AKU MENCINTAI GADIS CACAT

AKU MENCINTAI GADIS CACAT
sahabat jangan memarahiku


__ADS_3

Sudah beberapa bulan Kanza pulang dari rumah sakit Neffal juga sudah berangkat ke luar kota lagi Kanza duduk di bawah jendela kamarnya dia menatap lurus ke arah persawahan yang tidak jauh dari rumahnya. Dia tersenyum saat mengingat perkataan Neffal bahwa Neffal mencintainya Neffal tidak peduli dia cacat mau sakit-sakitan yang pasti Neffal mencintai dirinya.


Kanza begitu bahagia, bagaimana tidak bahagia bawah ada laki-laki tampan mencintainya begitu dalam seakan-akan dia adalah wanita yang paling beruntung karena telah mendapatkan seorang Neffal yang benar-benar ada untuknya. Tiba-tiba saja Lulu datang mengejutkannya membuat lamunannya buyar seketika.


''Kenapa lo melamun kayak gitu entar di sampat setan,'' ujar Lulu sambil duduk di ujung tempat tidur.


Kanza hanya diam saja tidak mendengarkan perkataan Lulu dia kembali menatap pemandangan di depannya itu. Memutar kursi rodanya keluar kamar meninggalkan Lulu sendiri di kamar itu.


''Kanza mau kemana?'' tanya Dewi.


''Keluar sebentar kak mau cari angin,'' sahut Kanza sambil terus mendorong kursi rodanya.


''Ini Udah malam Kanza nanti kamu sakit,'' ujar Dewi.


''Sebentar saja kak,'' sahut Kanza.


......................


"Hai Kanza," sapa Marina malam itu dia datang ke rumah Kanza.


"Hai ayo duduk sini," ujar Kanza.

__ADS_1


Marina pun duduk di samping Kanza sambil bercerita tentang hubungan Kanza dan Neffal Marina memang sering bertanya tentang hubungan sahabatnya itu karena dia ingin Kanza selalu bahagia dan tidak ada pertengkaran lagi di antara mereka berdua.


"Aku ingin kamu selalu bahagia Kanza,'' ujar Marina tersenyum.


Kanza hanya membalas senyuman saja.


''Kanza kamu kenapa, apa kamu sakit lagi kok wajah kamu pucat banget?'' tanya Marina.


''Gak kok aku gak sakit, mungkin karena cuaca dingin,'' sahut Kanza.


''Kamu jangan sembunyikan sakit kamu itu dari aku ya, kamu tahu gak kucing ku sih cemong gara-gara sakit gak mau ngomong mati,'' ucap Marina.


Kanza tertawa terkekeh mendengar perkataan Marina,''Mana ada kucing bisa bicara kalau dia bisa bicara pasti dia ngomong kok,'' sahut Kanza sambil tersenyum.


''Tapi aku gak sakit, apa yang harus aku omongin,'' sahut Kanza.


Marina hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu karena gak mau jujur tentang sakitnya sendiri, Kanza lebih suka menahan rasa sakit daripada memberitahukan orang lain tentang sakitnya. Dia tidak peduli seberapa sakit yang dia rasakan.


''Kamu kenapa sih mau banget menahan rasa sakit sendiri mungkin sakit kamu ini berbahaya!'' ujar Marina marah.


''Gak siapa yang sakit sih apa kamu melihat aku sedang sakit, gak kan?'' tanya Kanza.

__ADS_1


''Kamu itu pucat banget Kanza!'' sahut Marina.


''Sebaiknya kamu pulang sekarang, aku juga mau masuk kedalam rumah,'' ujar Kanza.


''Kamu ngusir aku?'' tanya Marina sambil berdiri dari duduknya.


''Enggak aku gak usir kamu,'' sahut Kanza.


Marina tidak mempedulikan Kanza dia berjalan pergi meninggalkan Kanza di halaman rumahnya.


''Marina-Marina tunggu kamu jangan marah seperti itu!'' panggil Kanza.


Marina sudah tidak pedulikannya dia langsung pulang ke rumahnya, dari kejauhan Kanza melihat kalau Marina menutup pintu rumahnya, jarak antara rumah Kanza dan Marina gak terlalu jauh pintu rumah mereka masih bisa dilihat.


''Apa Marina benar-benar marah sama aku,'' batin Kanza.


.


.


.

__ADS_1


. ... BERSAMBUNG...


di ambil dari kisah nyata


__ADS_2