AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
ke cemburuan


__ADS_3

Saat itu Kanza menceritakan semua kejadian dia saat di rumah sakit, Neffal sangat cemburu terhadap Gio.


''Aku gak nyangka kalau Neffal bisa seperti itu,'' ujar Marina.


''Aku juga gak, kenapa? sikapnya bisa berubah seperti itu, dia sangat cemburu kepada Gio,'' sahut Kanza.


''Terus Neffal tahu gak kalau kamu pulang hari ini?'' tanya Marina.


''Dia tahu kalau aku pulang hari ini, tadinya dia juga mau jemput aku tapi karena dia masih di luar kota jadi gak bisa,'' sahut Kanza.


''Baguslah kalau dia tahu, takutnya nanti dia salah paham lagi sama kamu,'' ujar Marina.


Kanza menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


''Terus si Gio itu, dia udah pulang dari rumah sakit belum?'' tanya Marina.


Kanza menggelengkan kepalanya.


''Menurut kamu bagaimana apa aku putusin Neffal?'' tanya Kanza.


''Jangan dulu mana tahu dia akan berubah, dan gak akan lagi nuduh-nuduh kamu,'' sahut Marina.


''Udah kalau menurut gue sih, lebih baik lo putusin aja udah berapa kali lo beri dia kesempatan untuk merubah sikapnya itu, kalau gue jadi lo udah gue putusin dari dulu,'' Lulu menyahut dari belakang.


''Ya setidaknya kita beri dia kesempatan satu kali lagi,'' ujar Marina.


''Lo itu sahabat kakak gue bukan sih!, seharusnya lo itu hargai! keputusan kakak gue, udah berapa kali kakak gue kasih Neffal kesempatan tapi dia tidak pernah menghargai kakak gue,'' sahut Lulu dengan ketus.


''Udah ini kan masalah aku, kenapa? kalian yang ribut,'' ujar Kanza.

__ADS_1


Lulu pun segera bangkit dari tempat duduknya dia berjalan pergi meninggalkan Marina dan Kanza di ruang tamu itu.


''Tapi kalau seperti itu kata Lulu, kamu itu udah sering kasih Neffal kesempatan lebih baik kamu putusin aja dari pada kamu sakit hati teruskan,'' ujar Marina.


...............


Malam harinya Kanza duduk di kursi rodanya sambil menulis catatan hariannya.


Bagaimana caraku untuk memutuskan hubungan ini dengan Neffal, karena setelah ini tidak akan ada lagi orang yang akan mencintaiku seperti Neffal. Karena dia tidak pernah mempertanyakan tentang fisikku. Beda dengan orang yang dahulu aku kenal mereka mempertanyakan tentang fisikku, apakah aku harus mempertahankan cerita cintaku ini tapi sampai kapan aku harus bertahan jika Neffal terus saja menyakiti perasaanku dia terus saja menuduhku yang tidak pernah aku lakukan.


''Kanza kamu belum tidur?'' tanya Dewi.


''Belum kak,'' sahut Kanza sambil menutup buku hariannya.


''Ayo tidur kamu itu masih sakit, apa kamu sudah minum obat?'' tanya Dewi.


''Sekarang kamu tidur ya, kakak mau masuk ke kamar dulu,'' ucap Dewi.


Kanza menganggukkan kepalanya, Dewi pun keluar dari kamar Kanza.


...........


Pagi harinya Kanza duduk di halaman rumahnya sambil menghangatkan tubuhnya. Pagi itu juga Neffal datang ke rumah Kanza, dia melihat Kanza sedang duduk di kursi rodanya sambil menikmati matahari pagi itu.


''Assalamualaikum.'' ucap Neffal menatap Kanza.


''Waalaikumsalam,'' sahut Kanza sambil tersenyum.


''Neffal kapan kamu datang?'' tanya Dewi sambil membawa segelas air dan obat-obatan untuk Kanza.

__ADS_1


''Baru saja kak,'' sahut Neffal, ''itu obat Kanza ya kak?'' tanya Neffal.


''Iya.''


''Biar aku aja yang kasih buat Kanza,'' ujar Neffal mengambil obat-obatan itu dari tangan Dewi.


Neffal pun segera mendekati Kanza, tapi Kanza hanya cuek saja saat Neffal mendekatinya Neffal menaruh gelas air di atas meja matanya hanya fokus menatap Kanza. Yang tidak mempedulikan dirinya.


''Minum obatnya,'' ujar Neffal.


''Taruh saja situ nanti aku akan meminumnya,'' sahut Kanza tanpa menoleh ke arah Neffal.


Neffal pun kembali mengambil obat itu yang di taruhnya di atas meja, dia membuka satu-persatu obat itu, dan memberikannya kepada Kanza.


''Ini minumlah,'' ujar Neffal.


''Kan saya sudah bilang taruh saja situ nanti saya akan mengambilnya sendiri,'' sahut Kanza.


Neffal menatap Kanza tajam.


.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2