
Malam itu Kanza duduk di halaman rumah nya. Dia menatap langit malam yang di penuhi dengan bintang-bintang, dia membayangkan ucapan Neffal bahwa dia akan menunggu sampai Kanza siap untuk bertemu dengan nya.
Tapi Kanza tahu dia tidak akan bisa bertemu sama Neffal apa pun yang terjadi Kanza tetap tidak akan mau jujur sebelum semua nya terbalas kan. Kanza mengerti dendam nya akan menyakiti dia sendiri.
Tring..Tring ponsel berbunyi.
''Iya Marina ada apa?''Kanza setelah mengangkat ponsel nya.
"Kamu dimana?"Marina.
"Aku ada halaman rumah nih,"sahut Kanza.
"Aku kesana ya,"ujar Marina.
"Oke,"sahut Kanza sambil mematikan ponsel nya.
Rumah Kanza dan Marina tidak terlalu jauh maka dari itu mereka bisa bertemu setiap hari, Tidak butuh lama Marina sampai dia langsung menghampiri Kanza yang duduk di atas kursi roda.
"Kamu sendirian aja?"Marina.
"Iya,"sahut Kanza.
"hmm,, Bagaimana kamu sama Neffal masih berteman kan?"Marina.
__ADS_1
"Masih kok, kemarin dia telepon aku dia ngajak ketemuan,"ujar Kanza.
"dia ngajak ketemuan, terus kamu bilang apa?"Marina.
"Seperti biasa aku bilang kalau aku ngak bisa,"sahut Kanza.
"Kamu ngak bisa terus-terusan ngomong kegitu sama Dia pasti dia akan mencari kamu nanti, sebaik nya kamu jujur saja, mana tahu Neffal menerima kamu apa adanya,"ujar Marina.
"Jujur kamu bilang!, kamu tahu kan aku sudah pernah jujur sama orang lain, tapi apa yang ku dapat hanya hinaan! yang aku dapat,"sahut Kanza menatap Marina nanar.
"Aku mohon Kanza jangan seperti ini, dendam kamu itu udah menguasai hati kamu, aku takut kamu sendiri yang akan terluka nanti,"ujar Marina mencoba menyadar kan Kanza.
"Ini bukan dendam Marina, tapi rasa sakit yang terus menusuk hatiku,''sahut Kanza.
Marina terus berusaha membuat Kanza keluar dari rasa sakit hati nya, dia tidak ingin sahabat nya itu menangisi orang-orang yang tidak penting seperti mereka.
"Jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta sama Neffal?"Marina menatap tajam ke arah Kanza.
"Ya.. ngak lah mana mungkin aku bisa jatuh cinta sama dia, itu tidak akan mungkin,"sahut Kanza.
"Jadi kenapa kamu tidak bisa jujur sama dia, sedangkan dulu sama Rehan dan Bayu kamu cepat banget tu jujur nya, giliran sama Neffal ngak"ujar Marina.
"Aku kan sudah ngomong sama kamu, aku hanya ingin membalas nya saja,"sahut Kanza.
__ADS_1
"Terserah sama kamu aja,"ujar Marina.
"Besok Neffal akan pulang dari luar kota, dia bilang dia mau ketemu sama aku, aku harus bagaimana,"ujar Kanza tanpa menoleh ke arah Marina.
Marina hanya bisa diam dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa, di sisi lain Kanza ngak mau jujur tentang keadaan nya.
"Aku ngak tahu, semua nya terserah sama kamu,"sahut Marina.
"Kanza aku pulang dulu ya, udah malam banget nih, nanti orang tua ku marah kalau terlambat pulang,"ujar Marina berdiri dari duduknya.
"Iya kamu hati-hati ya,"sahut Kanza.
Marina menganggukkan kepalanya dan pergi.
.
.
.
Pagi harinya yang cerah menyapa pagi itu semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing Lulu yang telah berangkat sekolah Dewi yang sibuk membersihkan rumah. Tapi Kanza hanya bisa duduk di kursi rodanya takdir tidak bisa membuat dia seperti orang lain yang bisa pergi kemana pun dia mau.
BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE YA DAN KOMENTAR
__ADS_1