
Hari ini Kanza akan di operasi dia begitu cemas dan khawatir memikirkan tentang operasi itu, karena ini adalah operasi pertama baginya. Mungkin sebagian orang ini adalah operasi kecil tapi tidak buat Kanza ini adalah operasi besar baginya.
Saat itu Kanza sedang menulis catatan hariannya dia menuliskan hari-harinya saat di rumah sakit.
''Lo lagi tulis apa?'' tanya Gio.
''Nulis diary,'' sahut Kanza sambil terus menulis.
''Apa gue boleh baca, soalnya gue juga suka menulis,'' ujar Gio.
''Ya gaklah ini rahasia dan juga pribadiku mana boleh di baca sama orang lain,'' sahut Kanza.
Tiba-tiba pintu kamar rawat inap di buka oleh seseorang ternyata Neffal yang datang Neffal langsung masuk kedalam kamar itu.
''Neffal kapan kamu datang?'' tanya Kanza sambil menaruh kembali buku hariannya.
''Baru saja, bagaimana keadaan kamu sekarang?'' tanya Neffal Duduk di samping Kanza.
''Iya aku sudah baik-baik saja,'' sahut Kanza.
Gio hanya terdiam melihat ke datangan Neffal ke rumah sakit itu. Dan melihat ke romantisan meraka Gio membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur membalikkan tubuhnya membelakangi Kanza dan Neffal.
''Tadi aku belikan kamu cokolat kamu mau memakannya sekarang,'' ujar Neffal.
__ADS_1
''Nanti saja ya, sekarang aku masih kenyang,'' sahut Kanza.
Neffal menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dia kembali manaruhkan cokolat itu kedalam kotaknya.
''Kenapa kamu gak mau memakannya, biasanya kamu langsung mau, apa? kamu sudah kenyang berselingkuh dengan dia?'' tanya Neffal.
Membuat Kanza terkejut mendengar perkataan Neffal yang menuduhnya berselingkuh entah dengan siapa.
''Maksud kamu? apa? aku berselingkuh?'' tanya Kanza tidak percaya kalau kata-kata itu keluar dari mulut Neffal.
''Iya kamu selingkuh sama dia kan maka dari itu kamu sudah kenyang,'' ucap Neffal.
air mata Kanza tiba-tiba mengalir mendengar perkataan Neffal yang membuat hatinya begitu terluka.
''Kamu menuduh aku selingkuh, aku selingkuh sama siapa?'' tanya Kanza.
''Gak Neffal aku gak selingkuh dia hanya pasien di kamar ini,'' sahut Kanza.
Mendengar itu Gio menjadi geram dengan perkataan Neffal kepada Kanza yang di tuduh berselingkuh dengan dirinya.
''Bro, lo aneh banget sih, pacar lo itu sedang sakit bagaimana dia bisa selingkuh lagian lo harus tahu dia gak mau makan cokelat lo itu, karena dia akan di operasi hari ini,'' ujar Gio.
''Apa? kamu sakit apa sampai harus di operasi beri tahu aku!,'' ujar Neffal.
__ADS_1
''Apendisitis,'' sahut Kanza.
''Kamu menyembunyikan ini semua dariku penyakit sebesar ini kamu sembunyikan dariku,'' ujar Neffal mengulangi perkataannya.
''Maafkan aku, karena aku belum sempat memberitahu kamu tentang semua ini,'' sahut Kanza.
''Tapi kenapa dia lebih tahu dari aku!,'' ujar Neffal marah dan menatap mata Kanza.
''Ya jelaslah gue tahu, gue ada disini,'' Gio menyahut dari tempat tidurnya.
''Lo diam!, gue lagi ngomong sama pacar gue lo gak usah ikut campur!,'' ujar Neffal.
Saat mereka sedang bertengkar seorang suster wanita masuk ke dalam kamar.
''Siang mba Kanza apa? Anda sudah siap ke ruangan operasi, hari ini adalah operasi Anda,'' ujar suster itu.
Kanza Menganggukkan kepalanya bahwa dia sudah siap.
''Baiklah, mas tolong naikan mbanya ke atas kursi roda.'' ujar suster itu.
.
.
__ADS_1
.
. ... BERSAMBUNG...