
Pagi harinya. Kanza masih kepikiran bagaimana caranya dia bertemu dengan Neffal, antara malu dan tidak siap itulah yang di pikirkan Kanza, tapi bagaimana pun dia memang harus ketemu.
Kanza membuka Ponsel nya di sana sudah ada pesan dari Neffal untuknya.
''Kanza jangan lupa ya, hari ini kita ketemuan di pantai indah,''pesan Neffal.
''Insya Allah, aku pasti datang,''balas Kanza.
Kanza menoleh kearah jam dinding yang ada di kamar nya, jam menunjukkan pukul 11.00 pagi, dua jam lagi dia harus datang ke pantai indah itu.
''Sebaik nya aku telepon Marina dulu,''batin Kanza.
''Halo Marina kamu ada dimana?''Kanza.
''Aku di luar nih,''sahut Marina.
''Di luar mana?''Kanza lagi.
''Aku ada di rumah tante aku, ada apa?''Marina.
''Neffal ajak ketemuan nanti Sore, aku harus bagaimana?''Kanza.
''Oke kamu tenang aja sebentar lagi aku datang kerumah kamu, terus kita pergi ketemu Neffal,''ujar Marina dari seberang sana.
''Ini semua gara-gara kamu tahu,''sahut Kanza.
''Kok gara-gara aku sih,''ujar Marina.
''Iya lah coba kalau kamu gak ngomong kegitu kemarin pasti dia tidak akan ngajak ketemuan seperti ini,''sahut Kanza.
''Kanza kamu harus sadar dong, kamu harus tahu laki-laki itu gak akan tahan jika tidak bertemu, apa lagi kalian sudah bertahun-tahun gak pernah bertemu,''ujar Marina.
''Aku malu Marina,''sahut Kanza.
''Udah kamu gak usah malu, kan ada aku,''ujar Marina.
''Terserah kamu,''sahut Kanza.
''Sekarang kamu mandi dulu, nanti aku jemput oke,''ujar Marina sambil mematikan ponsel nya.
''Marina ini aneh banget sih, udah tahu aku gak bisa pergi masih aja di ajak,''gumam Kanza.
.
''Kanza kamu mau mendi ya?''Dewi yang sedang menonton TV.
''Iya kak,''Kanza.
''Emang mau kemana kok cepat banget mandi nya masih jam 12.30,''ujar Dewi.
''Hmm, itu kak Marina mau ngajak aku jalan gak tahu kemana, di suruh mandi cepat sama dia,''sahut Kanza.
''Hmm yaudah,''ujar Dewi.
Kanza kembali mendorong kursi rodanya menuju kamar mandi, dia pun langsung mandi. Tidak butuh lama Kanza kembali ke kamar nya, muli mencari baju yang bagus.
''Hari ini adalah hari pertama ku bertemu dengan Neffal, aku harus pakai baju apa ya,''gumam Kanza. Sambil mengacak-acak lemari pakaian.
''Aku begitu semangat mau ketemu dengan Neffal, tapi apakah bisa menerima keadaan ku seperti ini,''batin Kanza.
Kanza kembali tidak bersemangat lagi, dia meletakkan baju nya kembali kedalam lemari dan menutup nya. Semangat nya seketika hilang entah kemana. Saat membayangkan kalau Neffal akan pergi meninggalkan nya.
''Kanza kok kamu masih belum siap sih,''ujar Marina tiba-tiba dia sudah berada di kamar Kanza.
''Marina sejak kapan kamu datang?''Kanza.
''Dari tadi,''sahut Marina.''Kenapa kamu belum siap lagi?''Marina.
''Gak usah aja deh pergi nya,''ujar Kanza.
''Kanza aku tu, udah capek-capek pulang kesini buat jemput kamu, pasti Neffal juga udah nunggu kamu di pantai,''ujar Marina.
__ADS_1
''Tapi Marina...
''Gak ada tapi-tapian, sini aku dandanin kamu biar cantik,''ujar Marina.
Berada menit berlalu Kanza oun selesai di dandan cantik oleh Marina.
''Kamu cantik banget Kanza, kira-kira gimana ya reaksi Neffal saat melihat kamu?''Marina.
''Palingan lari,''sahut Kanza.
''Kamu jangan suzun dulu, mana tahu Neffal baik,''ujar Marina.
.
.
''Kita naik motor?''Kanza melihat Motor sudah ada di depan rumah nya.
''Iya, kamu bisakan naik motor,''sahut Marina.
''Ya bisa lah,''sahut Kanza.
Marina mengangkat tubuh Kanza untuk menaiki keatas motor miliknya.
''Marina kamu gak malu apa membawa aku seperti ini?''Kanza.
''Gak ngapain aku harus malu,''sahut Marina. Motor pun telah melaju pergi dari halaman rumah Kanza.
''Marina kita belum izin sama kak Dewi,''ujar Kanza, dari belakang Marina.
''Udah kamu gak usah khawatir biar aku yang urus nanti,''sahut Marina begitu entengnya.
''Kamu ini ya, membuat aku kena marah tahu gak,''ujar Kanza.
''Aku yakin kok kak Dewi gak akan marah,''sahut Marina lagi.
.
.
''Wow. Inikah yang namanya pantai?''Kanza dia begitu bahagia saat melihat pantai.
''Iya inilah pantai,''sahut Marina.
''Indah sekali! Marina,''ujar Kanza.
''Pasti nya dong indah banget,''sahut Marina.
''Aku gak nyangka kalau aku bisa sampai ketempat ini,''ujar Kanza.
''Aku kesana sebentar ya,''ujar Marina turun dari motor nya.
''Mau kemana?''Kanza.
''Mau beli minuman dulu sebentar di sini panas banget,''sahut Marina sambil terus berjalan meninggalkan Kanza di parkiran motor di tepi pantai itu.
Kanza mulai kebingungan karena dia sendiri yang berbeda di atas motor.
''Aku berharap yang namanya Neffal itu gaj ada disini,''gumam Kanza. Dia mulai mengeluarkan keringat dingin karena inilah pertemuan pertama Kanza dengan seorang laki-laki.
Marina pun kembali menghampiri Kanza yang ada di parkiran.
''Kamu lama banget, cuaca nya udah panas banget lagi,''ujar Kanza.
''Maaf tadi, disana ramai pembeli nya,''sahut Marina sambil memberikan minuman kepada Kanza.
''Apa Neffal itu belum datang?''Marina.
''Aku berharap dia gak akan datang,''sahut Kanza sambil meminum air yang di beli Marina untuk nya.
.
__ADS_1
.
''Permisi apa disini ada yang bernama Kanza?''seorang Laki-laki.
Suara yang tidak asing lagi bagi Kanza.
''Iya ini orang nya,''sahut Marina.
''Hai aku Neffal,''ujar nya mengulurkan tangannya. Tapi kanza tidak menoleh sama sekali dia merasa malu.
''Ayo Kanza ulurkan tangan mu,''ujar Marina.
''Yaudah kalau Kanza nya gak mau, aku kenalan sama kamu aja,''ujar Neffal menyalami tangan Marina. Marina pun memperkenalkan namanya kepada Neffal.
''Ayo Kanza ulurkan tangan mu,''ujar Marina lagi.
Kanza yang malu, terpaksa mengulurkan tangannya. Di situlah tatapan pertama mereka setelah sekian lama berteman di dunia maya.
''Yaudah ayo kita kesana, disini panas,''ujar Neffal.
''Oke ayo,''sahut Marina.
''Marina, apa kamu mau ninggalin aku disini sendiri,''ujar Kanza sambil berbisik.
Tapi Neffal mendengar apa yang dikatakan oleh Kanza. Neffal menatap Kanza dari ujung kaki sampai ujung kepala dia baru sadar kalau Kanza benar-benar tidak bisa berjalan.
''Gimana kalau aku gendong saja,''ujar Neffal menawarkan diri untuk menggendong Kanza.
''Boleh,''sahut Marina.
''Gak,''ujar Kanza.
''Yaudah kamu sendiri aja disini, aku mau pergi,''ujar Marina.
Ucapan Marina benar-benar menyebalkan buat Kanza.''Yaudah pergi aja,''sahut Kanza.
''Aku bercanda Kanza, kalau kamu disini nanti kamu sakit, terus kalau kamu sakit apa yang harus aku katakan sama kak Dewi,''ujar Marina.
''Udah aku aku gak bakalan sakit kok,''sahut Kanza.
Tanpa basa-basi Neffal mendekati Kanza dan menggendong nya. Kanza sangat terkejut melihat Neffal telah menggendong nya, Begitu juga dengan Marina dia tidak bisa berkata-kata lagi setelah menyaksikan semua itu.
Mereka terus berjalan menuju tepian pantai yang tidak terkena matahari. Kanza hanya bisa menatap Neffal yang tidak bicara sama sekali dia hanya terus Berjalan. Mereka pun sampai ketepian pantai, Neffal menurunkan Kanza dari gendongan nya.
''Kita sampai kan gak perlu banyak bicara,''ujar Neffal, sekilas menatap Kanza. Neffal pun kembali pergi meninggalkan Kanza sama Marina.
''Neffal kamu mau kemana?''Marina.
''Sebentar aku mau pesan makanan buat kalian,''sahut Neffal sambil berjalan.
''Gila! tu, orang keren banget gayanya, kok kamu bisa dapat cowok kayak gitu,''ujar Marina.
''Jangan tanya? sekarang jantung ku masih belum berhenti berdetak. Masih bung-bung,''ujar Kanza.
''Ini, nih efek gak pernah di sentuh sama cowok,''sahut Marina sambil tertawa kencang.
''Hai dia kembali,''ujar Marina melihat Neffal berjalan menuju mereka.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT
__ADS_1