AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
Ketidak percayaan


__ADS_3

''Saya akan tetap menjadi teman baik mu, Hanya saja aku masih kecewa karena kebohongan kamu,''ujar Neffal.


''Maaf, tapi ini lah aku, aku tidak ingin kamu tahu dari orang lain,''sahut Kanza.


''Baiklah aku tutup telepon dulu Aku mau istirahat,''ujar Neffal mematikan ponsel nya.


''Apa Neffal benar-benar menerima aku sebagai teman nya,''batin Kanza.


.


.


.


Hari demi hari berlalu bahkan Minggu pun berlalu, Neffal sudah tidak lagi menghubungi Kanza sejak kejadian itu saat Kanza jujur tentang dirinya sejak itulah Neffal tidak ada kabar nya lagi.


''Berarti kamu sudah Jujur sama Neffal?''Marina.


''Iya, ini kan yang kamu mau! jujur kepada Neffal!,''ujar Kanza marah.


''Kenapa kamu marah sama aku, ini yang terbaik buat kamu aku gak mau kamu terluka terus-menerus,''sahut Marina.


''Iya, semua ini tidak akan ketahuan kalau aku tidak menyuruh Carla untuk berpura-pura menjadi diriku,''ujar Kanza.


Deg...


''Apa.. Kamu menyuruh kak Carla berpura-pura menjadi kamu?''Marina.


Kanza menganggukkan kepalanya.


''Aku gak habis pikir sama kamu-kamu menyuruh kakak ku untuk Menganti kan kamu untuk bertemu dengan Neffal?''Marina.


''Iya,''sahut Kanza.


Marina hanya bisa diam. Jelas Marina marah karena Kanza melibatkan kakak nya.


''Marina apa kamu marah sama aku?''Kanza.


''Iya aku marah!, aku hanya tidak menyangka saja kamu menyuruh kakak ku,''sahut Marina.


''Aku minta maaf, aku terpaksa melakukan itu semua ini aku lakukan hanya untuk menyakiti Neffal...


''Tapi malah kamu sendiri yang sakit kan?''Marina memotong perkataan Kanza.


''Iya aku tahu itu, sekarang ini Neffal tidak pernah lagi menghubungi ku,''ujar Kanza.


''Apa kamu mencintai Neffal?''Marina menatap Kanza.


''Nggak kenapa aku harus mencintai dia, dia sama aja kok seperti Rehan dan Bayu, setelah mendapat kan apa yang dia mau, dia meninggalkan aku,''sahut Kanza.

__ADS_1


''Kenapa kamu tidak mencoba untuk menghubungi dia?''Marina.


''Buat apa,''sahut Kanza.


''Kamu tanya? kenapa dia gak pernah menghubungi kamu lagi,''ujar Marina.


Kanza diam, dalam hati nya dia ingin sekali menghubungi Neffal tapi dia tidak berani melakukan itu.


''Kenapa kamu diam?''Marina.


''Nggak apa-apa hanya saja aku gak berani menghubungi nya,''sahut Kanza.


''Ya sudah ngak apa-apa nanti pasti dia akan menghubungi kami lagi,''ujar Marina. Kanza menganggukkan kepalanya.


waktu berlalu Marina sudah pulang ke rumah nya, Kanza pun sudah berada di kamar.


''Sudah lama aku tidak membuka buku harian ini,''batin Kanza, sambil membuka buku diary nya Kanza menulis sesuatu di dalam diary nya itu.


DEAR DIARY''Apakah dengan keadaan ku yang seperti ini tidak pantas mendapatkan teman laki-laki apakah aku seburuk itu di depan laki-laki yang melihat ku, tapi mereka tidak melihat ku, mereka hanya mendengar kisah ku saja. Tapi mereka meninggalkan ku, hanya mendengar cerita ku saja mereka sudah bisa meninggalkan ku. Bagaimana jika mereka melihat ku apakah mereka akan jijik, aku sadar siapa diriku tidak pantas berteman dengan siapa pun, hanya saja aku yang terlalu berharap menjadi teman seseorang.''


Setelah menulis Diary, Kanza menaruh buku nya kembali kedalam nakas. Dia duduk di bawah jendela kamar menatap ke langit sambil menutup mata, harapan nya yang terlalu tinggi hancur karena keadaan.


cikrek bunyi pintu kamar di buka''Kanza kamu lagi apa tutup jendela nya sudah mau magrib,''ujar Dewi.


''Iya kak,''sahut Kanza menutup jendela kamar.


''Ayok kita salat dulu,''ajak Dewi


Lulu yang sibuk dengan ponsel nya begitu pun dengan Kanza.


''Kan Gue udah ngomong jagan pacaran jadi galau sendiri kan lo,''ujar Lulu menatap layar ponselnya.


''Siapa yang galau! terus yang pacaran siapa?''Kanza.


''Ya, lo lah, dari tadi gue lihat lo hanya sibuk turun naik WhatsApp doang,''sahut Lulu.


''Terserah kamu aja aku mau tidur,''ujar Kanza, sambil menarik selimut hingga menutupi kepala nya.


.


.


Pagi harinya, semua orang yang sudah bangun beraktivitas kembali dan orang-orang yang lalu lalang dengan kendaraan di luar sana Kanza yang hanya bisa duduk diam di kursi rodanya di hamalan rumah. Dia menghangat kan tubuh nya dengan matahari pagi. Agar tubuh nya bisa segar kembali.


''Kanza ayok minum susu dulu kakak sudah buat kan susu hangat buat kamu,''ujar Dewi.


''Iya,''sahut Kanza sambil mengambil gelas yang berisi susu itu dari tangan Dewi. Kanza pun langsung meminum nya.


.

__ADS_1


.


''Apa aku cuma aja menghubungi Neffal mungkin dia lagi sakit maka dari itu dia tidak menghubungi ku lagi,''gumam Kanza.


Kanza mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku menekat tombol memanggil, Neffal tidak mengangkat ponselnya. Kanza mencoba nya lagi.


''Iya halo ini siapa?''suara seorang wanita dari seberang sana dia mengangkat ponsel Neffal. Kanza hanya diam saja mendengar suara wanita itu, lalu Kanza juga mendengar suara anak kecil yang memanggil ibu kepada wanita itu. Kanza pun mematikan ponselnya.


''Ini tidak mungkin, tidak mungkin Neffal sudah menikah, tapi kenapa Neffal gak memberi tahu aku bahwa dia sudah menikah. Iya aku tahu aku bukan siapa-siapa nya dia setidaknya dia harus memberi tahu aku agar aku tidak menghubungi nya lagi,''gumam Kanza.


''Ini membuat aku sangat membenci Laki-laki, ternyata Neffal juga tidak sebaik yang aku bayangkan dia sama saja seperti mereka,''batin Kanza.


Marina datang menghampiri Kanza di halaman rumah nya dia melihat Kanza dengan wajah yang tidak menyenangkan kan.


''Kanza kamu pagi-pagi seperti ini wajah kamu udah kayak jeruk nipis?''Marina.


''Aku benci sama Neffal,''ujar Kanza.


''Kenapa?''Marina sambil mengambil ponsel Kanza''Apa kamu menghubungi Neffal?''Marina setelah melihat ponsel Kanza.


''Iya aku menghubungi nya, dan kamu tahu siapa yang bicara?''Kanza. Marina menggeleng kan kepala nya.


''Sorang wanita, itu pasti istri nya Neffal,''ujar Kanza, Membuat Marina tertawa mendengar perkataan Kanza yang tidak masuk akal.


''Kenapa kamu ketawa?''Kanza.


''Apa kamu sudah bertanya siapa dia,''ujar Marina.


Kanza menggeleng kan kepala nya.


''Kenapa kamu gak tanya? siapa dia, mungkin saja itu kakak nya atau adik nya seharusnya kamu tanya? dulu jangan asal menuduh seperti ini,''ujar Marina.


''Aku juga mendengar kan seorang anak kecil memanggil ibu kepada wanita itu,''ujar Kanza.


''Jangan berprasangka buruk dulu kanza, sebelum kamu dengar dari mulut Neffal langsung,''ujar Marina


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE NYA DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT


__ADS_2