
Hari sudah begitu malam Kanza menoleh ke arah jam pukul 12.30 Kanza masih duduk di kursi rodanya dengan mata yang masih menyalang. Kanza tertidur di atas kursi rodanya.
Pagi pun tiba Lulu terbangun dan melihat Kanza tidur di kursi roda, ''Kenapa kak Kanza tidur di situ?''batin Lulu.
''Kak, kak Kanza kenapa lo tidur di sini?''tanya Lulu.
''Mm,... Kayak nya aku ketiduran tadi malam,''sahut Kanza.
''Ya udah gue mau kekamar mandi dulu,''ujar Lulu berjalan keluar kamar.
''Kalau seperti ini perasaanku gak akan tenang aku akan menghubungi Neffal apapun jawabannya aku akan terima,''batin Kanza.
Berapa jam berlalu Kanza mendorong kursi rodanya keluar ke halaman rumah nya, dia ingin menghubungi Neffal. Kanza membuka ponsel nya dan langsung menghubungi Neffal.
''Halo Kanza ada apa?''tanya Neffal dari seberang sana.
''Apa kamu lagi sibuk sehingga aku gak boleh menelepon kamu?''tanya Kanza.
''Gak kok aku lagi istirahat aja, ini juga lagi di kaffe sama Riko,''ujar Neffal.
''Riko atau Sinta?''tanya Kanza.
Deg... Membuat Neffal terkejut mendengar nama Sinta, ''Dari mana Kanza tahu nama Sinta,''batin Neffal.
Neffal menjauh kan ponselnya, ''Apa kamu yang memberi tahu Kanza tentang Sinta?''tanya Neffal kepada Riko.
''Ha,... Gak lah gue aja gak tahu siapa Kanza bagaimana gue mau kasih tahu,''sahut Riko.
Neffal menjadi gundah dia gak tahu harus jawab apa kepada Kanza tentang Sinta.
''Kenapa kamu diam, sama Riko atau sama Sinta?''tanya Kanza lagi.
''Kamu tahu dari mana Sinta, aku gak pernah cerita tentang dia kok kamu bisa tahu,''sahut Neffal.
''Kemarin dia menelepon aku, apa dia mantan kamu. Apa kamu masih mencintai dia?''tanya Kanza.
''Kamu ngomong apaan sih, yang namanya mantan pacar, gak perlu di ungkit lagi,''ujar Neffal.
''Sebaiknya kamu jujur saja sama aku, kalau masih cinta bilang cinta kalau gak bilang gak apa susahnya sih!''ujar Kanza.
''Iya aku masih mencintai nya, kamu kan tahu aku pacaran sama dia sudah tujuh tahun lamanya gak mungkin semudah itu untuk aku melupakan nya,''jawab Neffal.
Membuat hati Kanza runtuh seketika mendengar perkataan Neffal bahwa dia masih mencintai Mantan pacar nya itu, Kanza menarik napas nya dalam.
''Terus kenapa kamu pacaran sama aku, maksud kamu apa. Apa benar seperti yang di katakan oleh Sinta kalau aku hanya buat pelarian kamu saja?''tanya Kanza.
__ADS_1
''Waktu itu iya, tapi untuk sekarang gak lagi, aku benar-benar sudah mencintai kamu aku akan mencoba untuk melupakan Sinta dan memulai kisah baru bersama kamu,''ujar Neffal.
''Sudah lah Neffal, aku juga gak meminta kamu untuk melupakan Sinta. Aku tahu siapa aku, aku gak mungkin melarang kamu untuk kembali dengan dia,''ujar Kanza dengan mata yang berkaca-kaca menahan air matanya agar tidak jatuh.
''Kenapa kamu bicara seperti itu, aku akan mencoba untuk melupakan dia beri aku kesempatan sekali aku akan memperbaiki semuanya aku mohon,''ujar Neffal.
''Gak perlu bermohon aku juga tidak memaksa kamu untuk mencintai ku, dan aku juga tidak meminta kamu untuk melupakan dia, cinta pertama itu memang sangat sulit di lupakan, sudahlah aku tutup telepon nya dulu,''ujar Kanza mematikan ponselnya.
''Kanza tunggu halo-halo Kanza,''ujar Neffal ponsel sudah di matikan oleh Kanza.
Neffal kembali berjalan mendekati Riko yang masih di kaffe dia melempar ponselnya ke atas meja.
''Ada apa?''tanya Riko.
''Kanza udah tahu tentang hubungan gue sama Sinta,''jawab Neffal.
''Bagus lah kalau dia udah tahu,''sahut Riko tersenyum.
''Lo kenapa sih gak pernah mau bela gue selalu saja lo ngajak gue ribut!,''ujar Neffal menatap Riko.
''Gue gak ngajak lo ribut, menurut gue lebih baik seperti itu dari pada lo nyakitin Kanza terus lebih baik lo lepasin dia dan lo bisa kembali sama Sinta itu gampang kan!''ujar Riko marah dan meniggalkan Neffal sendiri di kafee itu.
Neffal mengejar Riko karena dia belum habis bicara tapi Riko malah pergi meninggalkan nya.
''Apa lagi lo mau terus-terusan nyakitin cewek seperti Kanza, ha...!''Riko menatap Neffal.
''Lo dengarin ngomongan gue ya, lo jangan ikut campur sama hubungan gue dengan Kanza itu urusan gue, bukan urusan lo,''ujar Neffal dan pergi.
Riko hanya bisa menggelengkan kepalanya.
......................
...DI KOSAN...
Neffal mencoba menghubungi Kanza kembali tapi Kanza tidak mengangkat panggilan telepon dari nya bahkan berkali-kali Neffal menghubungi Kanza tapi Kanza tetap tidak mempedulikan nya.
Neffal mencoba menghubungi Sinta dengan satu panggilan saja Sinta langsung mengangkat ponselnya.
''Kamu apa-apaan ha!,...?''tanya Neffal tanpa basa-basi dia langsung memarahi Sinta.
''Kamu kenapa sih baru juga nelpon udah marah-marah kegitu?''tanya Sinta.
''Kamu gak perlu banyak bicara, apa yang kamu katakan kepada Kanza?''tanya Neffal.
''Aku gak ngomong apa-apa kok dia aja yang terlalu baperran,''jawab Sinta.
__ADS_1
''Kalau kamu gak ngomong apa-apa kenapa dia bisa marah sama aku, dengar ya Sinta aku mencintainya dan kamu jangan pernah mengganggu hubungan ku dengan Kanza!''ujar Neffal.
''Terus bagaimana dengan hubungan kita, aku masih sangat mencintai kamu,''ucap Sinta.
''Kita gak ada hubungan apapun lagi sejak hari itu sampai detik ini kita sudah tidak punya hubungan lagi jadi kamu jangan pernah menganggu Kanza lagi, kamu dengar itu!''ujar Neffal mematikan ponselnya.
''Neffal-Neffal Kanza tidak akan betah sama kamu apa lagi saat dia tahu kekurangan kamu,''Gumam Sinta memutar-mutar ponselnya.
......................
Malam Harinya Neffal mencoba menghubungi Kanza lagi, seperti biasa Kanza tidak mempedulikan nya.
''Kak Ponsel lo tu, dari tadi bunyi terus,''ujar Lulu.
''Biarin aja,''sahut Kanza.
''Tumben amat lo gak angkat telepon Neffal biasanya kalau dia gak nelpon, lo yang telepon duluan,''ujar Lulu.
''Sekarang aku lagi malas bicara sama dia''sahut Kanza.
''Apa lo lagi ada masalah sama Neffal, cerita dong sama gue mana tahu gue bisa bantu,''ujar Lulu.
''Udah,... Kamu tidur aja sana besokkan sekolah,''ujar Kanza.
''Terserah lo deh, gue tidur dulu ya,''sahut Lulu sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
......................
Tring sebuah sebuah pesan WhatsApp dari Neffal, Kanza membaca pesan itu, tapi tidak untuk membalas nya.
''Kanza aku mau minta maaf tolong jangan diam kan aku seperti ini, aku janji tidak akan mengulanginya lagi,''pesan dari Neffal.
''Gimana apa Kanza membalas pesan dari lo?''tanya Riko.
''Gak sama sekali,''sahut Neffal.
.
.
.
.
BERSAMBUNG,... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS NYA.
__ADS_1