
''Marian tolong antarkan aku pulang,'' ujar Kanza.
Marina mengangguk dan segera mendorong kursi roda Kanza untuk mengantarnya pulang ke rumah.
.DILUAR KOTA.
''Kenapa? Kanza tidak mengangkat telepon dariku ini pasti dia lagi sms sama Gio itu,'' batin Neffal.
Neffal kembali menuduh Kanza yang tidak-tidak Neffal tidak akan pernah berubah sikapnya akan terus seperti itu.
Kanza pun sampai ke rumahnya, Marina pun segera pulang setelah mengantar Kanza.
''Aku harus pulang sekarang nih besok aku ke sini lagi,'' ujar Marina.
Kanza menganggukkan kepalanya Marina pun pergi.
''Kanza tadi Neffal telepon, kakak gak sempat angkat,'' ujar Dewi.
Ternyata Kanza meninggalkan ponselnya di rumah dia tidak membawanya saat pergi bersama Marina.
Kanza mendorong kursi rodanya sendiri menuju kamarnya dia pun segera melihat panggilan telepon dari Neffal.
''Ya ampun sudah enam kali panggilan,'' ucap Kanza. Kanza pun kembali menghubungi Neffal.
__ADS_1
''Dari mana saja kamu dari tadi aku telepon kamu tapi kamu gak angkat?'' tanya Neffal dengan nada ketus.
''Maaf tadi aku pergi sama Marina ponsel ku tinggalkan di rumah,'' sahut Kanza.
''Aku gak percaya sama kamu, kamu pasti lagi smsan sama orang lain?'' tanya Neffal.
''Neffal! kenapa? kamu selalu menuduh ku yang tidak aku lakukan?'' tanya Kanza.
''Kamu pikir aku percaya,'' sahut Neffal.
Mereka pun kembali bertengkar karena Neffal yang tidak pernah percaya kepada Kanza.
''Setiap kali kamu telepon aku kamu pasti mengajak bertengkar apa kamu tidak bosan bertengkar terus?'' tanya Kanza.
''Apa kamu sudah bosa sama aku, sampai-sampai harus mencari alasan seperti ini agar selalu bertengkar, jika kamu sudah bosan ngomong saja,'' ujar Kanza.
''Maafkan aku, aku sangat takut jika kehilangan kamu Kanza,'' sahut Neffal.
''Kamu pasti akan kehilangan aku, jika sikap kamu terus saja seperti ini,'' ujar Kanza.
''Aku minta maaf,'' ujar Neffal.
''Setiap kali kamu membuat kesalahan kamu selalu meminta maaf, dan aku selalu memaafkan kamu,'' sahut Kanza.
__ADS_1
''Iya itu harus, saat aku meminta maaf kamu harus memaafkannya,'' ujar Neffal semakin menjadi-jadi.
''Kenapa? sikap kamu seperti ini Neffal? aku tidak pernah selingkuh seperti apa yang telah kamu tuduhkan kepada ku!'' ujar Kanza.
''Karena aku sudah tidak percaya sama kamu setelah apa yang aku lihat di rumah sakit waktu itu,'' sahut Neffal.
''Apa yang kamu lihat, apa aku pernah selingkuh sama orang lain coba kamu jelaskan kapan kamu melihat aku berselingkuh dan dimana?'' tanya Kanza.
''Kamu selingkuh sama Gio itukan?'' tanya Neffal.
''Apa? Gio, ya ampun Neffal aku tidak pernah selingkuh sama Gio dia hanya pasien di rumah sakit itu, dan itu kejadiannya sudah lama kamu masih mengungkitnya dan aku tidak pernah berselingkuh sama dia,'' sahut Kanza semakin geram dengan tingkah laku Neffal.
''Kamu pikir aku percaya sama apa yang kamu bilang itu, tidak aku tidak percaya!'' ujar Neffal.
''Jangan-jangan kamu yang selingkuh, kamu menuduh aku seperti ini agar kita putus dan kamu bisa bersama selingkuhan kamu?'' tanya Kanza.
''Kamu menuduh aku berselingkuh,'' sahut Neffal.
''Iya.''
''Mudah sekali kamu menuduh aku berselingkuh?'' tanya Neffal.
''Dan kamu juga terlalu mudah untuk menuduhku berselingkuh, saat aku menuduh kamu selingkuh kamu marah, Bagaiamana dengan ku yang hampir setiap hari kamu tuduh,'' ujar Kanza.
__ADS_1
BERSAMBUNG...