
Alan tidak tinggal diam. Masih banyak cara untuk mengetahui siapa wanita yang telah membawa Elena masuk ke dalam kamar apartemen. Salah satunya adalah bertanya kepada pengurus apartemen tentang siapa wanita yang menempati apartemen itu. Namun, karena para pengurus tidak bisa memberikan informasi data penyewaan, akhirnya Alan hanya diberi saran untuk melihat dari kamar pengawas, jika hanya ingin melihat siapa penghuni kamar tersebut. Bagi Alan tidak masalah, yang penting dia tahu siapa orangnya, karena setelah ini dia bisa melakukan penyelidikan sendiri.
Kini Alan telah dibawa ke sebuah ruang pemantauan CCTV yang berada di sekitar kamar yang telah disebutkan oleh Alan. Tidak mungkin jika penghuni kamar tersebut akan menutupi wajahnya setiap hari.
Cukup lama Alan mengamati layar yang berada di depan matanya, tetapi belum memunculkan sosok penghuni kamar apartemen tersebut dari kamarnya.
"Ini bisa dipercepat gak sih? Udah hampir karatan nunggu tapi tuh orang masih gak keluar," ujar Alan yang sudah merasa bosan saat orang yang ditunggunya tak juga lewat di layar pengawasannya.
Ditengah rasa keputus-asaanya, tiba-tiba yang ditunggu pun telah keluar.
"Nah, itu dia, Pak," kata seorang pengawas.
"Nah akhirnya ... Coba perbesarkan!" titah Alan dengan sejuta rasa penasarannya.
Mata Alan sangat was saat mengamati seorang wanita yang berada di layar monitor. Semakin diperbesar, Alan langsung merasa shock depan apa yang dilihatnya. Bukan hanya hantu saja yang membuat bola mata Alan tak berkedip, melainkan seorang wanita dari masa lalunya.
"Mili," ucapnya dengan lirih.
Alan sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Seseorang yang telah dianggapnya punah, ternyata masih bernapas dan yang lebih parahnya lagi adalah sedang bersama dengan Elena.
"Apa yang sedang direncanakan oleh Mili? Apakah wanita itu mengetahui jika Elen adalah anakku?"
Diselimuti rasa ingin tahu yang tinggi, akhirnya Alan mencoba untuk menghubungi Elena untuk bertanya sedang berada dimana dia saat ini.
__ADS_1
"Halo Dadd!" Suara Elena dari balik telepon.
"Halo El, kamu sekarang di mana? Mengapa belum sampai di kantor?
"El masih si jalan, Dadd. Terjebak macet. Ada apa?"
"Oh. Tidak ada. Daddy hanya ingin tahu saja mengapa kamu belum sampai ke kantor. Ya sudah hati-hati di jalan!"
Setelah mendapatkan jawaban dari Elena, Alan pun segera mematikan sambungan telepon dan langsung meninggalkan ruang pengawasan CCTV tersebut. Dalam langkahnya Alan tak hentinya memutar otak untuk menebak apa yang sedang dilakukan Mili kepada Elena, mengapa Elena sampai tidak kata jujur kepada dirinya. Dugaan Alan sangat kuat tentang Mili yang akan mencoba untuk menghancurkan keluarga.
"Dia pikir dia bisa menghancurkan kebahagiaanku. Mimpi! Dasar ulat bulu. Oh ... Tuhan, mengapa dulu aku bisa tergoda bujukan syaitan itu, kenapa? Dasar Alan bodoh!"
Kemunculan Mili membuat rasa sesal yang telah mati, perlahan tumbuh kembali. Terlebih selama ini Alan mencoba untuk menerima semua kenyataan yang harus dihadapinya. Dari mulai melepaskan kekasihnya, hingga dia harus terjerumus masuk ke dunia sesat yang pada akhirnya dia di jodohkan dengan wanita yang tidak dicintainya. Dan penyesalan terbesarnya adalah membiarkan istrinya pergi begitu saja di saat sedang hamil. Entah apa yang terjadi kepada Azra saat itu hingga wanita itu dinyatakan tidak bisa memiliki anak lagi. Sungguh sebuah rasa bersalah yang rasanya tidak bisa ditebus dengan apapun, sekalipun dengan menukar nyawanya.
...💜💜...
Serangan demi serangan tiba-tiba datang menghujaninya, tapi Arshen tidak peduli, karena dia memang sudah memutuskan untuk pensiun dari dunia keartisannya. Namun, yang membuat Arshen tidak bisa tinggal diam adalah saat serangan demi serangan juga dihujanan kepada Kenza yang tidak tahu apa-apa. Arshen yakin jika pembuat berita sampai itu adalah salah satu orang yang sedang ingin menjatuhkan dirinya. Mencoret namanya agar terlihat buruk di mata netizen.
"Sen, apakah kamu sudah melihat berita pagi ini? Apakah kamu akan melakukan konferensi pers untuk membuktikan jika berita itu hanyalah berita sampah?" tanya Seno saat mengunjungi apartemen Arshen.
"Biarkan saja dulu, Sen. Aku ingin tahu dulu siapa orang yang sudah membuat berita sampah seperti ini. Jika aku langsung melakukan konferensi pers, maka aku tidak akan bisa menemukan pelakunya," ucap Arshen.
Kepala Seno mengangguk pelan. Kali ini dia sangat setuju dengan pemikiran Arshen. Lebih baik menangkap kucing yang sudah meresahkan terlebih daripada membela diri. Toh pada kenyataannya tidak ada kebobolan apapun.
__ADS_1
"Jangan-jangan ini ulah dari mantan pacar istrimu, Shen? Bisa saja dia masih belum terima dengan kenyataan ini. Bukankah malam itu dia juga hadir dalam acara pernikahanmu?" Seno mengingat Kala yang saat itu juga hadir dalam pernikahan Arshen.
Mengapa Seno langsung memberikan tuduhan kepada Kala, karena menurut Seno Kala adalah satu-satunya orang yang tidak menyukai atas pernikahan Arshen.
Bayangkan saja selama hampir lebih 6 tahun lamanya dia dan juga Kenza menjalani sebuah hubungan, tiba-tiba harus kandas ditengah jalan begitu saja. Hati siapa yang akan terima dengan lapang atas perpisahan yang dilakukan oleh sepihak saja. Bahkan Kala nggak pernah nekat menculik Kenza. Lalu apakah kurang kuat dugaan Seno?
"Kamu jangan sembarangan berbicara, Sen! Daripada kamu hanya asal menebak, mending kamu selidiki deh. Abis itu kita sikat rame-rame. Bagaimana?" Arshen langsung menaikkan dua alis matanya untuk memberikan kode kepada Seno.
Helaan nafas panjang terdengar keluar dari mulut Seno. "Sudah kuduga!" Seno mendengkus kasar.
Hari-hari yang dilewati oleh Arshen semenjak berita sampah beredar tak langsung mematikan namanya di dunia entertainment sekalipun banyak serangan yang menghujani dirinya. Tidak semua orang percaya begitu saja dengan berita sampah yang sedang beredar. Hampir semua fans sejatinya mendukung Arshen karena dianggap telah bertanggung jawab dan mau menikahi wanita yang sedang mengandung benihnya.
"Shen, beberapa pihak ingin kamu melakukan klarifikasi atas pernikahanmu," kata manager Arshen saat mendatangi Arshen di ruang ganti.
"Klasifikasi masalah apa? Lucu sekali deh! Mengapa aku harus klarifikasi? Aku salah apa? Apakah aku menghamili anak orang? Tidak kan? Meskipun iya, aku sudah menikahinya. Lalu aku harus klarifikasi tentang apa?" Arshen malah bertanya kembali kepada managernya.
"Tapi jika kamu tidak melakukan sebuah klarifikasi, tidak menutup kemungkinan jika berita ini akan terus diangkat oleh akun media dan beberapa televisi kang gosip. Nama kamu bisa hancur, Shen!"
"Aku tidak peduli dengan berita yang beredar di luar sana. Daripada kamu menyuruhku untuk memberikan klarifikasi, mending kamu bantu aku untuk mencari dalang atas berita sampai ini!" ujar Arshen.
...💜💜...
Kali aja ada yang mau cari novel ringan, othor mau rekomendasikan novel othor dengan judul Dinikahi Mr. A 🤩 Cocok dibaca pas bulan puasa kok ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1