Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 43 : Sah


__ADS_3

Azra membawa Mili ke sebuah taman yang ada di rumah sakit. Sepanjang perjalanan menuju taman Azra sudah mempersiapkan apa yang ingin ditanyakan kepada Mili. Mengapa dia bisa muncul kembali setelah sekian tahun lamanya. Bahkan Mili mengingkari janjinya yang tidak akan pernah muncul dihadapan Elena. Namun, apa nyatanya? Hari ini dengan mata dan kepalanya Azra menyaksikan Mili menemui Elena.


"Katakan, mengapa kamu menujukan wajahmu di depan Elen. Bukankah kamu pernah mengatakan jika kamu tidak akan pernah sekalipun menunjukkan wajahmu di depan Elen. Lalu apa yang kamu lakukan ini? Apakah kamu menyesal telah memberikan anakmu padaku dan ingin merebutnya lagi?" tanya Azra dengan menggebu. Sungguh Azra tidak bisa terima jika Mili sampai mengambil Elena darinya.


Mili hanya tersenyum kecil melihat Azra yang tidak nyaman saat melihatnya menemui Elena.


"Kamu tenang dulu. Aku tidak akan mengambil Elen dari kamu. Aku hanya tidak sengaja lewat dan melihat El di rawat disini, jadi aku memutuskan untuk melihatnya," kilah Mili.


Azra yang selalu memiliki insting yang paling kuat, tidak bisa percaya begitu saja dengan ucapan Mili. Entah benar atau tidak tebakannya, tetapi begitulah yang dipikirkan oleh Azra saat ini.


"Lalu apa yang kamu bicarakan dengan Elen sehingga terkesan rahasia karena Eza keluar?"


"Itu ... itu Elen yang memintanya bukan aku. Ya, mungkin Elen merasa tidak nyaman aja. Sudah, aku berani bersumpah jika kedatanganku ke sini bukan untuk merebut Elen dari kamu. Percayalah padaku."


Mencoba untuk percaya, meskipun tidak yakin. Setelah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, Azra memutuskan untuk kembali ke ruangan Elena. Entah mengapa perasaan Azra tidak tenang setelah melihat wajah Mili. Ada rasa ketakutan akan kehilangan Elena, karena bisa jadi saat ini Mili merasa sedang menyesal dan ingin berubah pikiran. Biar bagaimanapun Mili adalah ibu kandung Elena.


"El, mengapa kamu bisa mengenal wanita itu?" tanya Azra setelah masuk kembali ke kamar rawat Elena.


Elena merasa gugup. Tidak mungkin dia mengatakan dengan jujur kapan dia bertemu dengan Mili, karena Mili sudah mengatakan untuk tidak berbicara apa-apa tentangnya.


"Emm ... itu Momm .... El tidak terlalu mengenal tante tadi. Seingat El hanya bertemu dengan Tante tadi satu kali sewaktu di Mall, Mom. El gak tau siapa dia."

__ADS_1


Elena menatap Elena dengan seksama. Dari sorot mata Azra bisa menebak jika saat ini Elena sedang tidak jujur kepada dirinya. Ada sesuatu yang sedang disembunyikan darinya.


"Oh gitu ya. Ya udah gak usah kamu pikirkan. Tapi ngomong-ngomong kemana Eza?"


"Eza tadi dijemput tunangannya, Momm."


🌼🌼


Waktu berjalan dengan cepat. Tak terasa hari yang sangat dinantikan telah tiba. Kebahagiaan dua keluarga bisa terlihat sangat jelas saat melihat anak mereka telah mengucapkan ikrar pernikahan di depan pak penghulu serta disaksikan keluarga besar serta tetangga kanan kiri.


Meskipun mempunyai modal untuk menggelar acara yang meriah, tetapi acara hanya diselenggarakan dengan sederhana. Semua itu atas permintaan dari kedua belah pihak calon pengantin yang tidak menginginkan acara pernikahannya disorot oleh media.


Siang ini seorang Kenza Aulia Putri Wijaya, anak kesayangan dari pasangan Keanu dan Mouza baru saja dipersunting oleh seorang Artis muda yang bernama Arshen Dinata. Keduanya sudah dijodohkan semenjak kecil oleh orang tuanya. Dan hari ini niat baik kedua orang tua itu telah terlaksana sesuai dengan impian, meskipun mengalami sedikit kendala. Namun, pada akhirnya mereka berdua bisa mewujudkan keinginan orang tua yang menginginkan anak mereka menikah.


"Iya. Akhirnya mereka menikah juga, meskipun sempat ada sedikit kendala. Mungkin itulah yang dinamakan jodoh. Kemana pun berlari pasti akan tetap bertemu. Aduh ... jadi gak sabar pengen nimang cucu," timpal Mouza yang merasa terharu dengan acara pernikahan Kenza dan Arshen yang


"Iya, aku juga," sambung Shereena.


Jangan ditanya lagi bagaimana wajah Arshen dan Kenza setelah status mereka berubah menjadi suami istri. Ada rasa bahagia bercampur haru karena semua terasa seperti sebuah mimpi. Kini Kenza termakan ucapannya sendiri dimana dia belum mau menikah secepatnya dan tidak mau menikah dengan pilihan orang tua. Namun, nyatanya dinding pertahanan Kenza tidaklah kuat. Baru beberapa hari mengingat siapa itu Arshen, dia sudah tidak sabar untuk dinikahi.


"Eza, selamat ya," ucap Grace, sahabat Kenza yang turun hadir dalam acara sakral itu.

__ADS_1


"Makasih Grace."


Tak lupa juga Greya dan Kala juga turut hadir dalam acara pernikahan Kenza yang diselenggarakan secara sederhana. Keduanya harus lapang ketika perahu yang ingin ditumpangi telah berlayar. Sakit sungguh sakit. Terlebih hati Kala saat ini seperti sedang di remaas-reeemaas rasanya.


"Selamat menempuh hidup baru, ya Ken. Semoga kamu bahagia bersama dengan Arshen." Greya memberi ucapan pada Kenza.


"Terima kasih sudah datang Kak Grey," balas Kenza.


Kini giliran Kala yang mendekat kearah Kenza. Meskipun hatinya tercabik-cabik tetapi Kala tetap berusaha untuk tetap tenang. Dengan menahan sejuta rasa sakit di dalam hati, Kala pun langsung menyalami Kenza dengan penampilan kebayanya. Tampil natural karena sejatinya Kenza memang cantik sedari awal.


"Za, aku tak pernah menyangka jika aku akan datang sebagai tamu undangan. Padahal 6 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk dilalui. Namun, kita bisa membuktikan jika kita mampu, terlebih dengan hubungan jarak jauh. Aku tidak pernah membayangkan jika kita akan menjadi mantan karyawan aku percaya dengan cinta kita berdua. Namun, hari ini aku sadar bahwa jodoh seseorang telah ditentukan. Seberapa lama menjalin hubungan tidak menjamin ke pelaminan. Selamat menempuh hidup baru, Za. Semoga kamu bahagia." Serangkaian kata panjang lebar Kala ungkapkan di depan Kenza.


Namun, saat menyalami tangan Kenza, Kala memberanikan diri untuk memeluk tubuh Kenza. Menghirup aroma wangi yang sangat dirindukan.


"Za, biarkan aku seperti ini dahulu. Mungkin setelah ini kamu tidak akan bisa melihatmu lagi," ucap Kala saat tangan Kenza memberontak.


"Tapi ini tidak bagus untuk dilihat oleh semua orang, Kal. Terlebih saat ini ada aku sudah menjadi suamiku. Kala, tolong mengertilah!" bisik Kenza yang sebenarnya merasa risih dengan sebuah pelukan yang diberikan oleh Kala.


"Please. Aku berjanji ini adalah kali terakhir aku memeluk kamu, Za."


"Maaf Kal, aku tidak bisa melakukannya, karena sudah mempunyai suami.' Untuk kesekian kalinya dan bisa menolak pelukan dari Kala.

__ADS_1


Tak ada yang bisa dilakukan oleh Kala selain pasrah. Setelah menyalami dia pun langsung menyalami Arshen. Matanya menatap Arshen dengan tajam. "Selamat atas pernikahan kalian. Tolong jaga Kenza dengan baik. Awas saja jika kamu sampai menyakitinya!" Kala pun langsung menyalam tangan Arshen.


🌼🌼


__ADS_2