
sejak malam itu Rehan tidak lagi, menghubungi Kanza. begitu pun sebalik nya Kanza tidak lagi menghubungi Rehan. Seperti biasa Kanza membuka buku harian nya, dia menulis semua sakit hati dan kekecewaan nya di dalam buku itu, dia tidak ingin mencerita kan sakit hati nya kepada orang lain. Meskipun dia memiliki sahabat seperti Marina yang bisa dia percaya, dan tempat dia mencurah kan semua kekecewaan nya, namun dia tidak ingin sahabat nya mengetahui semua itu.
DEAR DIARY
Teman satu bulan ku, aku tidak menyangka kamu bisa bicara begitu menyakit kan kepada ku, apakah aku seburuk itu di mata mu dan di mata orang yang melihat ku. apakah aku hina jika aku cacat, kenapa tidak ada satu orang pun yang bisa menerima ku.
Hanya sekedar untuk berteman saja, apakah berdosa bagi orang cacat berteman dengan seorang yang sempurna, jika itu ada beri tahu aku, agar aku tidak terlalu berharap.
''Kanza ada Marina tu, di luar,''panggil Dewi.
''Iya sebentar,''sahut Kanza. Kanza kembali menyimpan buku harian nya, lalu mendorong kursi roda keluar menuju halaman.
''Hai, sini aku bantu,''ujar Marina membantu mendorong kan kursi roda sahabat nya itu.
''Terima kasih,''ucap Kanza.
''Iya sama-sama, kamu kenapa kayak sedih gitu, apa kamu ngak suka aku ada di sini?''Marina.
__ADS_1
''Ngak kok, aku malah senang kamu datang,''sahut Kanza.
''Terus kenapa, apa Rehan nyakiti kamu?''Marina lagi.
Kanza menatap Marina,''Ngak kok, Kenapa Rehan harus nyakiti aku, Rehan bukan pacar aku''sahut Kanza.
''Kanza, aku ini sahabat kamu dan aku tahu kalau kamu lagi sedih, kamu jangan bohongin aku, sebaik nya kamu cerita sama aku apa yang terjadi,''ujar Mariana sambil menatap Kanza.
Kanza pun terpaksa mencerita kan kepada Marina tentang dia dengan Rehan.''Malam itu Rehan benghubugi ku, dia mengajak ketemuan, tapi aku menolak nya, kamu tahu kan, bagaimana aku bisa pergi dengan keadaan seperti ini, dan malam itu juga aku jujur tentang diriku dan keadaan ku, tapi dia malah menghina ku. habis-habisan,''ujar Kanza mencerita kan panjang lebar kepada Marina.
''Aku akan memberi tahu Lio, tentang ini,''ujar Marina.
Kanza melepaskan pelukkan nya dari Marina,''Jangan, kamu jangan ceritakan soal ini kepada Lio, dia itu pacar kamu, dan Rehan adalah teman Lio''ujar Kanza.
''Tapi ini sudah keterlaluan Kanza, aku tidak terima ada orang yang menghina kamu, kamu itu sahabat aku,''ujar Marina menatap Kanza.
''Aku tahu, tapi tolong kamu jangan ceritakan masalah ini kepada pacar kamu, aku ngak mau gara-gara aku kalian berantam, hanya karena masalah aku,''ujar Kanza.
__ADS_1
''Sudah kamu jangan menangis lagi, kamu tidak pantas menangisi orang seperti Rehan itu,''ujar Marina sambil menghapus air mata Kanza yang terus mengalir.
''Ada apa ini?''Dewi sambil membawa minuman.
''enggak ada apa-apa kok kak, habis ngobrol aja tadi,''sahut Marina.
''Ya sudah, ini minum, kakak buat tadi untuk kalian,''ujar Dewi meletak kan dua gelas air di depan Kanza.
''Terima kasih kak,''ucap Marina. Dewi hanya menganggakukan kepala nya .
''Ya udah kakak kembali kedalam ya,''ujar Dewi.
''Iya kak,''sahut Marina.
BERSAMBUNG
LIKE DAN KOMNTAR NYA
__ADS_1