Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 10 : Kenza Hilang


__ADS_3

Sebelum turun, Arshen memberikan sebuah Hoodie kepada Kenza. "Pakaian, dan tutup wajahmu dengan masker agar tidak ada yang mengenalimu," ucapnya.


"Ribet banget sih, Shen!" Kenza menerima Hoodie yang diberikan oleh Arshen.


"Ya terserah kamu aja sih. Kalau kamu udah siap untuk menjadi konsumsi publik gak udah sembunyikan wajahmu. Toh sekarang kamu memang pacarku, meskipun pacar bohongan."


"Iya, iya."


Sebenarnya terasa sangat panas karena harus mengenakan Hoodie di siang hari, tetapi Kenza mengingat kembali ucapan Arshen. Dia juga belum siap jika akan menjadi bulan-bulanan para wartawan. Berhubungan dengan artis berarti sudah harus siap mental, karena pasti akan ada pihak yang tidak menyukainya dan akan menggiring opini tidak benar.


Karena tidak ada wartawan yang datang, nasib Kenza aman, tetapi dia tetap waspada dengan hape jadul, yang sewaktu-waktu bisa menjepret dirinya.


"Kamu duduk aja disini. Jika ada yang bertanya siapa kamu, jawab saja temannya Seno. Mengerti!" pesan Arshen sebelum ganti kostum.


"Kok jadi aku dibawa-bawa sih, Shen! Aku aja gak kenal sama dia!" proses Seno tak terima.


"Sudah diam saja atau aku akan cari penggantimu!" ancam Arshen.


"Haiya ... lagu lama Shen. Baiklah, suka-suka kamu aja, tapi kasih tahu dia jangan masalah!"


"Tanpa kamu kasih tahu, aku sudah memberitahunya lebih dahulu."


Kenza seolah meledak Seno dengan menjulurkan lidahnya pada Seno.


"Apaan sih, gak lucu!" ketus Seno yang kemudian memilih untuk meninggalkan Kenza.


"Gak usah kamu ambil hati. Dia memang seperti itu," ucap Arshen.


Untuk pertama kalinya Kenza melihat bagaimana jalannya proses syuting. Ternyata tidaklah segampang yang dipikirkan, karena beberapa kali Arshen dan lawan mainnya harus mengulang Take karena masih salah. Karena Kenza kebelet untuk kebelakang, dia pun meninggalkan tempat duduknya. Namun, baru saja satu langkah, dirinya dihentikan oleh Seno.

__ADS_1


"Mau kemana kamu?" tanya Seno dengan ketus.


"Kenapa, mau ikut? Ayo, aku mau ke toilet." ujar Kenza


"Idihh, ogah!" balas Seno sambil bergidik.


"Ya udah, ngapain nanya!"


Seno menggenggamkan kepalan tangan karena mereka kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Kenza. "Dasar, cewek belagu!"


Didalam toilet, tanpa di duga Kenza mendengarkan sebuah percakapan yang ada diluar.


"Kamu beneran belum di tembak sama Kala? Aduh El, malang sekali sih, nasibmu."


"Udah deh, gak usah bahas masalah itu, aku juga lagi berusaha untuk mendapatkan hatinya. Entah kapan mata Kala bisa terbuka dan melihatku. Semua ini gara-gara Kenza yang sok cantik dan baik hati itu, padahal aslinya bobrok!"


Kenza yang mendengar dari dalam rasanya ingin segera mencabik-cabik mulut Elena. Namun, karena dia harus mengeluarkan tabungan, dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Udahlah, nggak usah bahas masa lalu. Apasih hebatnya dia sehingga semua orang terus memujinya. Bahkan Daddy sama Mommy lebih sayang sama dia dibandingkan denganku." Elena menatap pantulan dirinya pada cermi yang ada didepannya.


"Aku tak kalah cantik dari Kenza. Bahkan aku lebih pintar darinya, tapi semua orang terpikat padanya. Sampai orang yang aku cintai saja juga terpikat dengannya. Sebenarnya apa sih mantra yang dimilikinya."


"Mantra yang aku miliki adalah Aku cantik, Aku baik, dan Aku Smart." Tiba-tiba suara Kenza muncul di belakang telinga Elena.


Elena yang melihat bayangan Kenza di cermin langsung terbelalak dengan lebar, bahkan teman yang diajaknya bercerita langsung menutup mulutnya. Mereka tidak menyangka jika ternyata Kenza ada di dalam toilet.


"E ... Eza," ucap Elena dengan terbata.


"Kenapa, kamu terkejut?" sinis Elena.

__ADS_1


"Aku nggak pernah nyangka jika hatimu itu terlalu busuk, El. Mungkin itu sebabnya kamu tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, karena dalam hatimu itu diselimuti rasa dengki dan iri. Pantas saja Daddy Alan dan Mommy Azra lebih sayang padaku, ternyata anaknya sendiri tidak bisa dibanggakan. Ingin memang, tetapi dengan cara yang salah," cibir Kenza.


"Semua ini karena kamu, Za! Aku selalu tersisihkan itu karena kamu. Sebenarnya aku bahagia kamu berada di luar negeri sana. Bahkan aku selalu berdoa agar kamu tidak kembali lagi agar kamu tidak mengacaukan hidupku. Tapi disaat aku hampir mendapatkan hatinya Kala, kamu malah kembali. Bertahun-tahun lamanya aku selalu mengalah, tapi tetap saja aku selalu tersisihkan. Sudah cukup aku menjadi orang baik, Za. Jangan salahkan aku jika aku berubah menjadi jahat. Semua itu karena kamu, Za!" ucap Elena sambil menunjuk kearah Kenza.


Setelah puas mengeluarkan isi dalam hatinya, Elena memilih berlalu untuk meninggalkan Kenza yang masih membeku. dia tidak pernah menyangka jika Elena mempunyai pikiran yang dangkal kepada dirinya. Padahal selama ini Kenza sangat menyayangi Elena seperti adiknya sendiri.


"Sejak kapan Elena mempunyai pemikiran sempit seperti itu? Bahkan dia tidak pernah bercerita jika dia mencintai Kala." Kenza hanya tersenyum getir saat baru mengetahui satu sisi yang dimiliki oleh Elena. Ternyata kebaikannya selama ini hanya sebuah topeng semata.


Karena terlalu lama di toilet, Arshen yang sudah siap syuting kelabakan sat tidak menemukan Kenza ditempat duduknya.


"Seno, kenapa perginya tikus itu?" tanya Arshen pada Seno.


"Tikus? Tikus yang mana? Perasaan gak ad tikus disini deh!" ucap Seno dengan heran.


"Maksud aku Kenza." Arshen membenarkan ucapnya.


"Oh, perempuan yang kau ajak kesini tadi namanya Kenza, ya. Tadi dia ngajak ke toilet, sih. Tapi aku gak mau. Ada-ada aja tuh anak!"


Tanpa kata lagi, Arshen segera menyusul Kenza ke toilet wanita. Bahkan dia tidak peduli untuk masuk dan mencari keberadaan Kenza.


"Kenza ... kamu dimana?" teriak Arshen.


Beberapa kali Arshen berteriak, tetapi tidak mendapatkan sahutan dari Kenza. Tentu saja Arshen merasa sangat panik.


"Astaga ... tuh anak kemana, sih? Jangan sampai terjadi sesuatu. Dasar tikus bandel Dibilang jangan kemana-mana malah keluyuran. Kalau ada apa-apa gimana coba?" Arshen terlihat sangat panik. Dia pun segera menelepon Seno untuk membantu mencari keberadaan Kenza.


"Sen, Kenza hilang!" ucapnya pada Seno melalui sambungan teleponnya.


Setelah menghubungi Seno, Arshen langsung bergegas untuk mencari Kenza disekitar lokasi juga. Arshen takut jika Kenza diculik oleh orang yang sedang tidak menyukai dirinya, karena diluar sana banyak orang-orang yang tidak suka dengan keberhasilan yang diraih olehnya.

__ADS_1


...🌼🌼...


__ADS_2