
Kanza menutup pintu ๐ช kamarnya dia mendorong kursi rodanya ๐งโ๐ฆผ mendekati meja rias minimalis itu mengeluarkan buku ๐harian dari dalam laci membuka dengan pelan mulai menulis di dalama buku๐ itu.
(DEAR DIARY)"Bukan aku menolaknya atau mengalihkan cerita jujur aku tidak sanggup memulai kisah cinta ini, aku takut jika harus terluka lagi itu sangat menyakitkan hati ku. Namun dibalik itu semua aku juga sudah jatuh cinta. Tidak bisa ku pungkiri bahwa aku juga mencintainya bahkan lebih dari dia tahu. Dia begitu sempurna dimata ku sedang kan aku tidak, aku seperti perempuan yang mengharapkan cinta. Namun aku tidak bisa memiliki nya, apa yang harus aku lakukan jika waktu itu tiba dia hanya memberikan waktu tiga hari. Apa yang harus aku lalukan apa aku harus mengatakan tidak.'' setelah menulis Kanza kembali menaruh buku ๐ harian nya. Malam itu Kanza tidur lebih awal dia melihat Lulu sudah tidur di samping nya dengan nyenyak Kanza mulai membaringkan tubuhnya.
.
.
...KEDIAMAN KELUARGA NEFFAL...
Neffal sedang menatap ponsel nya sudah terlihat nomor Kanza di layar ponselnya dia ingin menghubungi Kanza malam itu, tapi Neffal ragu menekan tombol memanggil itu, dia takut kalau Kanza tidak mengangkat telepon dari nya. Neffal kembali meletakan ponselnya dia tidak jadi menghubungi Kanza.
''Mungkin dia sudah tidur besok aku akan menghubungi nya,''batin Neffal.
Neffal pun mengirim pesan WhatsApp kepada Marina.''Marina aku ingin tahu apa saja yang disukai Kanza sama apa yang tidak dia sukai nya,''pesan terkirim.
Neffal menunggu balasan pesan dari Marina tidak lama pesan dari Marina pun masuk.
''Kanza sangat menyukai cokelat dan es krim dia tidak menyukai warna merah itu saja,''balas Marina.
Neffal tersenyum membaca pesan dari Marina kalau Kanza menyukai cokelat dan es krim menurut nya itu sangat lucu. Neffal membalas pesan dari Marina dia mengucapkan terima kasih kepada Marina karena sudah memberi tahu apa yang di sukai apa yang tidak di sukai oleh Kanza.
.
.
Pagi hari yang indah ayam ๐ mulai berkokok di luar jendela ๐ช seakan menyanyikan sebuah lagu merdu. untuk Kanza di pagi itu. Kanza mendorong kursi๐งโ๐ฆผrodanya mendekati jendela ๐ช dan membuka nya dia melihat ayam-ayam ๐ itu berkeliaran di luar sana.
''Kanza kakak mau kepasar dahulu ya kamu hati-hati ya dirumah ๐ ,"ujar Dewi.
''Iya kak, jangan lama-lama ya kak,''sahut Kanza.
''Iya..''Dewi pun pergi.
Kanza mendorong kursi๐งโ๐ฆผ rodanya menuju halaman rumah ๐ dia ingin menikmati matahari โ๏ธ pagi itu. Seperti biasa Kanza hanya bisa melihat orang-orang yang lalu lalang di jalanan.
''Marina temani aku di rumah ๐ ya, kak Dewi lagi pergi kepasar aku sendirian di rumah ๐ ,''pesan terkirim.
''Oke sebentar lagi aku datang,''balas Marina.
Tring... Taring... Panggilan telepon dari Neffal dengan gugup Kanza mengangkat panggilan itu.
''Iya Neffal ada apa pagi-pagi seperti ini kamu sudah menelepon ku?''tanya Kanza.
''Memangnya kenapa apa gak boleh aku telepon kamu pagi-pagi seperti ini?''tanya Neffal kembali bertanya.
__ADS_1
''Bukan seperti itu cuma tumben saja pagi seperti ini kamu sudah nelepon biasanya gak pernah,''sahut Kanza.
''Ya karena hari ini aku gak masuk kerja soalnya lagi gak enak badan,''ujar Neffal.
''Oh iya, apa kamu udah minum obat?''tanya Kanza.
''Udah tadi, Kanza aku mau minta maaf sama kamu tentang kemarin,''ujar Neffal.
''Kenapa kamu harus minta maaf,''sahut Kanza.
''Mungkin aku terlalu lancang sama kamu karena sudah menyatakan perasaan ku, padahal kamu gak menyukai ku,''ujar Neffal.
''Kenapa kamu harus ngomong gitu sih..., Neffal,''batin Kanza.
''Kanza kamu maafin aku kan?''tanya Neffal.
''Ha... I... Iya aku maafin kamu,''sahut Kanza terbata-bata.
.
''Hai...''Marina mengejutkan Kanza.''kamu lagi ngomong sama siapa?''tanya Marina yang duduk di samping Kanza.
''Sama Neffal,''sahut Kanza.
''Oke nanti aku hubungi kamu lagi,''sahut Neffal sambil mematikan ponsel nya.
''Kenapa kok di matiin telepon nya apa karena ada aku?''tanya Marina.
''Bukan tadi Neffal bilang dia lagi gak enak badan, maka dari itu aku suruh matiin telepon nya biar dia istirahat,''sahut Kanza.
''Perhatian banget sih,''ujar Marina tersenyum-senyum.
''Gimana apa Neffal masih menyatakan perasaannya sama kamu?''tanya Marina.
''Udah gak, seperti nya dia sudah menyerah,''sahut Kanza sambil menggeser-geser ponsel nya.
''Iya itu, salah kamu sendiri yang udah nolak dia, pasti Neffal akan mencari cewek lain''ujar Marina.
''Itu bagus, jadi dia gak perlu menyatakan perasaannya lagi sama aku,''sahut Kanza.
''Benar tu, apa gak nyesel kalau Neffal cari cewek lain kalian itu udah bertahun-tahun kenal berteman juga apa kamu rela jika dia sama yang lain?''tanya Marina.
''Kenapa tidak menurut aku lebih bagus berteman dari pada pacaran, kamu sendiri yang ngomong kan kalau pacaran itu bisa membuat kita terluka,''ujar Kanza.
''Iya sih, tapi kalau kamu penasaran ingin mencoba jatuh cinta dan di cintai ya sekarang waktu yang pas,''ujar Marina.
__ADS_1
Kanza tidak menjawab dia hanya diam saja sambil terus memainkan ponselnya, akhirnya Dewi pun pulang dari pasar.
''Pulang dari pasar kak?''tanya Marina.
''Iya kakak membeli bahan-bahan dapur untuk makan siang nanti,''sahut Dewi.''kakak masuk dahulu ya'' ujar Dewi melangkah kan kaki nya masuk kedalam rumah ๐ .
Tring... Tring... Ponsel Marina berdering. ''Halo sayang,''ujar Marina.
Kanza hanya diam saja mendengar Marina bicara dengan pacarnya di telepon mereka bicara sambil tertawa seperti nya Marina sangat bahagia dengan pacarnya. Satu jam berlalu akhirnya Marina selesai juga teleponan sama pacarnya itu.
''Lama banget teleponan nya?''tanya Kanza.
''Kenapa iri, makanya pacaran sama Neffal jangan di tolak terus Neffal nya,''ujar Marina.
''Siapa yang iri gak ada tu,''sahut Kanza.
Tiba-tiba Kanza merasa kan sakit di bagian perut nya dengan wajah meringis kesakitan.
''Kanza kamu kenapa?''tanya Marina begitu khawatir melihat keadaan Kanza.
Kanza malah menggeleng kan kepalanya bahwa dia gak kenapa-napa. ''Aku gak apa-apa kok udah biasa seperti ini,''sahut Kanza tersenyum.
''Gak apa-apanya kamu pucat banget aku panggil kak Dewi ya,''ujar Marina mendekati Kanza.
''Gak usah kak Dewi lagi masak di dapur nanti dia malah khawatir,''sahut Kanza.
''Ya udah kalau gitu,''ujar Marina kembali kembali duduk di samping Kanza.
''Kanza aku pulang dahulu ya sore nanti aku kesini lagi,''ujar Marina.
''Oke...
Marina pun pulang kerumah ๐ nya, Kanza mendorong kursi ๐งโ๐ฆผ rodanya masuk kedalam rumah ๐ .
.
.
.
.
.
...BERSAMBUNG... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS NYA...
__ADS_1