
Siang itu Kanza duduk bersama Marina di halaman rumah 🏠 nya sambil memakan camilan cokolat yang di buat oleh Dewi karena Kanza sangat menyukai cokelat jadi Dewi membuat nya untuk Kanza.
Sebuah panggilan telepon dari Neffal siang itu Kanza pun langsung mengangkat ponselnya. Siang itu dimana Neffal akan menagih janji nya kepada Kanza Neffal sangat penasaran dengan jawaban Kanza.
''Kanza aku ingin menagih janji mu waktu itu,''ujar Neffal dari seberang sana.
''Janji apa?''tanya Kanza pura-pura lupa.
''Kamu jangan berpura-pura lupa aku ingin jawaban sekarang juga,''sahut Neffal.
''Apa kamu benar-benar ingin jawaban nya sekarang?''tanya Kanza.
''Iya...
''Apa kamu gak malu jika nanti teman-teman kamu tahu kalau kamu pacaran dengan seorang gadis cacat seperti aku?''tanya Kanza.
''Gak aku gak akan pernah malu untuk mencintai gadis seperti kamu, biarkan orang berkata sesuka hati mereka aku gak peduli, yang terpenting sekarang kamu mau menjadi pacarku,''ujar Neffal.
''Terima saja Kanza,''ujar Marina tersenyum.
Kanza masih memikirkan apa benar yang dikatakan Neffal kalau dia tidak akan malu pacaran dengan seorang gadis cacat seperti dirinya.
''Kenapa kamu diam?''tanya Neffal yang masih setia menunggu jawaban Kanza.
''Iya aku mau menjadi pacar kamu,''sahut Kanza begitu lantang terdengar oleh Neffal.
Neffal tersenyum bahagia setelah mendengar jawaban Kanza bahwa Kanza menerima cintanya.
''Kamu gak lagi bercanda kan?''tanya Neffal memastikan kalau Kanza tidak bercanda.
''Gak aku serius aku mau jadi pacar kamu,''sahut Kanza.
''Terima kasih Kanza aku benar-benar sangat mencintai kamu dan jangan pernah meragukan aku, aku tidak pernah malu memiliki kamu,''ujar Neffal.
''Iya aku percaya,''sahut Kanza. ''kalau gitu aku tutup telepon dahulu ada kak Dewi sedang menuju kemari,''ujar kanza sambil mematikan ponsel.
''Aku janji Kanza aku tidak akan pernah menyakiti kamu,''batin Neffal.
''Selamat ya atas jadiannya,''ujar Riko sahabat Neffal.
Neffal menganggukkan kepalanya dan tersenyum. ''Nanti malam lo temanin gue ya,''ujar Neffal.
''Kemana?''tanya Riko.
''Ke Mal, gue mau beli sesuatu buat Kanza,''ujar Neffal.
''Oke...
''Tadi kamu teleponan sama siapa?''tanya Dewi.
''Sama teman kak,''sahut Kanza.
__ADS_1
Dewi pun Menganggukkan kepalanya dan duduk di samping Kanza.
''Makan apa tu gue mau dong,''ujar Lulu yang baru pulang sekolah.
''Camilan coklat, ambil aja,''sahut Dewi.
Lulu pun mengambil camilan cokolat itu dan memakannya, dan pergi masuk kedalam rumah. Dewi pun mengikuti Lulu kedalam rumah.
''Ceh... Ceh... yang baru jadian,''ujar Marina ngeledek Kanza.
''Apaan sih,''sahut Kanza tersenyum.
''Kayak nya aku akan menjadi obat nyamuk nih kalau kalian ketemu,''ujar Marina.
''Gak apa-apa sekali-kali,''sahut Kanza.''aku lagi kepikiran nih,''ujar Kanza.
''Apa?''tanya Marina.
''kalau sampai kak Dewi tahu aku pacaran sama Neffal pasti dia marah besar sama aku,''ujar Kanza.
''Kalau saat ini kamu tutupin saja dahulu dari semua orang kalau kamu pacaran sama Neffal, tapi kayak nya kak Dewi gak bakalan marah deh,''ujar Marina.
''Kenapa kamu bisa ngomong kegitu?''tanya Kanza.
''Perasaan aku aja sih, poko nya kamu sembunyi-sembunyi aja dulu,''sahut Marina.
Kanza menganggukkan kepalanya. Kanza begitu takut jika hubungan nya sama Neffal di ketahui oleh Dewi, Kanza akan menutupi hubungan nya itu dari semua orang.
***
''Lo mau membeli apa buat Kanza?''tanya Riko sambil melihat barang-barang yang ada di depan nya.
''Ini lagi gue lihat yang bagus buat dia,''sahut Neffal. Matanya melihat sebuah kalung dengan liontin berbentuk bulan sabit itu.
''Mba saya mau lihat yang ini,''ujar Neffal kepada kariawan mal itu.
''Sebentar ya Bang,''sahut nya lalu mengeluarkan kalung itu dari tempat nya.
''Menurut lo bagaimana dengan kalung ini apa Kanza akan menyukai nya?''tanya Neffal.
''Menurut gue kayak nya dia suka nih, pintar juga ya lo milih hadiah yang bagus,''ujar Riko tersenyum.
''Mba saya mau pesan yang ini saja tolong di bungkus yang cantik,''ujar Neffal.
''Baik bang,''sahut kariawan itu.
''Jadi Minggu depan lo pulang?''tanya Riko.
''Iya gue kan emang setiap Minggunya pulang,''sahut Neffal sambil melihat kalung itu.
''Ya udah gue mau tidur dulu besok harus bangun pagi biar gak di marahin sama bos,''ujar Riko membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
__ADS_1
''Aku udah gak sabar memakai kan kalung ini di leher kamu Kanza pasti kamu akan terlihat cantik dan semoga kamu suka dengan kalungnya,''batin Neffal. Neffal pun membaringkan tubuhnya di samping Riko.
***
Pagi harinya Kanza memeriksa ponsel nya ada sebuah pesan WhatsApp dari Neffal Kanza langsung membacanya pesan itu.
''Selamat pagi sayang udah bangun belum jangan lupa sarapan ya,''pesan Neffal.
''Gumbal banget sih dia aku jadi geli sendiri membaca pesan nya,''batin Kanza.
.
.
Hari-hari berlalu Minggu pun tiba hari itu Neffal pulang ke rumah 🏠 nya.
''Kalung buat siapa tu?''tanya Anggun sang Adik melihat Neffal sedang memegang kalung itu.
''Ada deh,''sahut Neffal tersenyum.
''Emang nya cewek itu udah jadi pacar abang ya?''tanya Anggun.
Neffal menganggukkan kepalanya dengan masih memegang kalung itu.
''Tapi bang dia tahu gak kalau abang itu...
Neffal langsung menatap adiknya. sambil mengatakan ''Tidak...''
''Jangan sampai nanti dia tahu dari orang lain pasti dia akan ninggalin abang seperti kak Sinta,''ujar Anggun.
Neffal hanya diam saja dia teringat bagaimana Sinta meninggalkan dia saat Sinta tahu rahasia Neffal dia langsung meninggalkan Neffal saat itu juga, itu sangat menyakiti hati Neffal, Neffal sangat mencintai Sinta bahkan sampai saat ini.
''Abang aku mau tanya''ujar Anggun.
''Mau tanya? apa,''sahut Neffal.
''Apa abang masih mencintai kak Sinta?''tanya Anggun menatap Neffal.
''Kenapa kamu tanya? seperti itu, kamu kan tahu Abang udah punya pacar sekarang,''sahut Neffal.
''Iya Anggun tahu kalau abang udah punya pacar, tapi kalau abang masih mencintai kak Sinta, abang jangan sampai sakiti pacar abang yang sekarang, itu sangat menyakitkan,''ujar Anggun meninggalkan Neffal di kamar nya.
''Apa yang harus aku lakukan jika suatu saat Kanza juga tahu rahasia ku apa dia akan meninggalkan aku juga, aku gak akan sanggup jika Kanza juga meninggalkan ku, aku akan simpan semua rahasia ini sampai waktu yang tepat akan aku ceritakan,''batin Neffal sambil meletakkan kalung itu di atas nakas yang ada di kamar nya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
...BERSAMBUNG... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS NYA...