Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 37 : Kekhawatiran


__ADS_3

Sesuai dengan peraturan rumah sakit, hanya tiga orang yang bisa menjenguk pasien. Selebihnya harus menunggu diluar. Namun, karena pasien yang dirawatnya saat ini adalah pasien istimewa, para petugas tidak bisa berkata apa-apa saat keluarganya ingin.


Hanya dengan menyebutkan nama keluarga, Alan bisa membungkam pihak rumah sakit.


"Wah ... om Al keren," bisik Arshen.


"Kamu juga bisa keren jika kamu jual nama keluargamu. Coba saja jual nama kakek kamu, pasti semua orang akan bertekuk lutut di hadapanmu. Siapa yang tidak mengenal seorang Excel Word, seorang CEO kejam pada masanya."


Arshen langsung mendelik. Selama ini dia tidak tahu apa-apa tentang Grnadpa-nya. Ingin rasanya Arshen mendengar cerita tentang Grandpa-nya, tetapi dia merasa waktunya tidak tepat. Tapi Arshen berjanji ingin mengajak Alan sekedar ngopi untuk bercerita lebih tentang Grandpa-nya.


Ternyata tidak hanya Arshen saja yang datang untuk melihat keadaan Kenza, tetapi Kala pun juga datang. Saat mata Arshen melihat ke samping Kala, dia merasa familiar dengan wanita yang berdiri di sampingnya. Setelah diingat-ingat ternyata itu adalah wanita yang memberikan tumpangan kepada dirinya saat berada di tengah hutan. Wanita itu juga yang mengajaknya dinner. Namun, setelah dinner mereka berdua tidak pernah bertemu lagi.


"Dia," lirih Greya dengan pelan saat melihat Arshen sudah berada berdiri samping Daddy-nya Kenza.


"Kamu kenal dia, Grey?" tanya Kala.


"Iya. Dia Arshen. Artis yang sedang naik daun. Bahkan aku juga sudah mempunyai tanda tangannya. Sekarang hanya tinggal memiliki hatinya saja." Greya berbisik pelan.


Meskipun semua sudah melihat keadaan Kenza, tetapi sampai detik ini Kenza belum tersadar. Jangan ditanya lagi bagaimana sedih Mouza saat Kenza tak kunjung membuka mata.


"Kata dokter Eza gak apa-apa. Mungkin dia sedang beristirahat. Mending kita keluar. Nanti kalau Eza bangun kita masuk lagi." Alan saat merasa ruangan Eza penuh dengan orang-orang yang ingin melihat keadaan Kenza.


"Zra, kamu sama Mouza tunggu aja disini. Nanti kalau dia bangun, kasih tahu ya." pesan Alan kepada istrinya.


Azra pun mengangguk pelan sebagai jawabannya. Dia terus menghibur Mouza dan baik-baik saja.


Mata Keanu terfokus kepada Kala yang ternyata juga datang ke rumah sakit. Padahal sebelumnya dia sudah memberikan peringatan kepada Kala agar tidak menunjukkan wajahnya lagi di hadapan Kenza, tetapi sepertinya ancamannya itu tidak berarti apa-apa. Nyatanya pria itu sangat berani untuk menemui Kenza lagi.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih disini?" tanya Keanu.


Kala langsung menatap Keanu yang sedang bertanya kepada dirinya. "Saya hanya ingin melihat keadaan Kenza, Om."


"Bang, sudahlah! Kita pantau aja dia. Kalau dia berani macam-macam lagi, langsung kita geprek aja bocah ini," timpal Alan.


Tak ada kata lagi yang keluar dari terucap dari bibir Keanu. Dia memilih mengikuti saran dari Alan dan akan memantaunya dari jauh.


"Awas aja kalau sampai berani untuk menyentuh Eza lagi!" ancam Keanu sebelum duduk di kursi tunggu.


Greya yang memahami keadaan langsung mengajak Kala untuk pulang saja. Toh keadaan Kenza juga tidak apa-apa. Namun, Kala tidak mau.


Sejak tadi, dada Elena terasa panas ketika melihat wanita bernama Greya terus menempel dengan Kala. Setelah berhasil menyingkirkan Kenza, kini datang lagi lebih cantik darinya. Sungguh begitu sulitkah untuk mendapatkan Kala.


Mata Arshen tak hentinya untuk terus memperhatikan Kala. Namun, Greya yang berada di samping Kala menganggap jika Arshen sedang memperhatikan.


Tuh cewek ngapain sih senyam-senyum sendiri. Kayak kurang 1 ons aja, batin Arshen.


Hampir tiga puluh menit suasana terasa hening karena tidak ada satu orang pun yang mau bersuara. Mata Arshen terus menatap lekat pada Kala. Entah mengapa Arshen sangat tidak suka dengan kedatangan Kala yang berstatus mantan pacar Kenza. Begitu juga dengan Kala yang juga tidak menyukai Arshen karena dia adalah penyebab hubungannya dengan Kenza putus ditengah jalan.


Keheningan pun pecah saat Azra memanggil Alan dan mengatakan jika saat ini Kenza sudah sadar. Dua orang pria yang berstatus Daddy langsung masuk ke dalam ruangan Kenza. Namun, saat Arshen dan Kala hendak ikut masuk, keduanya langsung dicegah oleh Keanu.


"Kalian tidak boleh masuk dulu!"


"Hah? Kenapa Om?" tanya Arshen dengan heran.


"Pakai nanya lagi! Eza itu baru sadar, masa iya harus liat wajah kalian berdua. Bisa-bisa dia jatuh pingsan lagi!"

__ADS_1


"Tapi Om ... " Arshen mencoba membujuk Keanu, tetapi tidak bisa. Hanya sebuah kepasrahan yang bisa diterima oleh Arshen.


"Lagian ngapain sih kamu kesini? Kamu sama Eza itu sudah berakhir, jadi kamu sudah tak perlu khawatir dengan keadaan Eza. Tuh urus aja cewek kamu!"


Kala merasa jika ucapan Arshen memang ditujukan kepada dirinya. "Kamu gak udah sombong!" Jauh sebelum kamu mengenal Kenza, aku sudah mengenalnya lebih dahulu. Asal kamu tahu aku dan Kenza sudah menjalin hubungan selama 6 tahun. Semua berakhir karena kamu yang tiba-tiba datang seperti seorang pahlawan," ucap Kala dengan rasa benci.


Mendengar ucapan Kala, Arshen hanya bisa tertawa. Bagaimana mungkin Kala mengatakan jika dia mengenal Kenza lebih awal, padahal Arshen sendiri mengenal Kenza saat usianya baru lima tahun. Itu artinya hampir 20 tahun yang lalu dia mengenal Kenza.


"Gak usah bangga sudah menjalin hubungannya selama 6 tahun dengan Kenza, karena pada akhirnya Kenza hanya akan jatuh ke dalam pelukanku. Ingat itu!"


Dada Greya bergerumuh dengan kuat saat mendengar ucapan Arshen. Itu artinya Arshen adalah tunangan Kenza.


"Argh ... mengapa udah ada yang punya sih? Ternyata orang ganteng itu cepat kali sold out-nya." gerutu Greya dalam hati.


Semua harapan dan impian untuk memiliki Arshen seketika langsung hancur. Ternyata cinta pada pandangan pertama adalah milik orang lain. Lalu apakah dia harus tetap berjuang untuk mendapatkan cinta Arshen atau mundur teratur karena Arshen sudah ada yang memilikinya.


Langkahnya gontai meninggalkan rumah sakit, karena hatinya sedang remuk. Belum apa-apa sudah hancur lebih dahulu.


Saat ingin keluar, tanpa sengaja Greya menabrak seseorang yang akan masuk. Dengan cepat Greya meminta maaf. Namun, matanya terbelalak dengan lebar saat melihat siapa orang yang baru saja ditabraknya.


"Greya" lirih pria itu dengan pelan. "Kamu mau kemana?"


Ada yang mengatakan cinta itu tak harus memiliki, asalkan mereka bisa bahagia dengan pasangannya, kita akan ikut bahagia. Itu hanya katanya saja karena mereka tidak bisa merasakan sakit yang menyayat hati, terlebih saat melihat mereka bahagia diatas penderitaan kita.


Hampir saja Elena memenangkan hati Kala, tetapi kini dia harus berhadapan dengan wanita yang lebih darinya. Mungkin Elena bisa mengalahkan Kenza anak Mami, tetapi Elena merasa insecure saat saingannya terlalu berat. Dan yang pasti wanita yang bersama Kala tadi bukanlah wanita sembarang.


"Kenapa harus ada penghalangnya lagi sih? Padahal aku sudah berhasil menyingkirkan Eza, tapi kenapa malah datang yang lebih cantik." Elena hanya membatin saat berada didalam toilet.

__ADS_1


__ADS_2