AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
perpisahan


__ADS_3

Hari ini adalah ke pulangan Kanza dari rumah sakit karena dia sudah cukup pulih, Gio hanya bisa melihat Kanza sedang berkemas-kemas karena dia akan segera pulang.


''Kanza tunggu sebentar ya kakak mau panggil suami kakak dulu,'' ujar Dewi.


Kanza menganggukkan kepalanya.


''Oh iya gue juga mau keluar sebentar ambil kursi roda buat lo,'' ujar Lulu.


Kini hanya tinggal Kanza dan Gio di kamar rawat itu, Gio turun dari tempat tidurnya dia berjalan mendekati Kanza.


''Ada apa?'' tanya Kanza.


''Apa lo mau pulang sekarang?'' tanya Gio menatap Kanza.


''Iya, aku juga udh lama di rumah sakit bosan juga,'' sahut Kanza.


Gio hanya berdehem.


''Jadi lo akan ninggalin gue sendiri di rumah sakit ini,'' ujar Gio melanjutkan kata-katanya.


''Apa? maksud kamu aku gak boleh pulang gitu?'' tanya Kanza.


''Bukan seperti itu seharusnya lo pulang bareng gue biar gue gak sendirian di rumah sakit ini,'' sahut Gio.

__ADS_1


Kanza diam tidak menjawab perkataan Gio dia tidak mengerti kenapa Gio bicara seperti itu kepadanya. Padahal mereka baru kenal di rumah sakit ini tapi Gio sudah merasa nyaman dengannya.


''Aku gak ngerti maksud kamu,'' ujar Kanza sambil mengambil ponselnya dari dalam tas.


''Gue pengen berteman sama lo gue boleh minta nomor ponsel lo gak,'' ujar Gio.


Semakin membuat Kanza tidak mengerti Kanza hanya memandangnya.


''Gue tahu kalau gue ganteng gak usah seperti itu natapnya,'' ujar Gio.


''Kepedean sekali Anda,'' sahut Kanza tersenyum.


Kanza tidak memberikan nomor teleponnya karena saat itu Lulu sudah masuk ke dalam kamar rawat inap dengan membawa kursi roda.


''Boleh gue bantu?'' tanya Gio menawarkan diri untuk membatu Kanza naik keatas kursi rodanya.


''Ngak usah lo aja masih sakit kegitu,'' sahut Lulu.


Kanza pun keluar dari kamar rawat inap sambil di dorong oleh Lulu dengan kursi roda, Gio mengikuti mereka keluar rumah sakit semua urusan di rumah sakit sudah selesai. Kanza di gendong oleh Ayahnya masuk ke dalam mobil mereka akan segera pulang.


Gio hanya bisa melihat Kanza dari kejauhan mereka akan segera berpisah mungkin itulah pertemuan terakhir mereka berdua.


''Kanza gue harap lo akan mengingat gue selama kita berteman di rumah sakit ini mungkin kita gak akan ketemu lagi, tapi gue berharap dari hati gue yang paling dalam suatu saat nanti, kita akan bertemu lagi,'' batin Gio.

__ADS_1


Mobil yang membawa Kanza pun telah menjauh dari rumah sakit, Gio kembali berjalan menuju kamar rawat inapnya kini hanya dia sendiri di kamar itu tanpa Kanza dan yang lainnya.


''Gue sangat sepi gak ada lo Kanza, biasanya kita bertengkar dulu sebelum tidur, tapi sekarang semuanya tinggal kenangan saja. Gue gak akan ngelupain lo gak akan,'' batin Gio.


...KEDIAMAN KELUARGA KANZA...


Mereka telah sampai di rumahnya. Marina yang telah menunggu di halaman rumah Kanza. Dia pun tersenyum melihat Kanza yang telah pulang dari rumah sakit.


''Kanza aku kangen banget sama kamu,'' ujar Marina sambil memeluk Kanza.


''Aku juga kangen sama kamu,'' sahut Kanza sambil melepaskan pelukannya dari Marina, ''yaudah ayo kita masuk,'' ajak Kanza.


Marina menganggukkan kepalanya mereka pun masuk ke dalam rumah, Marina dan Kanza duduk di sebuah kursi yang sama.


.


.


.


.


... BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2