AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
Orang baru


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan kisah cinta antara Kanza dan Neffal masih terus berjalan mereka menjalani kisah cinta itu dengan baik, tidak ada kesalahpahaman di antara mereka Kanza yang tidak pernah cemburu. Tapi malah sebaliknya berbeda Neffal yang begitu cemburu terhadap Kanza membuat Kanza tidak nyaman, tetapi Kanza tetap mempertahankan cintanya kepada Neffal.


Neffal benar-benar menekan Kanza tidak boleh melakukan apapun yang membuat dia cemburu. Padahal Kanza sudah menjelaskannya bahwa dia tidak pernah selingkuh, bagaimana bisa seorang gadis cacat selingkuh seperti Kanza itu tidaklah mungkin terjadi. Tapi jika seorang Neffal yang berselingkuh pasti bisa terjadi dia laki-laki yang sempurna bahkan dia bisa mencari wanita cantik diluar sana apa lagi Sorang Neffal bekerja diluar kota itu bisa saja terjadi.


Tapi tidak dengan Kanza, Kanza tidak pernah berprasangka buruk terhadap Neffal selama dia berada di kota, bahkan sampai berbulan-bulan diluar kota, Kanza tidak pernah berpikir negatif kepada Neffal orang yang paling dia cintai.


Bahkan saat dia sakitpun dia tidak pernah memberi tahu Neffal karena dia takut kehilanga Neffal dia takut kalau Neffal akan meninggalkannya karena dia sering sakit-sakitan.


......DI KEDIAMAN KELUARGA KANZA......


Malam itu Kanza merasa sakit di bagian perutnya dia membangunkan Lulu yang berada di sampingnya.


''Lulu-Lulu bangun,'' ujar Kanza sambil menguncangakn tubuh Lulu.


''Iya kenapa?'' tanya Lulu dengan mata yang masih tertutup.


''Perut aku sakit sakit sekali bantuin kakak,'' ujar Kanza.


''Bentar gue bangunkan kak Dewi,'' ujar Lulu berlari keluar kamar.


Lulu membangunkan Dewi di kamarnya, ''Kak, Kak Dewi,'' panggil Lulu sambil mengetuk pintu.


''Iya sebentar,'' sahut Dewi berjalan ke arah pintu kamar, ''ada apa?'' tanya Dewi.

__ADS_1


''Itu kak Kanza katanya perutnya kesakitan,'' ujar Lulu.


Dewi pun segera pergi ke kamar Kanza. Dia sangat terkejut melihat keadaan Kanza dengan bibir yang sudah membiru karena menahan sakit, Kanza pun kembali di bawa ke rumah sakit, di sana dia langsung ditangani oleh dokter Ady yang biasa menangani Kanza.


''Ada apa?'' tanya dokter Ady.


''Dia sakit lagi dok,'' sahut Dewi.


Dokter Ady langsung memeriksa keadaan Kanza malam itu.


Seseorang laki-laki berteriak kesakitan di samping Kanza, dia adalah pasien kecelakaan kakinya penuh dengan darah yang mengalir. Suster yang bertugas membersihkan lukanya kewalahan menghadapi pasien itu karena dia lasak.


kanza kembali di bawa ke kamar inap. Dokter Ady pun menyuruh Dewi datang ke ruangannya dokter Ady ingin menyampaikan keadaan Kanza.


''Apa dok, adik saya kena penyakit apendisitis!,'' ujar Dewi panik dan terkejut.


''Lakukan yang terbaik untuk adik saya dok,'' ujar Dewi.


''Itu sudah pasti, tapi untuk jadawal sekarang saya belum bisa mengoperasinya karena jadawal saya sangat padat, minggu depan saya akan melakukan operasinya, saya akan memberikan resep obat untuk menahan rasa sakit,'' ujar dokter Ady.


''Baik dokter,'' sahut Dewi sambil mengambil kertas obat itu dari tangan dokter Ady. Dan pergi dari ruangan itu.


......................

__ADS_1


''Suster apa tidak ada kamar lain?'' tanya laki-laki yang mengalami kecelakaan itu, ternyata dia satu kamar dengan Kanza.


''Ngak, semua kamar sudah penuh, jadi untuk sementara waktu kamu akan di kamar ini dulu,'' ujar suster sambil mendorong laki-laki itu dengan sebuah kursi roda.


Kanza sibuk dengan ponselnya, dia tidak mempedulikan kaki-kaki itu Kanza hanya melirknya sekilas. Dia pun kembali menatap layar ponselnya.


tidak lama setelah laki-laki itu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur rumah sakit, teman-temannya pun datang dan langsung masuk kedalam kamar rawat inap itu.


''Bro kok lo bisa jatuh sih!,'' ujar temannya.


''Ya mau bagaimana lagi kalau udah jatuh ya jatuh aja,'' jawab laki-laki yang bernama Gio itu.


''Wow! lo satu kamar dengan cewek itu?'' tanya Teman Gio.


Gio menoleh ke arah Kanza, Kanza yang masih sibuk menatap ponselnya tidak tahu kalau kalau Gio menatapnya.


''Sebenarnya gue juga malas satu kamar sama dia, mau bagaimana lagi gue harus disini untuk sementara waktu,'' sahut Gio.


Kanza mendengar itupun menoleh ke arahnya, ''Memangnya aku mau satu kamar sama dia aku juga malas kali,'' batin Kanza.


.


.

__ADS_1


.


. ... BERSAMBUNG...


__ADS_2