
Pagi harinya. Dokter Ady datang ke kamar rawat Kanza untuk memeriksa keadaan Kanza.
''Selamat pagi,'' sapa dokter Ady.
Di kamar itu sudah ada keluarga Kanza hanya saja satu orang yang tidak ada disana dia adalah Doni Abang dari Kanza karena dia masih berada diluar negeri.
''Selamat pagi juga dok,'' sahut Kanza dan juga keluarganya.
''Bagaimana keadaan kamu sekarang apa rasa sakitnya sudah berkurang?'' tanya dokter Ady sambil memeriksa keadaan Kanza.
''Alhamdulillah dok untuk saat ini rasa sakitnya sudah berkurang,'' sahut Kanza tersenyum.
Gio hanya mendengar percakapan Kanza dan dokter Ady dia begitu penasaran Kanza sakit apa.
''Syukurlah, besok adalah hari kamu di operasi kamu harus siap-siap ya,'' ujar dokter Ady.
''Memangnya harus besok ya dok?'' tanya Kanza dengan wajah penuh kecemasan.
''Iya, kalau tidak di tangani dengan cepat akan berbahaya buat kamu, kamu jangan takut ini hanya operasi kecil,'' ujar dokter Ady, ''baiklah kalau gitu saya permisi dahulu,'' ujar dokter Ady pergi dari kamar rawat inap Kanza.
......................
"Ya udah sekarang kamu sarapan dulu, jangan terlalu di pikirkan," ujar Dewi.
Gio melihat keluarga Kanza yang begitu perhatian kepada Kanza, sedangkan keluarganya tidak pernah datang ke rumah sakit untuk melihatnya karena kedua orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Dewi melihat ke arah Gio karena tidak ada keluarga di sampingnya Dewi berjalan mendekati tempat tidur Gio sambil membawa makanan untuknya.
__ADS_1
"Ini makanlah kakak beli banyak tadi, apa keluarga mu tidak datang?" tanya Dewi.
"Terima kasih kak," ucap Gio setelah mengambil makanan dari tangan Dewi.
"Iya sama-sama ayo di makan," sahut Dewi
Dewi pun kembali duduk di samping Kanza.
"Gue jadi penasaran Kanza sakit apa kalau gue tanya nanti yang ada dia malah, Gerr," batin Gio.
''Kenapa? lo lihat-lihat kakak gue nasir lo sama dia?'' tanya Lulu kepada Gio.
''Hei! gue udah punya pacar ya gak perlu lo jodoh-jodohin sama kakak lo itu, cantik juga pacar gue,'' sahut Gio.
''Yang jodohin lo siapa, gak ada tu gue ngomong seperti itu,'' ujar Lulu.
''Gio kok kamu bisa seperti ini sih,'' ucap ibu-ibu itu dengan suara lantang.
Ternyata dia adalah orang tuanya Gio dia baru datang ke rumah sakit, padahal Gio sudah tiga hari berada di rumah sakit itu.
''Ma, mama nagapain kesini?'' tanya Gio menghentikan makannya.
''Ya buat lihat keadaan kamu dong,'' sahut ibu itu.
''Buat apa ma, mama kan sekarang ini lagi sibuk kerja dan mama gak perlu datang ke sini,'' ujar Gio.
''Mama minta maaf untuk berapa hari ini mama benar-benar sibuk mengurusi pekerjaan mama,'' sahut Mama Gio.
__ADS_1
Gio tidak mempedulikan perkataan mamanya dia menutup wajahnya dengan bantal.
''Gio perempuan itu siapa kok dia bisa satu kamar sama kamu?'' tanya mama Gio.
''Orang,'' sahutnya singkat.
''Tapi dia cantik ya,'' ujar mama Gio lagi.
Tring sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel mama Gio dia pun langsung membuka ponselnya.
''Gio mama harus pergi sekarang, kamu gak apa-apa kan mama tinggalin nanti malam mama kembali lagi kesini buat nemenin kamu,'' ujarnya
''Gak perlu ma, mama gak perlu datang Gio masih bisa sendiri,'' sahut Gio.
''Ya sudah mama pergi dahulu ya,'' ujarnya dan pergi.
Orang tua Gio benar-benar sibuk dengan pekerjaannya sehingga mereka mengabaykan anaknya yang berada di rumah sakit tanpa ada yang menemani.
.
.
.
. ... BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS
__ADS_1