diary)


Aku tidak mengerti kenapa? dia kembali lagi setelah sekian lama, kini dia kembali saat aku sudah mulai melupakan dirinya. Luka itu kembali saat dia hadir menghubungiku. Aku harus apa dan berkata apa aku sudah tidak ingin dia kembali itu akan membuatku terluka lagi. Aku tidak ingin dia kembali bagiku cinta ini sudah mati untuknya tidak akan ada cinta yang tumbuh lagi untuknya sudah cukup untuk luka ini.


Kanza kembali menutup bukunya dan menaruhnya di dalam nakas. Mendorong kursi roda ketempat tidur.


Pagi harinya dengan cuaca yang sangat mendukung Kanza duduk di halaman rumah bersama dua saudaranya Lulu dan Dewi sambil memakan cemilan yang telah di buat oleh Dewi.


Tidak begitu lama hujan pun turun dengan deras Kanza menatap hujan yang turun dengan sekejap air hujan sudah membasahi bumi.


''Kak ada pesan masuk tu,'' ucap Lulu.


''Hai Kanza kamu lagi apa aku boleh telpon kamu gak,'' pesan dari Neffal melalui pesan. WhatsApp.


Kanza tidak mempedulikan pesan itu dia kembali meletakan ponselnya di atas meja. Dan kembali memakan cemilannya.


''Pesan dari Marina kak, katanya tadi mau datang karena hujan gak jadi,'' sahut Kanza berbohong kepada kakaknya.


Dewi hanya mengangguk-angguk kepalanya.


''Aku ke kamar dulu ya,'' ujar Kanza sambil mendorong kursi rodanya.


''Ada apa? dengan kak Kanza biasanya kalau hujan dia lebih suka di luar,'' batin Lulu.


Kanza duduk di kursi rodanya sambil melihat keluar jendela kamar.

__ADS_1


Ting... Sebuah pesan singkat dari Neffal Kanza mengambil ponselnya.


''Kenapa kamu tidak membalas pesan ku?'' tanya Neffal.


Kanza pun membalas pesan dari Neffal tersebut.


''Untuk apa lagi kamu menghubungiku,'' balas Kanza.


Tanpa balsan Neffal langsung menelepon Kanza.


''Apa aku harus mengangkat teleponnya, Marina bilang angkat saja dan dengarkan apa yang dia inginkan,'' batin Kanza sambil mengangkat ponselnya.


''Halo Kanza kenapa? lama sekali mengangkat telepon dari ku?'' tanya Neffal.


''Tidak apa-apa, kenapa? kamu menelepon ku?'' tanya Kanza.


''Aku kangen sama kamu maka dari itu aku telpon kamu,'' sahut Neffal.


Neffal memang tidak tahu malu, sedangkan dia sudah punya pacar tapi mengatakan rindu kepada mantannya.


.


.


.

__ADS_1


.


. BERSAMBUNG...


__ADS_2