
Sunyi, senyap namun sesekali suara kicauan burung bersahutan. Arshen dan Seno terpaksa menelusuri jalanan, berharap menemukan tanda-tanda kehidupan didalam hutan. Keduanya terus mengikuti sepanjang jalan yang terbentang. Saat jalanan itu sudah tidak berujung lagi, Arshen melihat sebuah rumah megah yang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri. Bahkan juga terlihat sebuah mobil yang terparkir di halaman. Itu tandanya ada seorang yang tinggal di dalam rumah itu.
"Sen, apakah kita harus menghubungi Ok Alan?" tanya Arshen pada Seno yang masih takjub dengan rumah besar yang sedang dilihatnya.
"Harus, Shen! Ini sangat mencurigakan!" kata Seno.
"Baiklah. Aku akan segera menghubungi Om Alan. Semoga saja ini adalah sebuah petunjuk yang baik."
Arshen pun segera menghubungi Alan menggunakan alat yang telah diberikan kepadanya karena ditempat itu tidak ada jaringan telepon.
Alan yang mendapat kabar dari Arshen segera menuju ke lokasi di mana Arshen berada. Berharap itu adalah tempat Kenza disekap.
"Lan, kita harus berhati-hati. Siapa tahu mereka adalah salah satu musuh yang kita miliki," kata Keanu.
"Abang Ke tenang saja. Pasukan kita banyak kok. Apalagi mereka juga sudah memiliki senjata di tangan mereka masing-masing. Jadi mereka tidak perlu khawatir apa yang harus mereka lakukan saat keadaan terlihat genting," ucap Alan.
"Baiklah, ayo kita cepat ke sana, sebelum terjadi sesuatu kepada Eza!" timpal Keanu.
Tanpa berpikir lama, kedua ayah itu langsung menuju ke tempat Arshen berada untuk memastikan apakah Kenza ada ditempat itu. Hanya hitungan menit kedua pria yabg dipanggil Daddy sudah sampai ditempat Arshen bersama dengan anak buahnya.
"Wah .... aku baru tahu Jika di dalam hutan seperti ini ada sebuah rumah besar seperti ini." Alan merasa kagum dengan apa yang dilihatnya.
Dengan cepat, Alan memberi isyarat kepada anak buahnya agar segera menjalankan misinya.
"Tunggu apa lagi. Udah sana jalan!" kata Alan pada Arshen.
"Sekarang, Om?"
"Gak! Tahun depan. Ya sekaranglah! Gimana sih!" gerutu Alan.
Dengan langkah ragu-ragu Arshen mulai melangkah ke depan. Saat ini Arshen benar-benar sangat takut dan gugup. Bagaimana kalau pemilik rumah itu ternyata seorang mafia atau pembunuh bayaran.
"Sen, jalan duluan!" Arshen mendorong tubuh Seno agar berjalan lebih dulu.
"Kok aku sih, Shen! Kan kamu yang disuruh!" protes Seno.
"Oh, ceritanya kamu udah bosen kerja sama aku. Ya udah, gak papa. Aku bisa kok cari penggantimu!"
__ADS_1
"Tuh kan .... bisanya langsung ngancem!" gerutu Seno sambil menghentakkan kakinya karena merasa sangat kesal.
Alan dan Keanu pun mengikuti dari belakang sambil melihat ke sekitar untuk memastikan apakah ada yang berbahaya. Namun, sepertinya tidak ada tanda-tanda bahaya disekitar mereka.
"Semua aman terkendali, Bang! Sepertinya ini bukan ulah dari musuh kita," ucap Alan dengan pelan.
"Lalu siapa pelakunya?"
"Aku juga tidak tahu. Bisa jadi ini adalah salah satu musuh Eza," jelas Alan.
"Kamu jangan sembarang, Lan! Eza itu baru saja pulang dari luar negeri. Mana mungkin dia langsung punya musuh!"
Namun, tak lama kemudian Alan dan Keanu langsung berlari dengan cepat menuju ke dalam rumah saat mendengar sebuah teriakan yang mereka yakini itu memang suara Kenza. Arshen pun tak ingin kalah setelah mendengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah.
"Jangan-jangan itu Eza!" Arshen berlari begitu saja tanpa peduli kepada Seno yang berteriak memanggilnya.
"Arshen, tunggu!"
Semua mata setuju kepada Kenza dan juga Kala yang saat ini sedang dikepung oleh anak buah yang dibawa oleh Daddy mereka. Bahkan karena saking terkejutnya Kenza sampai teriak.
"Kalian siapa, mengapa bisa berada disini?" teriak Kala yang juga sangat terkejut dengan kedatangan segerombolan orang yang tak dikenalnya.
"Eza kamu gak papa?" tanya Alan dengan penuh kekhawatiran.
"Daddy," teriak Kenza saat melihat sosok dua orang Daddy berada didepannya saat ini. Tak membuang waktu lama Kenza pun berlari kearah dua orang Daddy-nya. Dan yang pertama kali mendapatkan pelukan dari Kenza adalah Alan.
"Daddy," ucapnya dengan air mata yang telah membasahi kedua pipinya. Kenza tidak menyangka jika Daddy-nya bisa menemukan keberadaan dirinya didalam hutan seperti ini.
Melihat Kenza lebih memilih untuk memeluk Alan terlebih dahulu, Keanu langsung mendekat dan langsung menarik tubuh Alan untuk melepaskan pelukan dari Kenza.
"Udah!" ketuanya.
Sontak mata Kenza pun langsung menatap ke arah Keanu. Dengan bibir yang cemberut, Kenza pun langsung memeluk tubuh Keanu.
"Daddy. I'm sorry." ucapnya.
"Jangan sampai kamu mendapatkan julukan anak durhaka. Bisa-bisanya kamu selalu menomer duakan dirimu yang ini. Padahal Daddy-mu yang ini yang mencetakmu, bukan Daddy si Alan itu!" ucap Keanu.
__ADS_1
"Sorry, Dadd. Eza lupa." Rasa haru bercampur jadi satu. Ingin rasanya tertawa dan menangis.
"Lepaskan!" teriak Kala saat tubuhnya telah dibekukan. Sontak Kenza langsung melepaskan pelukannya.
"Dadd, Kala mau diapain?" tanya Kenza yang merasa terkejut saat Kala telah dibekukan.
"Mau memberi pelajaran kepada orang yang telah berani menyentuhmu. Berani-beraninya anak ini menculik dan membawamu ke tempat ini. Dia pikir dia sudah hebat? Seharusnya dia berpikir dua kali lipat sebelum mengambil sebuah tindakan," jawab Alan dengan matanya yang telah merah menyala.
"Tapi Dadd ... "
"Apakah kamu masih ingin membelanya?" Kini Keanu menautkan kedua alisnya.
Belum sempat menjawab pertanyaan Daddy-nya Arshen langsung menyerobot menembus kerumunan yang ada.
"Kenza, kamu gak papa kan?" tanyanya langsung pada Kenza.
"Arshen, kamu ada disini juga?" Kenza terkejut.
"Iya. Aku sangat khawatir denganmu. Syukurlah kamu gak papa, Za." Arshen akhirnya bisa bernapas lega karena Kenza baik-baik saja.
Sorot mata tajam penuh kebencian saat melihat Arshen datang. Kala berusaha memberontak untuk memberikan pelajaran pada Arshen, tetapi tidak bisa karena dipegang kuat oleh anak anak buah Alan.
"Kamu! Aku harus memberi pelajaran kepadamu!" teriak Kala dengan kuat.
Arshen yang tidak tahu apa-apa hanya menolakkan kedua alisnya saat Kala meneriakinya.
"Kamu siapa? Aku tidak mengenal kamu. Salah apa yang sudah ku berbuat kepadamu?" tanya Arshen dengan bingung.
"Dadd, mending kita pulang aja, ya. Tapi Eza minta Kala tidak diapa-apakan. Dia tidak menyakiti Eza, kok. Dia hanya mengajak Eza liburan di Vilannya. Maaf sudah membuat kalain khawatir," ucap Kenza dengan rasa bersalah karena harus berbohong.
"Eza, kamu apa-apa sih?! Ini gak lucu tahu!" sentak Arshen yang merasa ada yang tidak beres.
"Arshen, maaf. Aku juga sudah membuatmu khawatir."
Sungguh Arshen merasa sangat kecewa dengan penjelasan Kenza yang tidak masuk akal.
"Tidak! Daddy tetap akan membuat perhitungan kepada dia karena telah membuat kami semua khawatir. Terlepas dia tidak menyakitimu, dia tetap harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan. Kalian pikir ini lucu?!" Keanu berkata dengan sorot mata tajamnya.
__ADS_1
Jika Keanu sudah bersuara, maka tidak akan ada yang berani untuk melawannya. Anak buah yang sudah peka, langsung membawa Kala keluar dari rumahnya.