AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
tanpa izin


__ADS_3

''Kak, kak Kanza mana kok gak ada di kamar nya?''Lulu sambil mendekati Dewi yang duduk di sofa.


''Kakak juga ngak tahu, kemana pergi nya, soalnya tadi ada Marina kesini mungkin mereka pergi,''sahut Dewi.


Lulu hanya mengangguk kan kepala sambil memain kan ponsel nya.


Satu jam berlalu Kanza pulang di antar oleh Marina.


''Kalian dari mana saja kok pergi ngak kasih tahu?''Dewi berdiri dari duduk nya.


''Maaf kak, tadi aku bawa Kanza jalan-jalan sekitar sini aja,''sahut Marina.


''Iya ngak apa-apa kakak cuma khawatir kalau Kanza ngak ada di rumah,''ujar Dewi.


''Marina ayok masuk dulu,''ujar Kanza. Marina menganggukkan kepalanya.


''Kamu mau kemana?''Kanza melihat Lulu merapikan buku-buku pelajaran nya.


''Gue mau, pergi belajar kelompok di rumah teman, kayak nya Gue agak telat pulang,''sahut Lulu.


''Yaudah kamu hati-hati,''ujar Kanza.

__ADS_1


''Oke gue pergi dulu ya,''sahut Lulu sambil berjalan keluar kamar.


Tidak lama azan magrib pun berkumandang di mesjid yang tidak jauh dari rumah.


''Marina aku salat dulu ya, apa kamu ngak salat,''ujar Kanza.


''Enggak aku lagi halangan, aku duduk di kamar kamu aja ya,''sahut Marina.


''Oke, aku ke kamar mandi dulu mau ambil wudhu,''ujar Kanza mendorong kursi roda nya menuju kamar mandi .


''Iya ,''sahut Marina. dia pun duduk di kursi rias Kanza yang ada di kamar itu, Marina melihat buku harian Kanza di dalam laci nakas yang laci nya sedikit terbuka.


Saat Marina ingin mengambil buku, Kanza pun masuk ke kamar, Marina kembali menutup nakas itu dengan cepat.


''Udah selesai ambil wudhu nya?'' Marina sambil tersenyum.


''Udah, aku salat sulu ya. kamu duduk aja di situ,''ujar Kanza. Kanza pun memulai salat magrib nya, Marina masih penasaran dengan buku harian itu. Dia pun kembali mengambil nya, sedikit demi sedikit nakas itu di buka, mengambil buku dan mulai membaca, lembar demi lembar di baca oleh Marina, wajah nya begitu sedih setiap dia membuka lembaran buku itu, sesekali Marina menoleh ke arah Kanza.


''Kenapa kamu tidak pernah menceritakan semua ini, sama aku Kanza, kenapa kamu menyimpan semua penderitaan kamu dari aku,''batin Marina.


Tanpa sepengetahuan Marian bahwa Kanza sudah selesai salat, Kanza dengan cepat merebut buku harian itu dari tangan Marina. Marina sangat terkejut dan menatap Kanza yang sudah berada di samping nya.

__ADS_1


''Kanza,'' ujar Marina berdiri dari duduk nya.


''Kamu apa-apaan sih, ambil buku aku tanpa izin dulu,''ujar Kanza menatap Marina, Marah!


"Maaf Kanza aku penasaran apa yang kamu tulis dalam buku itu, apa salahnya sih aku baca, aku ini kan sahabat kamu,''ujar Marina. ''Iya aku tahu kamu sahabat aku, tapi ini kan pribadi aku ngak seharusnya kamu baca,''sahut Kanza masih dengan tatapan marah! nya.


''Oke, aku minta maaf,''ujar Marina. Kanza menganggukkan kepalanya, dan menaruh kembali buku harian itu.


''Kanza aku mau tanya sama kamu,''ujar Marna.


''Mau tanya apa,''sahut Kanza.


''Emang nya kamu benar-benar akan membalas perbuatan Rehan dan Bayu, kepada orang lain?''Marina.


''Seperti yang kamu baca,''sahut Kanza.


''Aku ngak yakin kamu akan melakukan itu,''sahut Marian menatap Kanza.


Bersambung


LIKE DAN KOMENTAR NYA FAVORIT HADIAH BUNGA DAN VOTE

__ADS_1


__ADS_2