
''Gio bukannya kamu sudah pulang kenapa? masih di sini?'' tanya Kanza.
''Tadi iya karena dompet gue ketinggalan jadi gue harus balik lagi,'' jawabnya.
Kanza dan Marina hanya menganggukkan kepala mereka.
''Oke apa yang bisa gue bantu?'' tanya Gio yang sudah turun dari motor sportnya.
''Gak ada yang harus di bantu,'' sahut Kanza.
Saat Marina ingin mengangkat badan Kanza. Tiba-tiba Gio membatu mereka.
''Biar gue bantu, lo pindahin aja kursi rodanya,'' ujar Gio.
Gio mulai menggendong Kanza masuk ke dalam mobil Marina.
''Terima kasih sudah membantu ku,'' ucap Kanza.
''Makasih ya,'' ucap Marina juga, Marina pun mulai melajukan mobilnya.
Kanza melihat Gio dari kaca samping mobil dia melihat bahwa Gio masih berdiri di sana dengan motornya.
''Sepertinya kisah kamu sama Gio sama persis dengan kamu dan Neffal,'' ujar Marina.
''Maksud kamu apa?'' tanya Kanza.
''Kamu masih ingatkan pertemuan pertama kamu sama Neffal dimana?'' tanya Marina.
''Iya pertemuan pertama ku sama Neffal di rumah sakit,'' sahut Kanza.
''Dan kamu juga pertemu sama Gio di rumah sakit juga, dan pertemuan ke dua di pantai, waktu itu kamu sama Neffal pertemuan yang ke dua kalinya juga di pantai,'' ujar Marina.
__ADS_1
''Udahlah Marina jangan kamu sebut lagi nama Neffal di depan ku. Aku ingin melupakan dia,'' sahut Kanza menatap ke depan.
''Baiklah aku tidak akan menyebut dia lagi,'' ujar Marina.
Mereka pun sampai di rumah Marina membantu Kanza turun dari mobil. Marina pun kembali pulang ke rumahnya,
Kanza pun langsung masuk ke dalam kamar.
''Lulu tuben kamu jam segini di rumah?'' tanya Kanza sambil menutup pintu kamar.
''Gak kok Gue baru pulang dari rumah teman,'' sahutnya sambil memainkan ponselnya.
Kanza menganggukkan kepalanya dan mendorong kursi rodanya mendekati jendela kamar.
''Oh iya, tadi Neffal sempat. WhatsApp gue, dia kata kenapa lo gak angkat teleponnya,'' ujar Lulu.
''Kan aku sudah putus sama dia, kenapa aku harus angkat teleponnya,'' sahut Kanza.
Kanza kembali mengatikfkan ponselnya saat itu pesan. WhatsApp dari Neffal pun bermasukan di whatsAppnya, Kanza segera membaca pesan tersebut.
''Kenaza kamu kemana saja, kenapa? dari tadi whatsApp kamu gak aktif, kenapa telpon ku juga tidak kamu angkat?'' tanya Neffal dalam pesannya.
Tiba-tiba pesan masuk dari nomor tidak dikenal.
''Hay Kanza apa lo udah sampai rumah?'' tanya Gio.
Ternyata pesan tersebut dari Gio, tanpa berlama-lama Kanza langsung membalas pesan tersebut.
''Iya aku sudah sampai baru saja,'' balas Kanza.
DI TEMPAT LAIN
__ADS_1
Gio begitu bahagia melihat Kanza membalas pesannya.
''Bagus kalau lo sudah sampai,'' balas Gio tidak lupa dengan emoji senyumnya.
''Iya, apa kamu juga sudah sampai di rumah?'' tanya Kanza membalas pesan Gio.
''Belum gue masih di jalan, oh iya. Nanti gue boleh telpon lo gak?'' tanya Gio.
Gio berharap Kanza bilang iya dia terus menunggu balasan dari Kanza.
''Boleh,'' sahut Kanza singkat.
Gio sangat senang dengan jawaban Kanza. Dia pun segera melajukan motornya.
''Kenapa? lo senyum-senyum sendiri?'' tanya Lulu.
''Emang gak boleh aku senyum,'' sahut Kanza.
''Ya boleh, aneh aja gitu,'' sahut Lulu.
''Aku akan terus berusaha untuk melupakan kamu Neffal mungkin kehadiran Gio bisa membuat aku melupakan kamu,'' Batin Kanza.
.
.
.
.
. BERSAMBUNG
__ADS_1