
Hari-hari berlalu Kanza semakin dekat dengan Gio Marina pun sangat bahagia melihat Kanza kembali bahagia seiring berjalan waktu Neffal tidak lagi mengancam Kanza dengan kata-katanya.
Hari itu Gio bertemu dengan Kanza dan Marina di sebuah restoran di tepi jalan Gio mengajak mereka untuk makan bersama siang itu.
''Aku akan tunggu kalian di restoran, jangan terlalu lama,'' ucap Gio melalui panggilan telepon.
''Oke kita akan segera jalan,'' sahut Kanza mematikan ponselnya.
Tidak butuh lama mereka bertemu di restoran tersebut Gio sudah memesan makanan untuk mereka bertiga di sebuah meja, Gio membantu Kanza untuk duduk di sebuah kursi.
''Ayo makan gue udah siapin semuanya buat kalian, tapi gue gak tahu kalian berdua suka makanan apa,'' ucap Gio.
''Kalau gue sih, suka semuanya, tapi kalau Kanza dia suka coklat,'' sahut Marina.
''Oke nanti gue pesan makanan coklat,'' ucap Gio tersenyum.
Mereka pun segera menikmati makanan mereka siang itu. Setelah selesai makan Marina melihat ke arah lain, tiba-tiba dia melihat Neffal ada di restoran tersebut bersama seorang wanita.
''Eh!.. Lihat deh bukannya itu Neffal sama siapa dia?'' tanya Marina.
Kanza dan Gio melihat ke arah yang ditunjuk Marina bahwa Neffal sedang makan bersama seorang wanita.
''Mungkin dia pacar barunya,'' sahut Kanza.
__ADS_1
Neffal menoleh kebelakang dia juga melihat Kanza dan Gio dan juga Marina.
''Ternyata ini kelakuan Kanza dia malam dekat dengan laki-laki yang di rumah sakit itu. Baiklah aku akan beri dia pelajaran!'' batin Neffal.
''Kanza aku ke toilet dulu ya sebentar,'' ujar Marina.
Kanza menganggukkan kepalanya, Marina pun pergi.
Kanza melihat Gio mencari sesuatu di saku celananya entah apa yang dia cari.
''Ada apa? kamu kehilangan apa?'' tanya Kanza.
''Kunci motor gue entah dimana gue tarok tadi,'' sahut Gio.
''Mungkin tinggal di dalam coba deh kamu cari disana,'' ujar Kanza.
Tiba-tiba saja Neffal datang dari arah belakang.
''Waw!...'' ujar Neffal sambil menepuk-nepukkan tangannya,'' ternyata ini kelakuan kamu selama ini selingkuh dengan laki-laki itu?'' tanya Neffal berjongkok di depan Kanza.
''Apa maksud mu, siapa yang selingkuh!'' jawab Kanza.
Neffal tersenyum miring.'' Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan dengan laki-laki itu.''
__ADS_1
''Aku bukan seperti yang kamu katakan, kamu yang selingkuh dari aku!'' jawab Kanza.
Neffal menatap Kanza tajam.
''Tidak perlu kamu menatap ku seperti itu, pergilah pacar mu sudah menunggu,'' ujar Kanza.
Neffal melihat ke arah pacarnya benar saja pacarnya sedang menunggunya diluar restoran tersebut, Neffal pun pergi meninggalkan Kanza dia menghampiri pacarnya.
''Kanza... Ngapain Neffal kesini?'' tanya Marina yang baru datang.
''Gak apa-apa dia hanya ngomong aku pergi sama siapa,'' sahut Kanza.
Marina mengangguk-angguk kepalanya, tidak lama Gio pun datang.
''Gimana udah ketemu kuncinya?'' tanya Kanza.
''Udah nih,'' sahut Gio memperlihatkan kuncinya.
Gio segera menaiki Kanza ke dalam mobil Marina, dari kejauhan Neffal melihat adegan itu dia merasa cemburu terhadap Kanza.
''Sayang ayo kita jalan,'' ucap pacar Neffal.
Neffal melajukan motornya melewati Kanza. Mungkin Neffal berpikir akan membuat Kanza cemburu, tapi itu semua tidak berlaku untuk Kanza.
__ADS_1
TAMAT
INTINYA CERITA INI KANZA TIDAK AKAN BERSAMA SIAPA-SIAPA